Mario Aji MotoGP Dibuat Terkejut Performa Brutal Veda Ega Pratama Naik Motor 600 cc di Mandalika

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:47 WIB
Mario Aji MotoGP dibuat terkejut oleh aksi mengagumkan Veda Ega Pratama saat latihan privat di Sirkuit Mandalika menunggangi motor 600 cc jelang GP Inggris. (SC INSTAGRAM)
Mario Aji MotoGP dibuat terkejut oleh aksi mengagumkan Veda Ega Pratama saat latihan privat di Sirkuit Mandalika menunggangi motor 600 cc jelang GP Inggris. (SC INSTAGRAM)

BLITAR - Pembalap kebanggaan Indonesia di ajang Moto2, Mario Aji MotoGP, dibuat terkejut saat melakoni latihan privat tertutup di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Libur paruh musim panas yang seharusnya digunakan oleh sebagian besar pembalap untuk bersantai dan memulihkan stamina justru berubah menjadi panggung pertarungan sengit bagi dua talenta terbaik tanah air.

Mario Aji MotoGP bersama pembalap muda berbakat Veda Ega Pratama memilih memanfaatkan jeda kompetisi kejuaraan dunia dengan terus mengasah ketajaman insting membalap mereka di lintasan. Keduanya memacu motor supersport berkapasitas mesin 600 cc di atas aspal Mandalika demi menjaga kebugaran fisik, refleks, dan mental bertanding sebelum kembali berlaga pada seri Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone.

Sensasi luar biasa muncul di tengah jalannya sesi latihan privat yang berlangsung sangat ketat tersebut. Mario Aji MotoGP dibuat kagum sekaligus terpukau oleh performa luar biasa Veda Ega Pratama yang merupakan pembalap reguler di kelas Moto3. Veda, yang sehari-harinya terbiasa menunggangi motor berkapasitas 250 cc, secara mengejutkan mampu tampil agresif dan beradaptasi secara instan di atas motor bermesin 600 cc.

Baca Juga: TASPEN Life Buka Layanan Pensiun P3K: Cek Program Jaminan Hari Tua dan Keuntungannya!

Loncatan Ekstrem dari Kuda Poni ke Monster Buas

Perubahan dari motor kelas Moto3 berkapasitas 250 cc ke motor supersport 600 cc bukanlah perkara mudah bagi seorang pembalap. Secara teknis, motor 250 cc memiliki bobot yang jauh lebih ringan dan karakter penyaluran tenaga yang relatif lebih mudah dikendalikan. Sementara itu, motor 600 cc ibarat monster buas yang menawarkan luapan tenaga melimpah, bobot lebih berat, serta pengereman mesin yang sangat responsif.

Bagi sebagian besar pembalap muda, transisi menuju kapasitas mesin yang jauh lebih besar biasanya memerlukan waktu adaptasi hingga puluhan putaran di lintasan. Pembalap harus memetakan ulang titik pengereman, memisahkan ritme pembukaan tuas gas agar ban tidak selip, serta mengelola stamina fisik secara ekstra agar tidak cepat terkuras habis.

Namun, hukum adaptasi umum tersebut seolah tidak berlaku bagi sosok Veda Ega Pratama. Saat keluar dari garis pit dan bannya menyentuh aspal Sirkuit Mandalika, Veda langsung menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Tanpa menunjukkan keraguan sedikit pun, pembalap muda ini langsung memacu kendaraan hingga batas maksimal sejak putaran-putaran awal latihan.

Aksi pengereman lambat atau late braking secara ekstrem dipamerkan Veda saat melintasi berbagai tikungan teknis Sirkuit Mandalika. Ia mampu merebut titik apex dengan sudut kemiringan tajam dan presisi tinggi, sebelum akhirnya memelintir tuas gas secara cepat saat keluar dari tikungan. Dominasi luar biasa Veda di atas tunggangan 600 cc tersebut sukses mengundang decak kagum dari seluruh kru yang berada di padok.

Duel Sengit Senior dan Junior di Sirkuit Mandalika

Daya tarik utama dari sesi latihan khusus ini terletak pada persaingan ketat secara langsung antara sang senior dan junior. Di atas kertas, Mario Aji memiliki pengalaman yang lebih matang karena berkompetisi secara reguler di kelas Moto2 menggunakan motor bermesin Triumph 765 cc. Dalam kalkulasi normal, Mario tentu diprediksi dapat memimpin jalannya latihan privat ini dengan cukup leluasa.

Kenyataan di atas lintasan justru menyajikan dinamika yang amat mengejutkan bagi banyak pihak. Veda Ega Pratama mampu menempel ketat ritme membalap Mario Aji sepanjang sesi latihan berlangsung. Setiap kali Mario mencoba meningkatkan batas kecepatannya, Veda dengan spesifikasi motor yang setara terus memberikan tekanan konstan dari posisi belakang.

Keberanian Veda melakukan manuver-manuver ketat memberikan gambaran jelas mengenai potensi besar dan bakat alami luar biasa yang dimilikinya. Mario Aji pun secara terbuka mengapresiasi keberanian serta kegigihan juniornya tersebut dalam menuntaskan sesi latihan. Kerja keras dan intensitas tinggi yang ditunjukkan oleh kedua rider ini membuktikan profesionalisme kelas dunia dalam menjaga stamina dan performa balap mereka.

Baca Juga: TASPEN Life Buka Layanan Pensiun P3K: Cek Program Jaminan Hari Tua dan Keuntungannya!

Modal Berharga Menuju Grand Prix Silverstone

Keberhasilan sesi latihan privat di Sirkuit Mandalika ini menjadi sinyal yang sangat positif bagi masa depan dunia balap motor Indonesia. Kemampuan Veda menguasai motor berkapasitas mesin besar dalam waktu singkat memperlihatkan kesiapan dirinya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi di panggung internasional.

Sementara itu, bagi Mario Aji, sesi latihan kompetitif bersama Veda menjadi sarana evaluasi yang sangat berharga untuk menjaga ketajaman refleks serta mental bertanding. Persaingan sehat yang terjadi di antara sesama pembalap nasional ini diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap kesiapan psikologis mereka menghadapi persaingan ketat di kejuaraan dunia.

Kini, fokus utama kedua pembalap kebanggaan tanah air tersebut tertuju pada lanjutan seri balap Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone. Pengalaman berharga serta hasil positif dari sesi latihan privat di Sirkuit Mandalika diharapkan menjadi modal kuat bagi Mario Aji dan Veda Ega Pratama untuk meraih prestasi maksimal dan mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Lensa Sport Arena
Mario Aji MotoGP moto3 veda ega pratama sirkuit mandalika moto2