Veda Ega Pratama Akui Motor Honda Masih Punya Kekurangan, Akselerasi Jadi Evaluasi Jelang Moto3 2026

Ratna Anggi Puspita Sari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:50 WIB
Veda Ega Pratama mengevaluasi performa motor Honda Team Asia, dengan akselerasi dan top speed menjadi fokus pengembangan pada Moto3 2026.
Veda Ega Pratama mengevaluasi performa motor Honda Team Asia, dengan akselerasi dan top speed menjadi fokus pengembangan pada Moto3 2026.

 

BLITAR KAWENTAR – Veda Ega Pratama mengungkapkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi pada motor Honda Team Asia yang digunakannya di Kejuaraan Dunia Moto3 2026.

Menurut pembalap muda Indonesia itu, akselerasi menjadi salah satu sektor utama yang masih membutuhkan peningkatan agar mampu bersaing lebih kompetitif pada sisa musim.

Setelah menjalani beberapa seri pada musim debutnya di Moto3, Veda mulai memahami karakter motor sekaligus mengetahui kelebihan dan kekurangan paket yang digunakan.

Baca Juga: Glow Up Mental Jadi Kunci Percaya Diri, Ini 3 Mindset yang Disebut Bisa Mengubah Hidup

 Berbekal pengalaman tersebut, ia terus memberikan masukan kepada tim sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa motor.

Menurut Veda, motor Honda yang digunakannya saat ini belum sepenuhnya mampu menandingi performa para pesaing di sejumlah sektor lintasan.

Meski demikian, ia tetap optimistis berbagai evaluasi yang dilakukan dapat membantu tim menghadirkan peningkatan performa pada balapan-balapan berikutnya.

Baca Juga: Waspada Bakar Sampah saat Kemarau! Damkar Blitar Ingatkan Api Kecil Bisa Berubah Jadi Kebakaran Besar

Veda menilai kemampuan motor berakselerasi saat keluar tikungan menjadi aspek yang paling membutuhkan perhatian.

Di kelas Moto3, pembalap hampir selalu melaju dalam rombongan besar sehingga akselerasi memiliki peran penting untuk mempertahankan maupun merebut posisi.

Apabila motor mampu memperoleh kecepatan dalam waktu singkat setelah keluar tikungan, peluang pembalap untuk bersaing di kelompok depan akan semakin besar.

Sebaliknya, keterlambatan akselerasi dapat membuat posisi mudah direbut lawan.

Selain akselerasi, Veda juga menyoroti kecepatan puncak atau top speed motor Honda. Pada beberapa sirkuit, ia mengaku cukup kesulitan mempertahankan posisi ketika memasuki lintasan lurus karena motor para rival mampu melaju lebih cepat.

Perbedaan kecepatan tersebut membuat peluang menyalip maupun mempertahankan posisi menjadi lebih sulit, terutama ketika balapan berlangsung dalam rombongan besar yang menjadi ciri khas Moto3.

Baca Juga: Cuka Apel Jadi Sorotan, Dokter Ungkap Cara Minum yang Diklaim Bantu Cegah Lonjakan Gula Darah

Meski masih memiliki sejumlah kekurangan, Veda menilai motor Honda juga menawarkan kelebihan yang cukup membantu selama balapan.

 Salah satunya adalah karakter motor yang stabil saat diajak bermanuver di tikungan cepat.

Stabilitas tersebut memberikan rasa percaya diri lebih besar kepada pembalap ketika memasuki sektor-sektor teknis yang membutuhkan perubahan arah secara cepat.

Baca Juga: Korban Kekerasan Seksual Anak di Blitar Masih Jalani Rehabilitasi, Keluarga Minta Proses Hukum Tetap Berlanjut

 Karakter itu menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi sepanjang balapan.

Seluruh masukan mengenai performa motor terus disampaikan Veda kepada Honda Team Asia. Ia menilai komunikasi antara pembalap dan teknisi menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengembangan motor.

Semakin rinci informasi yang diberikan setelah sesi latihan maupun balapan, semakin mudah pula tim menentukan arah pengembangan dan menemukan setelan motor yang lebih kompetitif pada seri-seri berikutnya.

Baca Juga: Dukung Industri Kreatif, BRI Hadirkan Tiket Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra via BRImo

Perkembangan yang ditunjukkan Veda sepanjang musim membuat optimisme menghadapi sisa kompetisi tetap terjaga.

Ia berharap setiap evaluasi yang dilakukan bersama Honda Team Asia dapat memberikan peningkatan performa sehingga peluang meraih poin dan bersaing di papan tengah hingga depan semakin terbuka.

Dengan pengalaman yang terus bertambah pada musim debutnya, Veda bertekad memanfaatkan setiap balapan sebagai kesempatan belajar sekaligus meningkatkan daya saing di Kejuaraan Dunia Moto3 2026.

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Akselerasi Motor Honda Kejuaraan Dunia Moto3 Honda Team Asia veda ega pratama moto3 2026