BLITAR KAWENTAR - PSSI bergerak cepat dalam perburuan calon pelatih Timnas Indonesia. Nama John Herdman kini menduduki posisi terdepan untuk menjadi arsitek Garuda. Negosiasi antara kedua pihak dilaporkan sudah memasuki tahap lanjut.
Kabar gembira ini pertama kali dihembuskan oleh jurnalis Sky Sports, Dharmesh Sheth. Sheth melaporkan bahwa PSSI aktif berkomunikasi dengan dua kandidat. Kandidat tersebut ialah John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst.
Namun, dari dua nama tersebut, komunikasi dengan Herdman melaju paling cepat. Proses negosiasi bersama pelatih kelahiran 19 Juli 1975 itu lebih maju. Hal ini menjadikan Herdman sosok paling berpeluang menukangi Garuda.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, membeberkan dinamika ini. Sumardji mengaku belum bisa membuka identitas calon pelatih secara rinci. Alasan utamanya karena ada calon kandidat yang masih terikat kontrak.
Meski begitu, Sumardji mengisyaratkan keuntungan menggaet pelatih tanpa klub. Pelatih yang tidak terikat kontrak jauh lebih mudah diajak bernegosiasi. Di sinilah letak keunggulan utama dari seorang John Herdman.
Baca Juga: Glow Up Bukan Soal Putih atau Makeup, Ini 7 Rahasia Tampil Menarik Menurut Aldila
Herdman diketahui sudah tidak lagi membesut klub Toronto FC sejak akhir 2024. Saat ini ia berstatus free agent tanpa ikatan dengan klub mana pun. Situasi ini dimanfaatkan PSSI untuk mempercepat proses kesepakatan.
Kondisi Herdman berbanding terbalik dengan Giovanni van Bronckhorst. Eks pelatih Rangers dan Barcelona itu masih punya ikatan kerja. Van Bronckhorst saat ini bertindak selaku asisten pelatih di Liverpool.
Keterikatan Van Bronckhorst dengan klub raksasa Premier League membuat proses rumit. PSSI harus menyelesaikan klausul pelepasan yang berpotensi memakan waktu. Hal tersebut membuat posisi Herdman jauh lebih difavoritkan.
Di luar urusan administrasi, reputasi Herdman sangat memikat PSSI. PSSI bertekad mendatangkan sosok pembangun tim dengan proyek jangka panjang. Herdman dianggap memenuhi seluruh kriteria ideal yang dicari federasi.
Baca Juga: Glow Up Alami: 7 Cara Tampil Lebih Menarik Tanpa Harus Mengikuti Beauty Standard
Karier Herdman dihiasi rekor langka yang diakui secara global. Ia sukses membawa timnas wanita dan pria Kanada lolos ke Piala Dunia. Rekor unik ini sangat jarang dicapai oleh pelatih sepak bola mana pun.
Bersama timnas wanita Kanada pada 2006, ia meraih dua perunggu Olimpiade. Prestasi manis itu diukir pada edisi Olimpiade 2012 serta 2016. Lalu pada 2018, ia dipercaya memimpin skuad pria Kanada.
Di bawah komandonya, tim pria Kanada mengakhiri penantian Piala Dunia 36 tahun. Kanada dibawa lolos ke Piala Dunia 2022 setelah terakhir kali tampil pada 1986. Peringkat FIFA timnas Kanada pun melesat sangat signifikan.
Secara statistik, Transfermarkt mencatat Herdman mengemas rata-rata 1,98 poin. Angka ini merupakan hasil konsistensinya selama membesut timnas Kanada. Angka tinggi ini membuktikan efektivitas taktik dan kestabilan timnya.
Baca Juga: Glow Up Mental Jadi Rahasia Percaya Diri, Terapkan 3 Mindset Ini agar Hidup Lebih Berkualitas
Herdman dikenal mampu membentuk fondasi tim nasional secara kokoh dari nol. Ia sanggup membangun struktur permainan dan membentuk mental pemenang. Kemampuan inilah yang dinilai PSSI amat cocok untuk Indonesia.
Pengalaman panjang Herdman di level internasional menjadi jaminan kualitas. Skuad Garuda membutuhkan kultur kompetitif agar mampu bersaing tinggi. Kehadiran Herdman diyakini akan memberikan dampak positif yang besar.
Kini proses pembicaraan terus berjalan ke arah kesepakatan final. Publik sepak bola tanah air menanti pengumuman resmi PSSI. Semua faktor pendukung kini berpihak pada kedatangan John Herdman.
Editor : Azahra Meilisani Salma