JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan angkat bicara mengenai dinamika mental dan tekanan luar biasa yang dialaminya saat melakoni laga pamungkas hingga sukses menyegel gelar juara di turnamen Australia Open. Di balik penampilannya yang terlihat tenang di lapangan, Alwi mengakui detak jantungnya (heart rate) sempat melonjak drastis hingga menyentuh angka 200 saat laga krusial tersebut berlangsung.
Kondisi lonjakan detak jantung yang sangat tinggi ini sebenarnya bukan kali pertama dirasakan oleh sang pemain di panggung internasional. Alwi mengungkapkan bahwa dirinya bahkan pernah mencatatkan heart rate hingga mencapai angka 213 saat bertanding dan akhirnya keluar sebagai juara pada ajang World Junior Championship.
Pengalaman fisik dan mental tersebut dinilai sebagai hal yang wajar bagi seorang atlet profesional yang bertanding di level tertinggi. Meski angka detak jantungnya tergolong sangat tinggi, Alwi menegaskan bahwa dirinya tidak merasakan kelelahan fisik yang berlebihan di tengah pertarungan ketat.
Baca Juga: Perbedaan Honda PCX 160 Tipe CBS dan ABS 2026: Cek Fitur, Pilihan Warna, dan Selisih Harganya!
Menghadapi Tekanan Berat dan Target Pribadi
Tingkat ketegangan serta beban mental yang dirasakan Alwi Farhan pada turnamen kali ini terbilang sangat masif. Situasi tersebut dinilainya hampir serupa dengan pengalaman berharga yang pernah didapatkannya saat dipercaya tampil membela tim Indonesia dalam ajang Thomas Cup.
Perbedaan posisi serta ekspektasi dalam tim menuntut dirinya untuk bisa menyumbangkan poin kemenangan bagi Merah Putih. Target besar yang ditetapkan oleh tim pelatih serta ambisi pribadi yang ingin dicapainya membuat beban pertandingan terasa jauh lebih berat dibanding periode-periode sebelumnya.
Bagi Alwi, dinamika tekanan tinggi di atas lapangan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan kariernya sebagai pebulu tangkis profesional. Ia berhasil membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa rasa takut dan kecemasan mampu diatasi melalui latihan keras serta persiapan yang matang.
Mengontrol Pikiran di Luar Penampilan Luar
Meskipun dari luar gestur dan raut wajahnya tampak sangat tenang dan terkontrol, Alwi Farhan mengaku sejatinya ada banyak hal serta pemikiran yang berkecamuk di dalam benaknya sepanjang laga final berlangsung.
Banyak penonton dan masyarakat umum tidak menyadari gejolak mental yang sedang dihadapinya saat berada di area pertandingan. Namun, seiring bertambahnya jam terbang, ia terus belajar untuk mengendalikan serta mengelola jalan pikirannya agar tetap fokus meraih poin demi poin.
Proses pendewasaan mental tersebut juga diakuinya tidak lepas dari masukan serta kritik yang kerap dilayangkan oleh publik maupun pencinta bulu tangkis tanah air. Alwi memilih bersikap bijak dan menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kritik kepadanya selama ini.
Ia tidak membawa masukan negatif ke dalam ranah personal atau merasa kesal terhadap pihak tertentu. Alwi memandang seluruh masukan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab profesionalnya untuk terus berkembang menjadi atlet yang jauh lebih baik di masa depan.
Menatap Target Gelar BWF Level 750 dan 1000
Setelah berhasil bangkit dari tekanan dan meraih podium tertinggi di ajang Australia Open, Alwi Farhan kini mulai mengalihkan fokusnya untuk membidik target yang lebih tinggi pada turnamen-turnamen mendatang.
Pebulu tangkis muda ini secara terbuka mengincar raihan gelar juara pada turnamen BWF level Super 750 dan Super 1000. Target tersebut dicanangkan lantaran dirinya sejauh ini belum berhasil meraih piala pada dua level tertinggi dalam kalender BWF World Tour tersebut.
Mengenai persaingan dan pencapaian pemain lain di kelompok usianya, Alwi menegaskan enggan membandingkan jalurnya dengan pebulu tangkis lain. Menurutnya, setiap atlet memiliki proses, tantangan, serta alur perjalanan kariernya masing-masing yang tidak bisa disamaratakan.
Ia menilai grafik performa serta pencapaiannya di jajaran turnamen BWF sejauh ini terbilang cukup konsisten. Harapan utamanya adalah mampu menjaga ritme konsistensi tersebut agar tetap tampil optimal pada setiap kejuaraan yang diikuti.
Baca Juga: Perbedaan Honda PCX 160 Tipe CBS dan ABS 2026: Cek Fitur, Pilihan Warna, dan Selisih Harganya!
Persiapan Maksimal Menuju Kejuaraan Dunia dan Asian Games
Selain membidik gelar di turnamen seri BWF level atas, agenda besar Alwi Farhan juga tertuju pada kejuaraan beregu dan individu bergengsi lainnya yang bergulir pada kalender kompetisi tahun ini.
Fokus utamanya terbagi untuk menghadapi ajang Kejuaraan Dunia (World Championships) serta pesta olahraga Asian Games. Meski dua ajang tersebut menjadi target utama (main goal), Alwi memastikan turnamen-turnamen lain yang dijadwalkan bakal tetap diarungi dengan fokus penuh.
Prinsip tampil habis-habisan (all out) di setiap pertandingan menjadi komitmen yang bakal terus dipegang teguh oleh Alwi Farhan. Pendekatan ini akan dibarengi dengan persiapan matang di pemusatan latihan guna memastikan kondisi fisik dan mentalnya siap tempur.
Dengan raihan gelar di Australia Open serta kematangan mental yang terus teruji, langkah Alwi Farhan untuk menembus jajaran elit bulu tangkis dunia dinilai makin terbuka lebar.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Tribunnews