Veddriq Leonardo Juara Speed World Cup Salt Lake City, Raih Emas Kedua Musim Ini usai Peng Wu Terpeleset

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 20:20 WIB
Veddriq Leonardo meraih medali emas Speed World Cup Salt Lake City setelah mengalahkan Peng Wu di final. Atlet Indonesia mencatat waktu 4,95 detik.(Pinterest)
Veddriq Leonardo meraih medali emas Speed World Cup Salt Lake City setelah mengalahkan Peng Wu di final. Atlet Indonesia mencatat waktu 4,95 detik.(Pinterest)

JAKARTA - Veddriq Leonardo kembali menunjukkan dominasinya di nomor speed panjat tebing dengan merebut medali emas pada ajang IFSC Speed World Cup di Salt Lake City. Atlet Indonesia itu mengalahkan wakil China, Peng Wu, di partai final setelah lawannya mengalami terpeleset saat perlombaan berlangsung.

Kemenangan tersebut menjadi gelar kedua Veddriq pada musim kompetisi ini. Di final, ia mencatatkan waktu 4,95 detik, sementara Peng Wu harus puas membawa pulang medali perak setelah kesalahan di awal lintasan menggagalkan peluangnya meraih emas.

Hasil ini sekaligus menegaskan konsistensi Veddriq Leonardo sebagai salah satu pemanjat tebing tercepat dunia di tengah persaingan ketat nomor speed. 

Baca Juga: Cara Kerja Pesawat Siluman Terungkap, Ini Rahasia Stealth Aircraft Sulit Terdeteksi Radar hingga Kini

Final Berlangsung Dramatis

Partai final mempertemukan Veddriq Leonardo dengan Peng Wu. Kedua atlet memulai lomba dengan start bersih sehingga peluang kemenangan masih terbuka lebar bagi masing-masing.

Namun, beberapa saat setelah meninggalkan papan start, Peng Wu kehilangan pijakan dan terpeleset. Kesalahan tersebut membuat ritmenya terganggu dan peluang merebut medali emas langsung menipis.

Di sisi lain, Veddriq mampu menjaga konsentrasi hingga garis finis. Ia menyelesaikan lintasan tanpa melakukan kesalahan berarti dan memastikan posisi teratas.

Komentator pertandingan menyebut insiden terpeleset yang dialami Peng Wu menjadi penentu hasil akhir karena pada nomor speed, kesalahan sekecil apa pun sangat sulit diperbaiki.

Tampil Konsisten Sejak Babak Awal

Sebelum mencapai final, Veddriq harus melewati sejumlah pertandingan yang berlangsung ketat.

Pada babak sebelumnya, ia menghadapi wakil Prancis, Bassa. Kedua atlet melakukan start dengan baik, tetapi Veddriq mampu mempertahankan keunggulan hingga mencapai puncak dinding panjat.

Keberhasilan itu mengantarkannya ke semifinal menghadapi rekan senegara, Camel Katibin.

Duel Sesama Atlet Indonesia

Semifinal mempertemukan dua atlet Indonesia, yakni Veddriq Leonardo dan Camel Katibin.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena catatan waktu terbaik keduanya hampir identik, yakni berada di kisaran 4,9 detik.

Saat perlombaan dimulai, kedua atlet tampil cepat. Namun Camel sempat mengalami slip pada awal lintasan.

Meski berhasil menyelamatkan posisinya dan tetap melanjutkan perlombaan, kesalahan tersebut membuatnya tertinggal dari Veddriq.

Veddriq akhirnya memastikan tiket ke partai final, sedangkan Camel gagal melaju setelah kehilangan momentum akibat kesalahan tersebut.

Baca Juga: Cara Kerja Pesawat Siluman Terungkap, Ini Rahasia Stealth Aircraft Bisa Lolos dari Deteksi Radar

Peng Wu Singkirkan Samuel Watson

Di sisi lain bagan, Peng Wu berhasil mengamankan tempat di final setelah melewati pertandingan yang membawanya bertemu Samuel Watson.

Kemenangan tersebut membuka peluang terjadinya duel Indonesia melawan China pada perebutan medali emas.

Komentator menilai Peng Wu memiliki kesempatan besar meraih gelar karena belum pernah memenangkan seri Speed World Cup sebelumnya.

Persaingan Ketat di Nomor Speed

Sepanjang pertandingan, komentator beberapa kali menyoroti karakter nomor speed yang berlangsung sangat cepat.

Setiap perlombaan hanya berlangsung dalam hitungan detik sehingga kesalahan kecil, seperti kehilangan pijakan atau keterlambatan sepersekian detik, dapat langsung mengubah hasil pertandingan.

Mereka juga menyebut seluruh lintasan telah dihafal para atlet sehingga faktor konsentrasi dan eksekusi menjadi penentu utama.

Indonesia Tunjukkan Kekuatan

Keberhasilan Veddriq Leonardo dan Camel Katibin menembus fase akhir menjadi bukti kekuatan Indonesia di nomor speed.

Komentator bahkan menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk terus bersaing di level tertinggi karena dukungan terhadap cabang olahraga panjat tebing semakin kuat.

Kehadiran dua atlet Indonesia di babak semifinal juga menunjukkan kedalaman kualitas skuad Merah Putih pada nomor speed.

Veddriq Raih Emas Kedua Musim Ini

Usai memastikan kemenangan di final, Veddriq menerima medali emas dalam upacara penghormatan pemenang.

Peng Wu menempati posisi kedua dan menerima medali perak, sedangkan Camel Katibin membukukan catatan waktu cepat 4,98 detik pada kompetisi tersebut.

Komentator menyebut kemenangan di Salt Lake City menjadi medali emas kedua Veddriq Leonardo pada musim ini. Hasil tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet paling konsisten di ajang IFSC Speed World Cup.

Dengan catatan waktu 4,95 detik di final dan performa stabil sejak babak awal, Veddriq kembali membuktikan dirinya mampu tampil maksimal di bawah tekanan serta mempertahankan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama panjat tebing nomor speed di dunia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : GUIDE2GRAPHY
Veddriq Leonardo Speed World Cup Salt Lake City panjat tebing Indonesia Peng Wu Camel Katibin