BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi perbincangan setelah beredar narasi yang menyebut pembalap muda Indonesia itu tampil sebagai yang tercepat pada sesi practice Moto3 GP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Dalam cerita tersebut, Feda diklaim sukses mengungguli Maximo Quiles dan David Almansa sehingga berhak lolos langsung ke babak kualifikasi kedua (Q2).
Narasi itu juga menyebut Feda Ega Pratama mendapat pujian langsung dari manajer Red Bull KTM, Aki Ajo. Bahkan, legenda MotoGP Dani Pedrosa disebut ikut memberikan apresiasi atas performa sekaligus kepribadian pembalap asal Gunungkidul tersebut selama berada di Jerman.
Cerita tersebut dengan cepat menarik perhatian publik karena tidak hanya membahas performa Feda Ega Pratama di lintasan, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan pribadi sang pembalap. Namun, pada bagian akhir video, dijelaskan bahwa seluruh cerita mengenai pujian Aki Ajo maupun Dani Pedrosa merupakan karangan yang sengaja dibuat sebagai bentuk edukasi agar penonton lebih berhati-hati terhadap maraknya informasi palsu di media sosial.
Klaim Feda Tercepat dan Lolos ke Q2
Dalam narasi yang disampaikan, Feda Ega Pratama disebut tampil sangat impresif di sesi practice Moto3 GP Jerman. Ia diklaim mencatat waktu tercepat setelah mempertajam lap time pada menit-menit terakhir sesi.
Cerita itu juga menyebut David Almansa finis di posisi kedua, disusul Maximo Quiles dan Brian Uriarte. Keempat pembalap tersebut diklaim langsung mengamankan tiket menuju Q2 tanpa harus melewati sesi Q1.
Sementara itu, Hakim Danis disebut mengakhiri sesi di posisi ke-17 sehingga harus berjuang melalui Q1 untuk memperebutkan tempat pada sesi penentuan grid.
Narasi Pujian Aki Ajo dan Dani Pedrosa
Video tersebut juga menghadirkan narasi seolah-olah Aki Ajo memberikan pujian kepada Feda Ega Pratama. Dalam cerita itu, Aki Ajo disebut terkesan dengan kemampuan adaptasi Feda di Sachsenring serta mengingatkan agar tidak cepat puas setelah tampil cepat pada sesi latihan.
Selain itu, Dani Pedrosa juga diceritakan mengagumi kepribadian Feda di luar lintasan. Pedrosa diklaim mengetahui kebiasaan Feda menjalankan ibadah, puasa sunah, hingga melakukan kegiatan sosial selama berada di Jerman.
Seluruh narasi tersebut dibuat menyerupai kutipan wawancara sehingga tampak meyakinkan bagi penonton yang tidak melakukan pengecekan lebih lanjut.
Diakhiri Klarifikasi Bahwa Cerita Hanya Fiksi
Menjelang akhir video, pembuat konten akhirnya memberikan klarifikasi bahwa seluruh cerita mengenai Feda Ega Pratama, Aki Ajo, dan Dani Pedrosa hanyalah karangan.
Disebutkan bahwa cerita tersebut sengaja dibuat sebagai bahan edukasi karena belakangan semakin banyak video dengan narasi fiktif yang beredar di platform digital. Penonton pun diingatkan agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum memiliki dasar atau konfirmasi resmi.
Video tersebut mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum membagikan sebuah informasi kepada orang lain agar tidak ikut menyebarkan kabar yang menyesatkan.
Melalui klarifikasi tersebut, penonton diharapkan semakin memahami pentingnya mengecek sumber informasi, terutama terkait dunia olahraga yang sering menjadi sasaran penyebaran berita palsu. Dengan bersikap kritis terhadap setiap informasi yang beredar, masyarakat dapat membantu mengurangi penyebaran hoaks dan lebih mengutamakan fakta yang telah terverifikasi.
Editor : M. Helmi Nurhisam