Persebaya Surabaya 2026-2027 Belanja Besar demi Misi Juara, Sambut Usia 100 Tahun dengan Skuad Mewah

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 17:46 WIB
Persebaya Surabaya 2026-2027 melakukan revolusi skuad dengan merekrut banyak pemain baru demi memburu gelar saat perayaan 100 tahun klub.(pinterest)
Persebaya Surabaya 2026-2027 melakukan revolusi skuad dengan merekrut banyak pemain baru demi memburu gelar saat perayaan 100 tahun klub.(pinterest)

SURABAYA - Persebaya Surabaya menjadi salah satu klub paling agresif pada bursa transfer Super League 2026-2027. Tim berjuluk Bajul Ijo melakukan perombakan besar dengan melepas sejumlah pemain lama dan mendatangkan banyak wajah baru sebagai bagian dari persiapan menyambut ulang tahun ke-100 klub pada 18 Juni 2027.

Persebaya Surabaya 2026-2027 terlihat bergerak lebih aktif dibandingkan sejumlah pesaing utama, termasuk juara bertahan Persib Bandung, Borneo FC, maupun Persija Jakarta. Aktivitas transfer yang masif ini dinilai sebagai langkah serius manajemen untuk membangun tim yang mampu bersaing memperebutkan gelar.

Perayaan satu abad berdirinya Persebaya menjadi alasan utama di balik ambisi besar tersebut. Klub asal Kota Pahlawan itu ingin menghadiahkan prestasi terbaik kepada para pendukungnya pada momentum bersejarah tersebut.

Target Juara pada Momen Sejarah Klub

Persebaya akan memasuki usia 100 tahun pada 18 Juni 2027. Momen itu menjadi target penting bagi manajemen untuk menghadirkan skuad yang mampu meraih hasil maksimal.

Baca Juga: Bursa Transfer dan Persiapan Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Intip Kekuatan Grup A!

Karena itu, pembenahan dilakukan hampir di seluruh lini. Mulai dari sektor pertahanan, lini tengah hingga lini depan mendapat sentuhan melalui perekrutan pemain baru.

Langkah tersebut juga menjadi bentuk kepercayaan manajemen terhadap pelatih Eduardo Tavares yang dinilai berhasil mengangkat performa tim pada paruh kedua musim lalu.

Performa Persebaya Berubah Bersama Eduardo Tavares

Musim lalu, Persebaya sempat mengalami perjalanan yang tidak konsisten.

Baca Juga: OPPO Reno 15 Masih Layak Beli di 2026? Ini Daftar Kelebihan, Kekurangan, dan Hasil Tes Performa Harian!

Dalam 15 pertandingan awal, tim hanya mampu meraih lima kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan. Situasi tersebut membuat pergantian pelatih terjadi setelah Eduardo sempat digantikan caretaker Uston Nawawi sebelum akhirnya Eduardo Tavares menangani tim.

Di bawah arahan Tavares, performa Persebaya berubah cukup signifikan.

Tim menjadi lebih kokoh saat bertahan sekaligus lebih tajam ketika menyerang.

Persebaya akhirnya mampu menutup musim di posisi keempat klasemen dengan catatan 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Selisih gol juga cukup positif sehingga Bajul Ijo berhasil merebut posisi empat besar yang sebelumnya cukup lama ditempati Malut United.

Keberhasilan itu membuat manajemen memberikan kepercayaan penuh kepada Eduardo Tavares untuk membangun tim sesuai kebutuhan menghadapi musim 2026-2027.

Sepuluh Pemain Dilepas dalam Revolusi Skuad

Sebagai bagian dari pembentukan tim baru, Persebaya melakukan perombakan besar.

Sebanyak 10 pemain dilepas setelah musim berakhir.

Beberapa nama yang sebelumnya menjadi bagian penting skuad juga tidak lagi dipertahankan.

Di lini belakang terdapat bek Loyol Lelis yang dilepas.

Di sektor tengah, kapten tim Bruno Moreira tidak mendapat perpanjangan kontrak.

Selain itu, Bruno Paraiba juga berpisah dengan Persebaya.

Sementara di bawah mistar, Andika Ramadani yang beberapa kali menjadi penyelamat tim juga ikut meninggalkan klub.

Keputusan melepas sejumlah pemain inti menunjukkan keseriusan manajemen melakukan regenerasi demi meningkatkan kualitas tim.

Enam Pemain Lokal Baru Didatangkan

Selain memburu pemain asing, Persebaya juga memperkuat komposisi pemain lokal.

Sedikitnya enam pemain Indonesia direkrut untuk menghadapi musim baru.

Mereka adalah Dicky Kurniawan, Ricky Pratama, Yusuf Meilana, Sahrul Sinari, Reza Arya, serta Ramadan Sananta.

Nama terakhir menjadi salah satu rekrutan yang paling menarik perhatian.

Ramadan Sananta Diharapkan Mengatasi Masalah Lini Depan

Persebaya memiliki persoalan produktivitas gol sepanjang musim lalu.

Striker utama Perovic hanya mampu mencetak lima gol dari 19 pertandingan.

Produktivitas tersebut dinilai belum cukup bagi tim yang memiliki target bersaing di papan atas.

Kehadiran Ramadan Sananta diharapkan menjadi solusi.

Penyerang tim nasional Indonesia itu memiliki pengalaman bersama Eduardo Tavares saat memperkuat PSM Makassar pada musim 2022-2023.

Saat itu, Sananta mencetak 11 gol dari 24 pertandingan dan ikut mengantarkan PSM menjadi juara.

Meski musim lalu bersama DPMM Brunei hanya menghasilkan dua gol dari 21 pertandingan, Sananta diyakini masih memiliki potensi besar.

Ia juga telah mencatat enam gol dari 20 penampilan bersama Timnas Indonesia.

Dalam pandangan pelatih, Tavares dianggap sebagai sosok yang mampu mengembalikan kepercayaan diri sekaligus ketajaman Sananta.

Persaingan Ketat di Posisi Penjaga Gawang

Persebaya juga memperkuat sektor penjaga gawang dengan merekrut Reza Arya.

Kiper berusia 26 tahun itu menghabiskan tujuh musim bersama PSM Makassar.

Musim lalu ia tampil dalam 10 pertandingan.

Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, Reza dinilai memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan Ernando Ari.

Persaingan tersebut diharapkan membuat kualitas kedua penjaga gawang meningkat sepanjang musim.

Pemain Lokal Lain Menambah Kedalaman Skuad

Sahrul Sinari menjadi tambahan di sektor bek kanan.

Sementara Yusuf Meilana dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu bermain di sisi kanan maupun kiri pertahanan.

Pengalamannya bersama Persik Kediri dan Bali United menjadi nilai tambah bagi Persebaya.

Ricky Pratama juga masuk dalam proyek jangka panjang.

Meski baru mencetak satu gol selama empat musim bersama PSM, pemain asal Sidoarjo itu dinilai sesuai dengan karakter permainan Eduardo Tavares.

Kecepatannya memungkinkan Ricky bermain sebagai penyerang maupun sayap kanan.

Perannya diperkirakan lebih banyak sebagai pelapis yang siap memberikan perubahan ketika dibutuhkan.

Alex Martins Jadi Rekrutan Paling Menonjol

Di sektor pemain asing, Persebaya melakukan langkah yang tak kalah mengejutkan.

Klub tetap mempertahankan Rivera, Risto Mitrevski, dan Jefferson.

Namun, mereka juga mendatangkan sejumlah pemain baru yang dianggap memiliki kualitas tinggi.

Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Alex Martins.

Penyerang tersebut disebut sebagai kepingan yang selama ini dicari Persebaya.

Dalam tiga musim terakhir bersama Dewa United, Alex Martins selalu mampu mencetak lebih dari 20 gol setiap musim.

Produktivitas itu membuatnya diharapkan menjadi mesin gol baru Bajul Ijo.

Yan Marbela Tambah Variasi Serangan

Persebaya juga merekrut Yan Marbela.

Pemain berusia 30 tahun itu pernah menimba pengalaman di akademi Olympique Lyon pada usia muda.

Musim lalu ia bermain bersama Terengganu di Liga Malaysia dengan catatan tujuh gol dari 11 pertandingan.

Kehadirannya membuka banyak opsi bagi Eduardo Tavares.

Jika menggunakan dua penyerang, Alex Martins dan Yan Marbela berpotensi menjadi duet yang berbahaya.

Keduanya juga akan mendapat dukungan dari Rivera sebagai kreator serangan dan Jefferson yang dikenal rajin memberikan umpan matang dari sisi kiri.

Yuran Fernandez Perkuat Tembok Pertahanan

Di lini belakang, Persebaya mendatangkan Yuran Fernandez.

Bek tersebut merupakan salah satu pemain penting saat PSM Makassar menjuarai Liga Indonesia musim 2022-2023.

Ketika itu, PSM hanya menelan tiga kekalahan dari 34 pertandingan dan kebobolan 28 gol sepanjang musim.

Yuran diproyeksikan berduet dengan Risto Mitrevski.

Kolaborasi keduanya diharapkan membuat lini pertahanan Persebaya jauh lebih solid dibanding musim sebelumnya.

Dengan dukungan Tony Firmansyah sebagai gelandang bertahan, sektor pertahanan Bajul Ijo diperkirakan semakin sulit ditembus lawan.

Tambahan Gelandang dan Opsi Formasi

Persebaya juga memperkuat lini tengah melalui kedatangan Diogo Ramalho.

Musim lalu ia bermain bersama Constanța dengan mencatat satu gol dari 35 pertandingan.

Sebelumnya, pemain tersebut juga memiliki pengalaman bermain di beberapa klub Portugal.

Selain itu, Miguel Pereira ikut menambah pilihan pemain asing.

Kehadiran dua pemain tersebut memberi fleksibilitas bagi Eduardo Tavares dalam menentukan strategi.

Pelatih asal Portugal itu dikenal mampu menggunakan berbagai formasi sesuai kebutuhan pertandingan.

Dengan materi pemain yang dimiliki, Persebaya dinilai bisa memainkan skema 4-3-3, 3-4-3, 4-4-2, maupun 3-5-2.

Variasi tersebut membuat Bajul Ijo memiliki banyak alternatif ketika menghadapi karakter lawan yang berbeda.

Persebaya Dinilai Siap Menjadi Penantang Gelar

Perombakan besar yang dilakukan Persebaya menunjukkan keseriusan klub menghadapi Super League 2026-2027.

Kombinasi pemain lokal, pemain asing berpengalaman, serta kepercayaan kepada Eduardo Tavares menjadi fondasi utama proyek besar tersebut.

Momentum menuju usia 100 tahun menjadi motivasi tambahan bagi seluruh elemen klub.

Apabila para pemain baru mampu beradaptasi dengan cepat dan tampil sesuai harapan, Persebaya berpotensi menjadi salah satu tim yang paling diperhitungkan dalam persaingan memperebutkan gelar musim 2026-2027.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Blind Spot By Bung Kusnaeni
Persebaya Surabaya 2026-2027 Eduardo Tavares ramadan sananta bursa transfer persebaya Alex Martins