Veda Ega Pratama Bantah Mitos Mandalika, Sebut Angin dan Cuaca Jadi Tantangan Utama Moto3 Indonesia 2026

Ratna Anggi Puspita Sari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:40 WIB
Veda Ega Pratama menegaskan tantangan utama di Mandalika adalah angin dan cuaca, bukan mitos.
Veda Ega Pratama menegaskan tantangan utama di Mandalika adalah angin dan cuaca, bukan mitos.

 

BLITAR KAWENTAR – Veda Ega Pratama menegaskan tidak percaya dengan anggapan adanya "kutukan" atau mitos yang menyelimuti Pertamina Mandalika International Circuit.

Pembalap Honda Team Asia itu justru menilai tantangan sesungguhnya di Sirkuit Mandalika berasal dari faktor teknis, terutama hembusan angin dan perubahan cuaca yang kerap memengaruhi performa motor saat balapan Moto3 Indonesia 2026.

Menjelang seri kandang Moto3 Indonesia 2026, berbagai cerita mengenai insiden yang pernah dialami Marc Marquez di Mandalika kembali ramai diperbincangkan.

Baca Juga: Cuka Apel untuk Gula Darah Jadi Perbincangan, Dokter Bagikan Kebiasaan Sederhana Sebelum Makan

 Namun, Veda memilih tidak larut dalam anggapan tersebut dan lebih memusatkan perhatian pada persiapan teknis bersama tim.

Menurut pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu, setiap pembalap memiliki pengalaman berbeda di lintasan yang sama.

 Karena itu, pengalaman satu pembalap tidak dapat dijadikan patokan bahwa sirkuit tertentu membawa keberuntungan maupun kesialan bagi pembalap lainnya.

Baca Juga: Waspada Bakar Sampah saat Kemarau! Damkar Blitar Ingatkan Api Kecil Bisa Berubah Jadi Kebakaran Besar

Bagi Veda, karakter Mandalika justru dipengaruhi kondisi alam di kawasan pesisir. Hembusan angin yang berubah arah sewaktu-waktu membuat karakter motor ikut berubah, terutama ketika memasuki tikungan cepat.

Situasi tersebut menuntut pembalap mampu menyesuaikan gaya berkendara dari lap ke lap. Adaptasi menjadi salah satu kunci agar motor tetap stabil sepanjang balapan.

Selain angin, suhu lintasan yang tinggi juga menjadi perhatian. Temperatur aspal yang berubah dapat memengaruhi performa ban sehingga pembalap harus menjaga ritme balap agar daya cengkeram ban tetap optimal hingga garis finis.

Veda menilai hasil balapan tidak ditentukan oleh mitos yang berkembang di luar lintasan. Menurutnya, performa pembalap lebih dipengaruhi kesiapan tim, kondisi motor, strategi balap, serta kemampuan beradaptasi terhadap karakter sirkuit.

Karena itu, ia lebih memilih memusatkan perhatian pada evaluasi teknis dibanding memikirkan berbagai cerita yang berkembang menjelang balapan di Mandalika.

Moto3 Indonesia 2026 menjadi momen spesial bagi Veda. Untuk pertama kalinya, ia akan tampil sebagai pembalap penuh Kejuaraan Dunia Moto3 di hadapan ribuan pendukung Indonesia.

Baca Juga: Warga Karangrejo Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Kesal Janji Perbaikan Tak Kunjung Direalisasi

Kesempatan tersebut ingin dimanfaatkannya untuk memberikan hasil terbaik sekaligus membalas dukungan yang terus mengalir sepanjang musim.

 Penampilannya di kandang diharapkan menjadi motivasi tambahan untuk meraih poin penting.

Memasuki pertengahan musim, kepercayaan diri Veda meningkat setelah tampil lebih konsisten pada beberapa putaran terakhir.

Baca Juga: Lensa Bicara, SMKN 1 Kademangan Blitar Gembleng Jurnalis Muda lewat Workshop Fotografi Jurnalistik

 Ia mengaku mulai memahami karakter persaingan Moto3 yang sangat ketat, di mana rombongan besar pembalap hampir selalu saling berebut posisi hingga tikungan terakhir.

Meski demikian, Veda menyadari balapan kandang juga menghadirkan tekanan lebih besar dibanding seri lainnya.

Oleh sebab itu, ia memilih menikmati setiap sesi, mulai latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan tanpa membebani diri dengan target berlebihan.

Baca Juga: Rumah Mawar Guesthouse di Kota Blitar, Hadirkan Sensasi Menginap Nyaman untuk Keluarga

Fokus utama Veda adalah menjalani seluruh rangkaian akhir pekan secara konsisten. Posisi start yang baik diyakini akan membuka peluang lebih besar untuk membawa pulang poin.

Baginya, Moto3 Indonesia bukan sekadar tampil di depan publik sendiri, tetapi juga kesempatan membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level Kejuaraan Dunia.

 Dengan pengalaman yang terus bertambah, dukungan Honda Team Asia, serta semangat dari para penggemar, Veda optimistis mampu menghadapi seluruh tantangan teknis di Mandalika.

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Sumber : HEHE NEWS
Mandalika Moto3 Indonesia 2026 Honda Team Asia veda ega pratama moto3 2026