BLITAR KAWENTAR - Persaingan bursa calon pelatih Timnas Indonesia makin mengerucut ke dua nama besar. Dua juru taktik yang dikaitkan adalah John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst. Namun, John Herdman kini dilaporkan menjadi calon terdepan.
Laporan mengenai pergerakan PSSI ini disampaikan oleh jurnalis Sky Sports, Dharmesh Sheth. PSSI dikabarkan tengah melakukan komunikasi intensif dengan kedua kandidat tersebut. Meski begitu, negosiasi dengan Herdman melaju jauh lebih cepat.
Proses pembicaraan antara PSSI dan John Herdman berada di tahap lebih maju. Kondisi ini berbanding terbalik dengan negosiasi bersama Giovanni van Bronckhorst. Situasi kontrak menjadi pemicu utama perbedaan kecepatan negosiasi ini.
John Herdman saat ini memegang keunggulan mutlak lantaran berstatus bebas transfer. Ia resmi berstatus free agent usai berpisah dengan Toronto FC akhir 2024. Status ini membuat kepindahannya ke skuad Garuda tanpa kendala administratif.
Tidak ada klausul pelepasan atau klub yang menghalangi jalan Herdman. PSSI bisa langsung menegosiasikan kesepakatan pribadi tanpa biaya kompensasi. Keuntungan inilah yang membuat nama Herdman sangat diunggulkan.
Sementara itu, Giovanni van Bronckhorst menghadapi jalan terjal untuk merapat. Legenda Barcelona itu masih terikat kontrak resmi bersama Liverpool. Ia menjabat sebagai asisten pelatih mendampingi pelatih kepala Arne Slot.
Baca Juga: Glow Up Mental Jadi Kunci Percaya Diri, Ini 3 Mindset yang Disebut Bisa Mengubah Hidup
Keterikatan kontrak Van Bronckhorst membuat PSSI harus berhitung ulang. Proses negosiasi menjadi rumit karena melibatkan pihak klub raksasa Inggris. PSSI berpotensi mengeluarkan biaya besar untuk menebus sisa kontraknya.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, memberi tanggapan terkait situasi ini. Ia menegaskan PSSI tidak ingin terburu-buru membocorkan nama ke publik. Hal itu dilakukan demi menghormati kontrak para kandidat yang terikat.
Namun, Sumardji tidak menampik status bebas kontrak menjadi nilai tambah. Pelatih tanpa klub dipastikan lebih mudah diajak bernegosiasi. Dalam kriteria ini, John Herdman jelas berada di posisi teratas.
Di samping kemudahan negosiasi, kualitas Herdman sangat diperhitungkan. Pria lahir 19 Juli 1975 itu punya rekam jejak unik. Ia sukses membawa timnas wanita dan pria Kanada ke Piala Dunia.
Herdman memulai kehebatannya saat menangani timnas wanita Kanada pada 2006. Ia berhasil mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016. Pasukan wanita Kanada sukses dibawanya bersaing di papan atas dunia.
Baca Juga: Real Food Menurut Dokter, Ini 5 Cara Mudah Membedakan Makanan Sehat dengan Junk Food
Sukses di tim wanita, Herdman naik kelas memegang timnas pria Kanada pada 2018. Saat itu, tim pria Kanada berada dalam masa-masa sulit. Mereka sangat kesulitan menembus dominasi tim papan atas Concacaf.
Lewat tangan dinginnya, Herdman menyusun fondasi tim yang sangat solid. Ia memperbaiki struktur permainan dan membentuk mentalitas pemenang. Hasilnya, Kanada dibawa lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar.
Keberhasilan itu menyudahi dahaga Piala Dunia bagi Kanada selama 36 tahun. Terakhir kali negara tersebut tampil di Piala Dunia adalah tahun 1986. Peringkat FIFA timnas pria Kanada pun meroket drastis.
Pencapaian luar biasa itu menjadi bukti nyata kapasitas kepelatihan Herdman. Data Transfermarkt mencatat rata-rata poin per laganya mencapai 1,98 poin. Statistik tinggi tersebut membuktikan konsistensi serta efektivitas taktik sang juru taktik.
Baca Juga: BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, Disbudpar Kota Blitar Larang Sound Horeg
PSSI menyukai filosofi kepelatihan yang diusung oleh sosok John Herdman. Federasi butuh juru taktik yang tak cuma andal meracik taktik. PSSI bertekad mendatangkan pelatih pembangun jangka panjang bagi Timnas Indonesia.
Herdman terbukti berpengalaman membangun tim nasional dari titik terendah. Ia mengerti betul cara meletakkan fondasi kuat untuk masa depan. Pengalaman ini sangat relevan dengan kebutuhan mendesak Timnas Indonesia saat ini.
Melihat perbandingan situasi kedua kandidat, Herdman kian difavoritkan. Status bebas transfer dan jejak kepelatihan mentereng membuatnya unggul. Publik tinggal menunggu pengumuman resmi terkait kesepakatan akhir PSSI.
Apabila kesepakatan tercapai, Herdman akan resmi menduduki kursi panas. Ia diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi sepak bola Indonesia. Target besar jangka panjang siap dibebankan kepada juru taktik Inggris ini.
Editor : Azahra Meilisani Salma