BLITAR KAWENTAR - Bursa pelatih Timnas Indonesia kembali memanas dengan kemunculan satu nama kuat. Sosok tersebut adalah John Herdman. Ia menjadi kandidat paling potensial untuk mengisi kursi juru taktik skuad Garuda.
Publik sepak bola tanah air dibuat penasaran oleh masuknya nama arsitek asal Inggris ini. Herdman memiliki rekor yang terbilang sangat langka di kancah internasional. Hal tersebut membuatnya dinilai sangat layak membesut Timnas Indonesia.
Meski namanya belum begitu familiar di telinga pecinta Liga Eropa, kinerjanya teruji. Prestasi Herdman di level antarnegara menorehkan catatan emas yang jarang terjadi. Ia berhasil menembus panggung tertinggi sepak bola dunia.
Pria kelahiran 19 Juli 1975 itu mengukir sejarah luar biasa. Ia sukses membawa dua tim nasional berbeda melaju ke Piala Dunia. Herdman meloloskan tim nasional wanita dan tim nasional pria Kanada.
Rekor langka membawa tim wanita dan pria ke Piala Dunia amat langka. Nyaris tidak ada pelatih lain di dunia yang mampu menyamai rekor tersebut. Prestasi inilah yang melandasi profil mentereng sang juru taktik.
Kiprah internasional Herdman di Kanada dimulai pada tahun 2006. Saat itu ia dipercaya untuk memegang kendali tim nasional wanita Kanada. Di bawah arahannya, performa tim wanita Kanada tampil sangat mengesankan.
Ia sukses mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun. Prestasi fenomenal tersebut diraih pada Olimpiade 2012 dan Olimpiade 2016. Tim wanita Kanada pun menjelma menjadi kekuatan baru di panggung global.
Baca Juga: Cuka Apel untuk Gula Darah Jadi Perbincangan, Dokter Bagikan Kebiasaan Sederhana Sebelum Makan
Tantangan yang jauh lebih besar mendatangi Herdman pada tahun 2018. Ia resmi ditunjuk untuk menangani tim nasional pria Kanada. Tim pria Kanada kala itu tengah mengalami kesulitan bersaing.
Mereka kesulitan menembus papan atas zona Concacaf. Namun, Herdman mampu membalikkan situasi kelam tersebut secara drastis. Ia membangun ulang fondasi permainan tim nasional pria Kanada.
Herdman menerapkan struktur permainan yang sangat stabil. Ia juga mengusung pendekatan kerja jangka panjang yang tertata rapi. Hasilnya, level permainan Kanada merangkak naik secara perlahan.
Puncaknya terjadi saat Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia 2022. Momen tersebut mengakhiri penantian panjang masyarakat Kanada selama 36 tahun. Kanada tercatat terakhir kali mencicipi Piala Dunia pada tahun 1986.
Tak hanya meloloskan tim ke Qatar, posisi Kanada meroket tajam. Peringkat FIFA tim nasional pria Kanada melesat tinggi. Skuad yang awalnya dipandang sebelah mata berubah menjadi kekuatan menakutkan.
Kanada bahkan berubah menjadi calon pesaing kuat di kawasan Concacaf. Terlebih, Kanada akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 mendatang. Kanada menjadi tuan rumah bersama dengan Amerika Serikat dan Meksiko.
Baca Juga: Cuka Apel Disebut Bisa Redam Lonjakan Gula Darah, Dokter Beberkan Cara Minum yang Tepat
Rekam jejak sementrong itu membuat nama Herdman masuk radar PSSI. PSSI dikabarkan sedang mengincar pelatih bereputasi pembangun jangka panjang. PSSI tidak sekadar mencari arsitek yang hanya ahli secara taktis.
Federasi membutuhkan sosok pelatih yang memiliki karakter pembangun. Pelatih tersebut diharapkan sanggup meletakkan fondasi kuat bagi Garuda. Fondasi ini dibutuhkan untuk keberlanjutan tim bertahun-tahun ke depan.
Herdman dinilai menjadi sosok yang amat cocok dengan kriteria tersebut. Ia sudah terbiasa membangun sebuah tim nasional dari nol. Pengalaman internasional jangka panjang menjadi modal berharga sang juru taktik.
Selain itu, Herdman sangat paham cara membentuk kultur tim. Ia mengerti cara menanamkan mentalitas pemenang kepada para pemainnya. Kualitas ini sangat dibutuhkan untuk membenahi skuad Garuda.
Berdasarkan data statistik dari Transfermarkt, rekor Herdman amat memikat. Ia mencatatkan rata-rata 1,98 poin per pertandingan. Angka ini diukir Herdman selama menukangi tim nasional Kanada.
Capaian 1,98 poin per laga bukanlah angka yang sembarangan. Statistik tersebut mencerminkan tingkat stabilitas dan efektivitas taktiknya. Konsistensi tersebut menjadi bukti kualitas kepelatihan seorang Herdman.
Baca Juga: Dukung Industri Kreatif, BRI Hadirkan Tiket Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra via BRImo
Peluang PSSI untuk mendatangkan Herdman tergolong sangat terbuka lebar. Herdman diketahui telah meninggalkan klub Toronto FC pada akhir 2024. Saat ini, pelatih asal Inggris tersebut berstatus free agent.
Status tanpa klub ini membuat Herdman tidak terikat komitmen apa pun. Tidak ada klub maupun federasi yang menahan proses negosiasinya. Kondisi ini memudahkan PSSI jika ingin segera merampungkan kesepakatan.
Peluang Herdman membesut Timnas Indonesia pun semakin membesar. Laporan jurnalis Sky Sports, Dharmesh Sheth, memperkuat kabar tersebut. PSSI disebut tengah menjalin komunikasi intensif dengan dua nama.
Dua kandidat yang berkomunikasi dengan PSSI adalah Giovanni van Bronckhorst. Satu nama lainnya tidak lain adalah John Herdman. Namun, pembicaraan dengan Herdman dikabarkan berjalan lebih maju.
Proses negosiasi dengan Herdman berada di tahap yang lebih progresif. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, turut memberi tanggapan. Ia masih enggan membocorkan secara detail identitas para kandidat.
Sumardji beralasan beberapa calon pelatih masih terikat kontrak resmi. Kendati demikian, posisi Herdman yang bebas kontrak menjadi nilai plus. Keuntungan besar ini membuat negosiasi berjalan jauh lebih mudah.
Kandidat lain yang dikaitkan dengan PSSI adalah Giovanni van Bronckhorst. Mantan pelatih Rangers dan legenda Barcelona itu tetap masuk radar. Namun, situasi Van Bronckhorst jauh lebih rumit dibanding Herdman.
Saat ini Van Bronckhorst masih menjabat sebagai asisten pelatih. Ia bertugas di klub Premier League, Liverpool, mendampingi Arne Slot. Statusnya yang masih terikat kontrak membuat proses kepindahannya sulit.
PSSI harus melewati prosedur penebusan kontrak yang amat kompleks. Hal inilah yang membuat negosiasi dengan pihak Van Bronckhorst berjalan lambat. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi langka Herdman.
Oleh karena itu, publik mulai menilai Herdman sebagai calon terkuat. Pria berusia 50 tahun itu paling berpeluang duduk di kursi panas. Pengalaman dan status free agent sepenuhnya berpihak kepada Herdman.
Seluruh rekam jejak emas dan reputasi dunianya mendukung Herdman. Jika seluruh tahapan komunikasi berjalan mulus, Herdman segera merapat. Ia bisa menjadi arsitek baru bagi Timnas Indonesia.
Kehadiran sosok pelatih pembangun jangka panjang sangat dinantikan publik. Sentuhan dingin sang pencetak rekor Piala Dunia diharapkan membawa perubahan. Keahliannya membentuk mentalitas pemain dibutuhkan Timnas Indonesia.
Kini publik sepak bola nasional menantikan keputusan resmi PSSI. Apakah John Herdman akan menjadi nahkoda baru skuad Garuda? Rekam jejak menterengnya memberikan harapan besar bagi kemajuan Timnas Indonesia.
Editor : Azahra Meilisani Salma