Tom Haye Jadi Motor Permainan Timnas Indonesia, Distribusi Bola Akurat Antar Garuda Menang 5-1 atas Kamboja

Regina Gavin Agata • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:20 WIB
Tom Haye menjadi motor permainan Timnas Indonesia saat mengalahkan Kamboja 5-1 di laga pembuka Piala AFF. Akurasi umpan, distribusi bola, dan kontribusinya dalam situasi bola mati menjadi kunci dominasi Garuda sepanjang pertandingan.
Tom Haye menjadi motor permainan Timnas Indonesia saat mengalahkan Kamboja 5-1 di laga pembuka Piala AFF. Akurasi umpan, distribusi bola, dan kontribusinya dalam situasi bola mati menjadi kunci dominasi Garuda sepanjang pertandingan.

BLITAR KAWENTAR– Tom Haye tampil sebagai salah satu pemain paling berpengaruh saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja dengan skor 5-1 pada laga pembuka Piala AFF. Gelandang tersebut menjadi pusat permainan Garuda melalui distribusi bola, akurasi umpan, hingga kontribusinya dalam situasi bola mati.

Meski tidak mencetak gol, peran Tom Haye terlihat dominan sepanjang pertandingan. Ia menjadi penghubung antarlini sekaligus kreator serangan yang membuat pertahanan Kamboja terus berada dalam tekanan.

Kemampuan membaca permainan dan mengatur tempo menjadi salah satu faktor yang membantu Indonesia menguasai jalannya laga sejak menit awal.

Baca Juga: Jadwal Semifinal SEA V Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia vs Vietnam, Duel Penentu Tiket Final

Jadi Pengatur Serangan Sejak Menit Awal

Dalam skema yang diterapkan John Heitinga, Tom Haye ditempatkan sebagai gelandang serang bersama Beckham Putra di belakang Mitchel Baker.

Namun, perannya di lapangan jauh lebih fleksibel.

Haye beberapa kali bergerak melebar ke sisi kiri maupun turun ke area tengah untuk membuka jalur operan saat Indonesia membangun serangan dari lini belakang.

Pergerakan tersebut membuat sirkulasi bola tetap berjalan meski mendapat tekanan dari pemain Kamboja.

Dengan kemampuan teknik yang dimilikinya, Haye mampu menjadi opsi operan di hampir setiap fase permainan.

Umpan Penetrasi Jadi Ancaman

Sepanjang pertandingan, Tom Haye berkali-kali mengirimkan umpan terobosan yang membelah lini pertahanan lawan.

Ketika ruang di tengah tertutup, ia memilih mengalirkan bola ke sisi lapangan sebelum kembali menciptakan peluang melalui umpan silang maupun operan mendatar.

Salah satu momen terlihat ketika Haye menerima bola di sisi kiri dan melepaskan umpan terobosan kepada rekan setim yang melakukan penetrasi dari sayap.

Pola tersebut membuat Indonesia mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Baca Juga: Hasil Timnas Voli Putra Indonesia vs Filipina 3-1, Garuda Juara Grup A dan Melaju ke Semifinal AVC Cup 2026

Selain mengandalkan umpan pendek, Haye juga beberapa kali melakukan pergantian arah permainan untuk membuka ruang serangan.

Berperan Besar dalam Situasi Bola Mati

Kontribusi Tom Haye juga terlihat melalui eksekusi bola mati.

Pada gol pertama Indonesia, Haye mengirimkan tendangan bebas ke depan gawang yang berhasil dimanfaatkan Mitchel Baker melalui sundulan.

Akurasi umpannya membuat skema yang disiapkan Indonesia berjalan dengan baik.

Tidak berhenti di situ, Haye kembali menjadi pengirim bola pada situasi sepak pojok.

Umpan yang dilepaskannya mengarah tepat ke area yang dituju sehingga mampu dimenangkan oleh pemain Indonesia dalam duel udara.

Efektivitas tersebut menjadikan bola mati sebagai salah satu senjata utama Garuda sepanjang pertandingan.

Tetap Berpengaruh Saat Bermain Lebih Dalam

Memasuki babak kedua, John Heitinga melakukan perubahan komposisi pemain.

Pergantian itu membuat Tom Haye dimainkan lebih ke belakang sebagai deep playmaker.

Baca Juga: Timnas Voli Putra Indonesia Lolos Semifinal AVC Cup 2026 usai Kalahkan Filipina 3-1, Vietnam Menanti

Meski posisinya semakin jauh dari kotak penalti lawan, pengaruhnya terhadap permainan tidak berkurang.

Sebaliknya, ia semakin leluasa mengatur tempo dan mendistribusikan bola dari area tengah lapangan.

Haye beberapa kali mengirimkan umpan panjang serta pergantian sisi permainan yang membuat pertahanan Kamboja terus bergeser.

Crossing Akurat Antar Baker Cetak Hattrick

Dari posisi yang lebih dalam, Tom Haye tetap mampu menciptakan peluang.

Salah satunya terjadi saat ia melepaskan umpan silang akurat menuju kotak penalti.

Mitchel Baker yang berada di antara dua bek lawan berhasil menyambut bola tersebut dan mencetak gol ketiganya dalam pertandingan.

Umpan itu sekaligus melengkapi hattrick Baker pada laga debutnya bersama Timnas Indonesia.

Momen tersebut memperlihatkan kualitas passing Tom Haye yang tetap efektif meski bermain jauh dari area penyerangan.

Baca Juga: Timnas Voli Putra Indonesia Lolos Semifinal AVC Cup 2026 usai Kalahkan Filipina 3-1, Vietnam Menanti

Jadi Kunci Kelancaran Build Up

Selain menciptakan peluang, Tom Haye juga berperan besar dalam proses build up Indonesia.

Saat pemain Kamboja melakukan pressing, Haye terus bergerak mencari ruang agar menjadi pilihan operan bagi rekan-rekannya.

Kemampuan menerima bola di bawah tekanan membuat Indonesia mampu keluar dari pressing lawan.

Ia juga aktif melakukan kombinasi umpan pendek bersama Mark Clock, Beckham Putra, dan pemain lainnya untuk mempertahankan penguasaan bola.

Peran tersebut membuat Indonesia mampu mendominasi ritme permainan hampir sepanjang laga.

Distribusi Bola Bikin Permainan Lebih Variatif

Kelebihan lain yang diperlihatkan Tom Haye adalah variasi umpannya.

Ia tidak hanya mengandalkan operan pendek, tetapi juga umpan diagonal, crossing, hingga switch play ke sisi lapangan yang kosong.

Variasi tersebut membuat serangan Indonesia tidak mudah ditebak.

Pertahanan Kamboja pun harus terus bergeser mengikuti arah distribusi bola sehingga ruang di lini belakang semakin terbuka.

Baca Juga: Langkah Cepat Timnas Indonesia Tatap Piala AFF 2026: Intip Strategi John Herdman dan Jadwal Tandingnya!

Situasi itu dimanfaatkan pemain-pemain depan Indonesia untuk melakukan penetrasi ke kotak penalti.

Jadi Otak Permainan Garuda

Secara keseluruhan, penampilan Tom Haye menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan telak Indonesia atas Kamboja.

Kontribusinya memang tidak tercermin dari jumlah gol, tetapi hampir seluruh proses serangan Indonesia melibatkan perannya sebagai pengatur permainan.

Akurasi umpan, kemampuan membaca ruang, distribusi bola, hingga eksekusi bola mati membuat gelandang tersebut tampil sebagai motor permainan Garuda pada laga pembuka Piala AFF.

Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, Tom Haye berpotensi terus menjadi salah satu pemain kunci Timnas Indonesia dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

Editor : Regina Gavin Agata
Sumber : ruang taktik fc
indonesia vs kamboja tom haye timnas indonesia Timnas Indonesia piala aff Tom Haye