JAKARTA - Veddriq Leonardo kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemanjat tebing tercepat dunia setelah meraih medali emas pada seri IFSC Speed World Cup Salt Lake City. Atlet Indonesia itu mengalahkan wakil China, Peng Wu, di partai final yang berlangsung dramatis usai sang rival terpeleset pada awal lintasan.
Veddriq menuntaskan perlombaan dengan catatan waktu 4,95 detik. Kemenangan tersebut menjadi gelar kedua yang diraihnya pada musim kompetisi Speed World Cup, sekaligus memperkuat posisinya di jajaran atlet elite nomor speed dunia.
Keberhasilan ini juga semakin lengkap karena Indonesia turut menempatkan Camel Katibin hingga babak semifinal. Kedua atlet Merah Putih tampil kompetitif sepanjang turnamen dan menunjukkan konsistensi di lintasan.
Final Ditentukan oleh Kesalahan Kecil
Laga puncak mempertemukan Veddriq Leonardo dengan Peng Wu dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat.
Keduanya mengawali perlombaan dengan start bersih. Namun, sesaat setelah meninggalkan pijakan awal, Peng Wu kehilangan keseimbangan dan terpeleset.
Kesalahan tersebut membuat ritme panjatannya terganggu. Di nomor speed yang hanya berlangsung beberapa detik, insiden sekecil apa pun sangat sulit diperbaiki.
Sementara itu, Veddriq tetap tampil tenang. Ia menjaga kecepatan dan akurasi hingga menyentuh tombol finis tanpa kesalahan berarti.
Komentator pertandingan menyebut terpelesetnya Peng Wu menjadi momen yang menentukan hasil akhir karena peluang mengejar ketertinggalan hampir mustahil dilakukan dalam nomor speed.
Veddriq Tampil Konsisten Sejak Perempat Final
Sebelum melaju ke partai puncak, Veddriq lebih dulu menghadapi wakil Prancis, Bassa, pada babak perempat final.
Kedua atlet melakukan start dengan baik. Bassa sempat memberikan tekanan di awal lintasan, tetapi Veddriq mampu mempertahankan keunggulannya hingga mencapai puncak dinding lebih dulu.
Kemenangan tersebut memastikan langkah atlet Indonesia itu menuju babak semifinal.
Duel Sesama Atlet Indonesia
Babak semifinal menghadirkan pertandingan menarik karena mempertemukan dua wakil Indonesia, Veddriq Leonardo dan Camel Katibin.
Laga ini diprediksi berlangsung sengit mengingat keduanya memiliki catatan waktu terbaik yang hampir sama, yakni berada di kisaran 4,9 detik.
Saat perlombaan dimulai, kedua atlet tampil agresif. Namun Camel mengalami slip pada bagian awal lintasan.
Meski berhasil menyelamatkan posisinya dan tetap melanjutkan panjatan, kehilangan momentum membuatnya tertinggal dari Veddriq.
Veddriq akhirnya memastikan kemenangan dan melangkah ke final, sedangkan Camel harus mengakhiri perjuangannya di babak empat besar.
Peng Wu Melaju dari Sisi Berbeda
Di sisi lain bagan pertandingan, Peng Wu berhasil memastikan tiket menuju final setelah melewati babak semifinal.
Komentator pertandingan menilai kemenangan di Salt Lake City akan menjadi pencapaian besar bagi atlet China tersebut karena ia belum pernah menjuarai seri Speed World Cup sebelumnya.
Hal itu membuat duel melawan Veddriq menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan.
Nomor Speed Mengandalkan Presisi
Sepanjang pertandingan, komentator beberapa kali menyoroti karakter nomor speed yang sangat berbeda dibanding disiplin panjat tebing lainnya.
Para atlet telah menghafal seluruh jalur sehingga perlombaan lebih ditentukan oleh kecepatan, ketepatan pijakan, serta kemampuan menjaga ritme.
Karena perlombaan berlangsung kurang dari lima detik, kesalahan kecil seperti kehilangan pijakan dapat langsung menentukan hasil akhir.
Insiden yang dialami Peng Wu pada partai final menjadi contoh bagaimana satu kesalahan mampu mengubah perebutan medali emas.
Indonesia Kembali Tunjukkan Kekuatan
Keberhasilan Veddriq Leonardo dan Camel Katibin menembus babak semifinal menjadi bukti bahwa Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan utama di nomor speed.
Komentator juga menyoroti besarnya dukungan yang diberikan kepada para atlet Indonesia serta peluang mereka untuk terus bersaing di level tertinggi pada ajang-ajang berikutnya.
Kehadiran dua wakil Indonesia di fase akhir menunjukkan kedalaman kualitas atlet speed yang dimiliki Merah Putih.
Gelar Kedua Musim Ini
Usai pertandingan, Veddriq Leonardo naik ke podium tertinggi untuk menerima medali emas. Peng Wu menempati posisi kedua dan membawa pulang medali perak.
Camel Katibin juga mencatatkan performa impresif dengan membukukan waktu 4,98 detik selama kompetisi.
Komentator menyebut keberhasilan di Salt Lake City merupakan medali emas kedua Veddriq pada musim ini. Dengan catatan waktu 4,95 detik di partai final serta performa konsisten sejak babak awal, Veddriq kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemanjat tebing tercepat dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan atas nomor speed internasional.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : GUIDE2GRAPHY