BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Persib Bandung menghadapi tantangan berat usai hasil undian babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL2) 2025-2026 mempertemukan Maung Bandung dengan wakil Thailand, Ratchaburi FC. Duel dua leg tersebut dipastikan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama tampil impresif sepanjang fase grup.
Leg pertama dijadwalkan berlangsung di markas Ratchaburi FC pada 11 Februari 2026. Sementara itu, leg kedua akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026, di mana Persib Bandung bertindak sebagai tuan rumah.
Meski memiliki keuntungan bermain di kandang pada leg kedua, Persib Bandung tetap harus mewaspadai kekuatan Ratchaburi FC. Klub berjuluk The Dragons itu memiliki sejumlah pemain berkualitas yang siap menjadi pembeda dalam pertandingan fase gugur.
Baca Juga: Persib Bandung Menang 2-0, Tom Haye Cetak Gol Penutup usai Sadil Ramdani Bersinar
Persib Bandung Tampil Meyakinkan di Fase Grup
Persib lolos ke babak 16 besar dengan status juara Grup G setelah mengumpulkan 13 poin dari enam pertandingan. Hasil tersebut diraih berkat performa konsisten saat menghadapi Bangkok United, Lion City Sailors, dan Selangor FC.
Salah satu kemenangan penting terjadi ketika Maung Bandung menaklukkan Selangor FC dengan skor 2-0 di Stadion GBLA. Hasil itu memastikan langkah Persib menuju fase gugur sebagai pemuncak klasemen.
Di atas kertas, Persib juga memiliki nilai pasar skuad yang lebih tinggi dibandingkan Ratchaburi FC. Kehadiran sejumlah pemain asing berkualitas serta beberapa penggawa Timnas Indonesia menjadi modal penting menghadapi wakil Thailand tersebut.
Danilson Junior Jadi Ancaman Terbesar
Nama pertama yang wajib mendapat perhatian serius adalah Danilson Pereira Junior. Penyerang asal Brasil tersebut tampil sangat tajam sepanjang musim 2025-2026.
Di kompetisi domestik Thailand, Danilson mencatatkan delapan gol dan empat assist hanya dalam 12 pertandingan. Catatan itu menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak sekaligus kreator serangan.
Produktivitasnya juga berlanjut di AFC Champions League 2. Dari enam pertandingan fase grup, Danilson sukses membukukan lima gol dan tiga assist.
Kemampuan membaca ruang, duel udara yang kuat, serta penyelesaian akhir yang klinis membuatnya menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Persib Bandung.
Nyifa Rakoto Harimalala Miliki Kecepatan Berbahaya
Selain Danilson, Ratchaburi juga mengandalkan Nyifa Rakoto Harimalala di sektor sayap. Pemain asal Madagaskar tersebut dikenal memiliki kecepatan tinggi dan kemampuan menusuk pertahanan lawan.
Sepanjang musim ini, Nyifa telah menyumbang lima gol dan tiga assist di berbagai kompetisi. Ia juga memiliki akurasi umpan yang baik sehingga sering membuka peluang bagi rekan-rekannya.
Mobilitas tinggi dan kemampuan bergerak tanpa bola membuat Nyifa sulit dihentikan, terutama ketika Ratchaburi melakukan serangan balik cepat.
Persib Bandung perlu menyiapkan strategi khusus untuk meredam pergerakan pemain berusia produktif tersebut agar tidak leluasa menciptakan peluang.
Baca Juga: Persib Bandung Menang Meyakinkan 2-0, Tom Haye Cetak Gol Penutup dan Amankan Keunggulan
Bobotoh Jadi Modal Tambahan Persib
Selain kualitas skuad, Persib Bandung juga mendapat keuntungan memainkan leg kedua di hadapan Bobotoh di Stadion GBLA. Dukungan ribuan suporter diperkirakan akan menjadi suntikan motivasi bagi Marc Klok dan kolega saat berjuang memperebutkan tiket perempat final.
Atmosfer kandang diharapkan mampu meningkatkan mental bertanding para pemain sekaligus memberikan tekanan kepada tim tamu.
Meski demikian, Persib tetap harus membawa hasil positif dari leg pertama di Thailand agar memiliki peluang lebih besar saat tampil di Bandung.
Duel melawan Ratchaburi FC dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi Maung Bandung di pentas Asia. Jika mampu meredam ketajaman Danilson Junior dan membatasi ruang gerak Nyifa Rakoto Harimalala, peluang Persib Bandung untuk melangkah ke perempat final AFC Champions League 2 akan semakin terbuka. Kedisiplinan bertahan, efektivitas penyelesaian akhir, dan dukungan penuh Bobotoh menjadi modal utama untuk mewujudkan target tersebut.
Editor : M. Helmi Nurhisam