Veddriq Leonardo Sabet Emas Speed World Cup Salt Lake City, Catat Waktu 4,95 Detik di Final

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 20:25 WIB
Veddriq Leonardo menjadi juara Speed World Cup Salt Lake City usai mengalahkan Peng Wu di final. Atlet Indonesia mencatat waktu 4,95 detik.(Pinterest)
Veddriq Leonardo menjadi juara Speed World Cup Salt Lake City usai mengalahkan Peng Wu di final. Atlet Indonesia mencatat waktu 4,95 detik.(Pinterest)

JAKARTA - Veddriq Leonardo kembali mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas pada seri IFSC Speed World Cup di Salt Lake City. Atlet spesialis speed itu mengalahkan wakil China, Peng Wu, di partai final yang berlangsung dramatis setelah lawannya terpeleset sesaat usai start.

Kemenangan tersebut menjadi gelar kedua Veddriq pada musim kompetisi ini. Ia mencatatkan waktu 4,95 detik di final, sementara Peng Wu harus puas membawa pulang medali perak setelah kehilangan peluang emas akibat kesalahan di awal lintasan.

Hasil tersebut sekaligus mempertegas konsistensi Veddriq sebagai salah satu atlet speed terbaik dunia yang mampu tampil stabil sepanjang kompetisi.

Baca Juga: Pabrikan Jepang Tinggalkan Segmen Ini, Motor Cruiser 250 cc China Justru Makin Ramai, Ini Daftar Modelnya

Final Berakhir Dramatis

Partai final mempertemukan Veddriq Leonardo dengan Peng Wu. Kedua pemanjat memulai perlombaan dengan start yang bersih dan nyaris tanpa selisih.

Namun, beberapa pijakan setelah meninggalkan garis start, Peng Wu kehilangan keseimbangan akibat terpeleset. Kesalahan itu membuat ritmenya langsung terganggu dan peluang meraih medali emas pun sirna.

Sementara itu, Veddriq tetap menjaga konsentrasi hingga menyelesaikan lintasan tanpa kesalahan berarti. Ia pun mengamankan kemenangan sekaligus naik ke podium tertinggi.

Komentator pertandingan menyebut insiden yang dialami Peng Wu menjadi penentu hasil akhir karena nomor speed berlangsung sangat singkat sehingga kesalahan sekecil apa pun sulit diperbaiki.

Veddriq Tampil Meyakinkan Sejak Babak Awal

Perjalanan Veddriq menuju final tidak berlangsung mudah. Ia harus menghadapi sejumlah lawan tangguh sejak fase gugur.

Pada babak perempat final, Veddriq berhadapan dengan wakil Prancis, Bassa. Kedua atlet sama-sama melakukan start yang bersih.

Meski lawannya sempat memberikan tekanan, Veddriq mampu mempertahankan keunggulan hingga mencapai puncak dinding lebih dahulu.

Keberhasilan tersebut memastikan langkah atlet Indonesia itu menuju semifinal.

Duel Sengit Kontra Camel Katibin

Semifinal menghadirkan duel sesama atlet Indonesia antara Veddriq Leonardo dan Camel Katibin.

Pertandingan ini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan karena keduanya memiliki catatan waktu terbaik yang hampir identik, berada di kisaran 4,9 detik.

Saat perlombaan dimulai, kedua atlet tampil cepat. Namun Camel mengalami sedikit slip pada awal lintasan.

Meski berhasil menyelamatkan posisinya dan tetap melanjutkan perlombaan, kehilangan momentum tersebut membuatnya tertinggal dari Veddriq.

Veddriq akhirnya memastikan kemenangan dan melaju ke final, sedangkan Camel harus mengakhiri langkahnya di semifinal.

Baca Juga: Cara Kerja Pesawat Siluman Terungkap, Ini Rahasia Stealth Aircraft Sulit Terdeteksi Radar hingga Kini

Peng Wu Lolos ke Final

Di sisi lain, Peng Wu berhasil mengamankan tiket final usai mengalahkan lawannya pada babak semifinal.

Keberhasilan itu membuka peluang terjadinya duel Indonesia melawan China dalam perebutan medali emas.

Komentator pertandingan menilai Peng Wu memiliki motivasi besar karena masih memburu gelar pertamanya di ajang Speed World Cup.

Nomor Speed Ditentukan Hitungan Detik

Sepanjang siaran langsung, komentator menyoroti betapa ketatnya persaingan di nomor speed.

Seluruh atlet telah menghafal jalur panjat sehingga perlombaan lebih banyak ditentukan oleh kecepatan, akurasi pijakan, serta kemampuan menjaga ritme sejak start hingga finis.

Karena durasi perlombaan hanya berlangsung beberapa detik, kesalahan kecil seperti kehilangan pijakan dapat langsung mengubah hasil pertandingan.

Hal tersebut terbukti pada final ketika Peng Wu terpeleset sehingga tidak mampu mengejar catatan waktu Veddriq.

Indonesia Tunjukkan Dominasi

Keberhasilan Veddriq dan Camel Katibin melangkah jauh dalam kompetisi menunjukkan kekuatan Indonesia di nomor speed.

Komentator juga menyoroti besarnya dukungan yang dimiliki para atlet Indonesia serta peluang mereka untuk terus bersaing di level dunia.

Dua atlet Indonesia yang mampu menembus babak semifinal menjadi bukti bahwa Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan utama dalam cabang panjat tebing nomor speed.

Gelar Kedua Musim Ini

Usai perlombaan, Veddriq Leonardo menerima medali emas sebagai juara seri Speed World Cup Salt Lake City.

Peng Wu menempati posisi kedua dan berhak atas medali perak, sementara Camel Katibin juga mencatatkan performa impresif dengan waktu 4,98 detik selama kompetisi.

Komentator menyebut keberhasilan di Salt Lake City merupakan medali emas kedua Veddriq pada musim ini.

Catatan waktu 4,95 detik di partai final menjadi penutup sempurna bagi penampilan atlet Indonesia tersebut. Konsistensi yang ditunjukkan sejak babak awal hingga final kembali membuktikan kapasitas Veddriq Leonardo sebagai salah satu pemanjat tebing tercepat di dunia dan menjadi andalan Indonesia di ajang internasional.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : GUIDE2GRAPHY
Veddriq Leonardo panjat tebing Indonesia Peng Wu Speed World Cup Salt Lake City