BLITAR - Veda Ega Pratama mencuri perhatian dunia balap motor setelah sukses meraih podium perdana di Silverstone. Pebalap muda Indonesia itu finis di posisi ketiga usai menampilkan performa impresif, meski harus memulai balapan dari posisi ke-21.
Keberhasilan Veda Ega Pratama di Silverstone langsung mendapat pujian dari komentator internasional. Mereka bahkan menyebut Indonesia telah memiliki "superstar" baru berkat penampilan konsisten pebalap muda tersebut pada awal musim.
Podium ketiga di Silverstone menjadi lanjutan tren positif Veda Ega Pratama setelah sebelumnya mampu finis di posisi kelima pada seri pembuka di Thailand. Hasil itu membuat namanya semakin diperhitungkan dalam persaingan musim ini.
Baca Juga: VinFast Viper Siap Meluncur di Indonesia, Motor Listrik Rp20 Jutaan Ini Diklaim Nyaman dan Bertenaga
Dipuji sebagai Talenta Istimewa
Sepanjang siaran langsung balapan, komentator beberapa kali melontarkan pujian kepada Veda Ega Pratama.
Menurut mereka, catatan waktu yang dibukukan pebalap Indonesia itu sangat kompetitif. Selisih waktunya hanya terpaut beberapa persepuluh detik dari barisan terdepan saat sesi penentuan posisi start.
Komentator bahkan menyebut Veda sebagai pebalap yang "sangat spesial" dan diyakini memiliki masa depan cerah di dunia balap motor internasional.
Mereka menilai tidak banyak pebalap yang mampu langsung mencatat hasil besar pada awal kariernya. Setelah finis kelima di Thailand, Veda kini berhasil mengamankan podium ketiga di Silverstone.
Bangkit dari Posisi Ke-21
Di balik raihan podium tersebut, perjalanan Veda menuju finis ternyata tidak mudah.
Dalam ulasan yang disampaikan pengamat balap Indonesia, Veda mengalami kesulitan sejak sesi latihan pada Jumat. Ia gagal menembus 14 besar sehingga harus memulai balapan dari posisi ke-21.
Meski demikian, Veda tetap tampil tenang saat balapan berlangsung. Ia memilih tampil maksimal sesuai kemampuan tanpa mengambil risiko yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Strategi tersebut terbukti efektif. Perlahan tetapi pasti, Veda mampu memperbaiki posisinya hingga akhirnya finis di urutan ketiga.
Unggul di Tikungan
Pengamat juga menilai salah satu kelebihan Veda terletak pada kemampuannya memanfaatkan sektor tikungan.
Disebutkan bahwa motor yang digunakannya kalah cepat di lintasan lurus dibandingkan motor KTM milik para pesaing.
Namun, setiap memasuki tikungan, Veda mampu memangkas jarak bahkan menyalip lawan-lawannya. Kemampuan tersebut menjadi modal penting hingga akhirnya berhasil mengamankan podium.
Penampilan itu dinilai menunjukkan kualitas balap yang matang meski usianya masih muda.
Baca Juga: Review VinFast Viper: Motor Listrik Rp22 Jutaan Ini Punya Battery Swap, Tembus 90 Km/Jam
Persaingan Motor Dinilai Wajar
Dalam ulasan seusai balapan, pengamat turut menyinggung perbedaan performa antarmotor yang digunakan para pebalap.
Menurutnya, setiap musim selalu ada pabrikan yang memiliki motor lebih kompetitif dibandingkan pesaingnya.
Ia mencontohkan KTM yang saat ini tampil lebih kuat, sebagaimana Ducati pernah mendominasi pada musim sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai merupakan hasil kerja para insinyur dalam mengembangkan motor.
Karena itu, ia menilai tidak perlu mencari alasan lain di luar aspek teknis ketika melihat adanya perbedaan performa di lintasan.
Modal Besar untuk Seri Berikutnya
Podium di Silverstone menjadi pencapaian penting bagi Veda Ega Pratama pada awal musim.
Komentator meyakini hasil tersebut akan meningkatkan kepercayaan diri pebalap Indonesia itu untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
Mereka juga menilai para penggemar balap motor Indonesia akan sangat antusias apabila suatu saat Veda mampu bersaing memperebutkan kemenangan ketika balapan digelar di Mandalika.
Dengan hasil finis kelima di Thailand dan podium ketiga di Silverstone, Veda menunjukkan perkembangan yang sangat cepat. Penampilan impresifnya sejak awal musim membuatnya mulai disebut sebagai salah satu talenta muda yang layak diperhitungkan dalam persaingan balap motor internasional.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : BOBOLA TV