Veda Ega Pratama Gemparkan Moto3 2026, Rookie Indonesia Bikin Tim KTM Mulai Waspada

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Veda Ega Pratama tampil mengesankan pada tes Moto3 Jerez 2026. Performa Honda meningkat drastis hingga membuat KTM mulai waspada terhadap ancaman rookie Indonesia.(pinterest)
Veda Ega Pratama tampil mengesankan pada tes Moto3 Jerez 2026. Performa Honda meningkat drastis hingga membuat KTM mulai waspada terhadap ancaman rookie Indonesia.(pinterest)

BLITAR Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dunia balap setelah tampil impresif pada sesi tes resmi Moto3 2026 di Sirkuit Jerez-Angel Nieto, Spanyol. Pembalap muda Indonesia itu sukses menunjukkan kecepatan yang membuat sejumlah pembalap unggulan KTM kesulitan menandingi catatan waktunya.

Performa Veda Ega Pratama di Jerez menjadi bukti bahwa status rookie tidak menghalanginya bersaing di level tertinggi. Berbekal peningkatan performa motor Honda NSF250RW dan kemampuan beradaptasi yang cepat, pembalap asal Gunungkidul itu kini mulai dipandang sebagai salah satu penantang serius di Moto3 musim ini.

Hasil positif tersebut juga memperkuat tren penampilan konsisten Veda sejak awal musim. Setelah mengoleksi poin penting pada tiga seri pertama, ia kini semakin percaya diri menghadapi rangkaian balapan Eropa yang dikenal sebagai kandang para pembalap lokal.

Setelan Baru Honda Jadi Pembeda

Dalam sesi tes di Jerez, tim teknis Honda disebut berhasil menemukan konfigurasi mapping mesin yang lebih sesuai dengan karakter lintasan.

Baca Juga: Bitcoin Jadi Sorotan! Remaja 18 Tahun Klaim Raup Belasan Miliar, Begini Strategi Investasi ala Suli

Penyempurnaan pada sistem elektronik membuat tenaga motor keluar lebih halus saat akselerasi, tetapi tetap agresif ketika keluar tikungan. Keunggulan itu memungkinkan Veda membuka throttle lebih cepat sehingga memperoleh kecepatan lebih tinggi di lintasan lurus.

Tak hanya itu, pengaturan engine brake juga membuat motor lebih stabil ketika memasuki tikungan cepat. Kondisi tersebut memberi kepercayaan diri lebih besar kepada Veda untuk melakukan pengereman lebih dalam tanpa kehilangan keseimbangan.

Kombinasi kemampuan pembalap dan peningkatan teknis inilah yang membuat performa Honda di Jerez mengalami lonjakan signifikan.

Konsistensi Jadi Senjata Utama

Penampilan Veda sepanjang awal Moto3 2026 tidak hanya mengandalkan satu putaran cepat. Ia menunjukkan konsistensi yang mulai menjadi perhatian tim-tim besar.

Baca Juga: Cara Membuat Brownies Cokelat Kukus yang Moist, Lembut, Anti Gagal dan Super Nyoklat

Hingga tiga seri pembuka, Veda telah mengumpulkan 27 poin dan menempati posisi ketujuh klasemen sementara. Capaian tersebut tergolong luar biasa bagi pembalap yang baru menjalani musim debut.

Sebelumnya, di Circuit of The Americas (COTA), Veda juga sempat mencatatkan fastest lap meski gagal menyelesaikan balapan akibat insiden. Catatan itu memperlihatkan bahwa kecepatan murninya mampu bersaing dengan pembalap yang jauh lebih berpengalaman.

Pada tes Jerez, ia kembali mempertontonkan race pace yang stabil dari lap ke lap, sesuatu yang dinilai lebih penting dibanding sekadar mencetak satu waktu tercepat.

Mental Juara Mulai Terlihat

Perjalanan Veda musim ini tidak selalu berjalan mulus. Insiden di COTA sempat menjadi ujian berat bagi pembalap muda Indonesia tersebut.

Namun, kegagalan itu justru menjadi motivasi untuk bangkit. Kepercayaan dirinya semakin meningkat setelah berhasil meraih podium pada seri Brasil yang menjadi salah satu pencapaian terbaiknya di musim debut.

Hasil tersebut mengubah targetnya. Jika sebelumnya fokus mengumpulkan pengalaman, kini Veda mulai membidik hasil maksimal di setiap seri Moto3.

Mental bertanding yang semakin matang membuatnya mampu tampil tenang meski harus bersaing dengan pembalap-pembalap papan atas.

Duel Asia Tenggara Jadi Sorotan

Selain menghadapi dominasi pembalap Eropa, Veda juga diprediksi kembali bersaing dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish.

Keduanya menjadi representasi kebangkitan talenta Asia Tenggara di ajang Moto3. Persaingan mereka diperkirakan semakin menarik karena sama-sama berambisi menembus barisan depan.

Meski demikian, modal yang dibawa Veda menuju Jerez dinilai lebih meyakinkan. Kecepatan pada sesi tes, peningkatan performa motor, serta konsistensi sepanjang awal musim membuat peluangnya kembali finis di posisi teratas semakin terbuka.

Apabila mampu mempertahankan performa tersebut saat balapan berlangsung, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama kembali mencetak sejarah sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 2026.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Jerez Moto3 veda ega pratama ktm moto3 2026 Honda NSF250RW