BLITAR KAWENTAR – Veda Ega Pratama memilih tetap menjalani latihan intensif di Pertamina Mandalika International Circuit selama jeda paruh musim Moto3 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone sekaligus menjaga peluang menambah poin pada paruh kedua Kejuaraan Dunia Moto3.
Saat sebagian besar pembalap memanfaatkan libur musim panas untuk beristirahat, pembalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia justru tetap berada di lintasan.
Keputusan tersebut diambil karena persaingan Moto3 musim ini berlangsung sangat ketat sehingga setiap seri menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Latihan di Mandalika bukan sekadar menjaga kebugaran fisik. Veda juga memanfaatkannya untuk mempertahankan feeling terhadap motor sekaligus mengevaluasi berbagai aspek teknis yang masih perlu ditingkatkan setelah melewati paruh pertama musim kompetisi.
Moto3 Inggris menjadi seri pembuka setelah jeda pertengahan musim. Silverstone dikenal sebagai salah satu lintasan paling menantang dalam kalender balap Grand Prix sehingga membutuhkan persiapan yang matang dari seluruh pembalap.
Baca Juga: Proyek Sirkuit Sentul Kota Blitar Diminta Ditunda, DPRD Nilai Kajian Belum Matang
Dengan terus berlatih di Mandalika, Veda berharap proses adaptasi ketika kembali menjalani sesi latihan bebas di Silverstone dapat berlangsung lebih cepat.
Walaupun karakter kedua sirkuit berbeda, latihan secara rutin dinilai mampu menjaga kepekaan pembalap terhadap motor balap yang digunakan sepanjang musim.
Bagi pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut, menjaga ritme balap jauh lebih penting dibanding berhenti total selama jeda kompetisi.
Kondisi fisik, fokus, serta konsistensi dianggap menjadi faktor penting agar dapat langsung kompetitif ketika seri kembali dimulai.
Musim 2026 menjadi musim perdana Veda tampil penuh sebagai rookie di Kejuaraan Dunia Moto3. Meski baru menjalani debut, perkembangannya dinilai cukup pesat.
Selama beberapa putaran pertama musim, Veda mulai mampu beradaptasi dengan atmosfer Grand Prix.
Baca Juga: Rumah Mawar Guesthouse di Kota Blitar, Hadirkan Sensasi Menginap Nyaman untuk Keluarga
Ia juga beberapa kali mampu bersaing bersama kelompok depan yang dihuni pembalap-pembalap lebih berpengalaman.
Pengalaman menghadapi duel ketat, mengatur strategi penggunaan ban, hingga memahami karakter balapan Moto3 menjadi modal penting yang terus bertambah setiap seri. Hal tersebut meningkatkan rasa percaya dirinya menjelang balapan di Inggris.
Silverstone memiliki panjang lintasan hampir enam kilometer dengan kombinasi tikungan cepat, lintasan lurus panjang, serta perubahan arah yang berlangsung cepat.
Baca Juga: Lensa Bicara, SMKN 1 Kademangan Blitar Gembleng Jurnalis Muda lewat Workshop Fotografi Jurnalistik
Karakter tersebut membuat setiap pembalap dituntut memiliki keberanian sekaligus ketelitian tinggi sepanjang balapan.
Di kelas Moto3, persaingan hampir selalu berlangsung dalam rombongan besar. Posisi pembalap dapat berubah dalam hitungan tikungan sehingga kesalahan kecil saja bisa berdampak besar terhadap hasil akhir. Bahkan, penentuan pemenang kerap terjadi menjelang garis finis.
Situasi tersebut membuat persiapan fisik memiliki peran sangat penting. Pembalap harus menjaga konsentrasi selama belasan lap tanpa melakukan kesalahan sedikit pun.
Baca Juga: Warga Karangrejo Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Kesal Janji Perbaikan Tak Kunjung Direalisasi
Veda memahami kondisi itu. Karena itu, latihan di Mandalika tidak hanya berfokus pada peningkatan kecepatan, tetapi juga membangun daya tahan tubuh serta menjaga konsistensi performa sepanjang simulasi balapan.
Memasuki paruh kedua musim, target utama Veda adalah terus mengumpulkan poin demi memperbaiki posisinya di klasemen sementara Moto3.
Sebagai rookie, mampu meraih poin secara konsisten sudah menjadi pencapaian penting.
Namun melihat peningkatan performa dalam beberapa seri terakhir, peluang finis di sepuluh besar bahkan lima besar tetap terbuka apabila mampu memanfaatkan jalannya balapan dan menerapkan strategi yang tepat.
Editor : Ratna Anggi Puspita SariSumber : HEHE NEWS