BLITAR KAWENTAR – Persaingan memperebutkan gelar Rookie of the Year pada Kejuaraan Dunia Moto3 2026 semakin ketat.
Veda Ega Pratama mengakui seluruh pembalap pendatang baru menunjukkan perkembangan yang pesat dari seri ke seri sehingga persaingan di klasemen rookie berlangsung sangat kompetitif.
Meski demikian, pembalap Honda Team Asia itu memilih fokus meningkatkan performanya sendiri dibanding memikirkan hasil yang diraih para rival.
Baca Juga: Cuka Apel Jadi Sorotan, Dokter Ungkap Cara Minum yang Diklaim Bantu Cegah Lonjakan Gula Darah
Veda menilai selisih kemampuan antar-rookie musim ini sangat tipis. Satu hasil kurang maksimal dalam sebuah balapan dapat mengubah posisi klasemen secara signifikan. Karena itu, konsistensi menjadi faktor yang sangat menentukan sepanjang musim.
Menurut pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut, terlalu memikirkan posisi lawan justru dapat mengganggu fokus saat menjalani balapan.
Ia memilih berkonsentrasi memperbaiki kemampuan diri dan memanfaatkan setiap seri sebagai proses belajar di level Kejuaraan Dunia.
Memasuki pertengahan musim, Veda mulai menunjukkan peningkatan performa bersama Honda Team Asia.
Setelah mengalami pasang surut pada awal musim, ia perlahan menemukan ritme balap yang lebih baik dan mampu bersaing lebih konsisten di kelompok depan.
Perkembangan tersebut membuat kepercayaan dirinya terus meningkat. Setiap balapan menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus memahami karakter persaingan Moto3 yang terkenal berlangsung sangat ketat hingga lap terakhir.
Moto3 dikenal sebagai kelas yang menghadirkan persaingan sangat rapat. Dalam satu balapan, puluhan pembalap sering kali saling bertukar posisi hingga menjelang garis finis.
Situasi itu membuat setiap pembalap dituntut menjaga konsentrasi, memilih strategi yang tepat, serta memanfaatkan setiap peluang untuk memperoleh hasil maksimal. Kesalahan kecil saja dapat membuat posisi melorot dalam waktu singkat.
Alih-alih terpaku mengejar posisi rival di klasemen rookie, Veda lebih memilih fokus pada peningkatan kemampuan bersama Honda Team Asia.
Baca Juga: Cuka Apel Disebut Bisa Redam Lonjakan Gula Darah, Dokter Beberkan Cara Minum yang Tepat
Ia meyakini hasil positif akan mengikuti apabila proses pengembangan berjalan dengan baik.
Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam setiap sesi latihan maupun balapan. Veda terus berupaya memperbaiki gaya membalap, memahami karakter motor, serta membangun komunikasi yang baik dengan tim demi memperoleh setelan motor yang semakin kompetitif.
Kepercayaan diri Veda juga meningkat menjelang Moto3 Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit. Dukungan langsung dari masyarakat Indonesia diyakini menjadi motivasi tambahan untuk tampil maksimal.
Baca Juga: Dukung Industri Kreatif, BRI Hadirkan Tiket Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra via BRImo
Meski demikian, ia menyadari balapan kandang juga menghadirkan tekanan yang lebih besar. Karena itu, fokus utamanya tetap menjalani seluruh rangkaian akhir pekan secara konsisten, mulai latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan.
Dengan pengalaman yang terus bertambah, Veda optimistis mampu mempertahankan tren positif pada paruh kedua Moto3 2026.
Ia berharap konsistensi yang terus dibangun dapat membantunya mengumpulkan poin penting sekaligus menjaga peluang bersaing di klasemen Rookie of the Year.
Bagi Veda, setiap balapan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga bagian dari proses menjadi pembalap yang lebih matang di level Kejuaraan Dunia.
Dukungan Honda Team Asia dan para penggemar Indonesia menjadi motivasi untuk terus berkembang pada sisa musim kompetisi.
Editor : Ratna Anggi Puspita SariSumber : HEHE NEWS