BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Ratchaburi vs Persib Bandung pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two berakhir pahit bagi wakil Indonesia. Bermain di markas Ratchaburi, Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 0-3 sehingga peluang lolos ke perempat final menjadi semakin berat.
Kekalahan dalam laga Ratchaburi vs Persib Bandung membuat Maung Bandung wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal empat gol saat menjamu Ratchaburi pada leg kedua. Jika gagal, langkah Persib di kompetisi antarklub Asia dipastikan terhenti.
Ratchaburi tampil agresif sejak menit awal dan langsung memberikan tekanan kepada lini pertahanan Persib. Sementara itu, tim tamu sempat memperoleh beberapa peluang emas, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.
Baca Juga: Daftar Sementara Timnas Indonesia Piala AFF 2026 Terungkap, Target Juara Jadi Harga Mati
Ratchaburi Unggul Cepat pada Babak Pertama
Pertandingan baru berjalan lima menit ketika Ratchaburi berhasil membuka keunggulan. Serangan dibangun dari sisi kanan melalui Gleyson yang mengirim umpan matang kepada Denilson. Dengan sentuhan cerdas, bola kemudian diteruskan kepada Thana yang datang dari lini kedua sebelum menaklukkan kiper Persib.
Gol cepat tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.
Persib mencoba memberikan respons. William Barros sempat melepaskan sundulan berbahaya, namun berhasil digagalkan kiper Ratchaburi melalui penyelamatan gemilang.
Tak lama kemudian, Goikoetxea juga mengancam lewat tembakan jarak jauh yang membentur tiang gawang. Bola liar berhasil diamankan penjaga gawang sehingga peluang emas Persib kembali gagal berbuah gol.
Di sisi lain, Ratchaburi nyaris menggandakan keunggulan setelah Denilson melakukan aksi individu sebelum melepaskan tembakan keras. Beruntung bagi Persib, bola berhasil disapu tepat di garis gawang oleh pemain bertahan.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Persib Kehilangan Ritme pada Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Ratchaburi semakin mendominasi permainan. Kombinasi umpan-umpan pendek dan pergerakan cepat membuat lini belakang Persib terus berada dalam tekanan.
Daniel Ting sempat memperoleh peluang melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi masih mampu ditepis kiper Persib, Paku Alam.
Tekanan demi tekanan akhirnya kembali membuahkan hasil. Berawal dari aksi individu Jakopan yang melewati bek Persib, Gleyson mengirim umpan silang ke tiang jauh. Gabriel Obertan yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyundul bola dan memastikan gol kedua bagi Ratchaburi.
Gol tersebut membuat Persib semakin kesulitan mengembangkan permainan.
Baca Juga: Pemain Baru Persib Curi Perhatian di Braga, Momen Belanja Jersey hingga Disapa Bobotoh Jadi Sorotan
Thana Cetak Brace, Persib Tertekan
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Ratchaburi tetap tampil menyerang meski sudah unggul dua gol.
Pada menit ke-82, beberapa peluang kembali tercipta, termasuk sundulan Denilson yang masih mampu diamankan kiper Persib.
Gol ketiga akhirnya lahir melalui Thana yang mencetak gol keduanya pada pertandingan ini. Berawal dari kerja sama apik Gleyson dan rekan-rekannya, Thana menerima umpan matang sebelum menuntaskannya menjadi gol sekaligus memastikan kemenangan 3-0 bagi Ratchaburi.
Menjelang laga usai, Ratchaburi bahkan hampir menambah keunggulan menjadi empat gol. Adisak Promrak tinggal berhadapan dengan kiper, namun penyelesaian akhirnya masih mampu disapu pemain belakang Persib tepat di garis gawang.
Peluang Lolos Masih Terbuka
Meski kalah tiga gol tanpa balas, Persib Bandung masih memiliki kesempatan membalikkan keadaan pada leg kedua yang akan dimainkan di kandang sendiri.
Namun, Maung Bandung dituntut tampil jauh lebih efektif di depan gawang dan memperbaiki koordinasi lini belakang agar tidak kembali kebobolan.
Kemenangan dengan selisih minimal empat gol menjadi syarat mutlak apabila Persib ingin memastikan tiket ke babak perempat final AFC Champions League Two. Dukungan penuh dari Bobotoh di kandang diharapkan menjadi suntikan semangat bagi Marc Klok dan kolega untuk menciptakan comeback yang akan dikenang dalam sejarah klub.
Editor : M. Helmi Nurhisam