Veda Ega Pratama Bikin Dani Pedrosa Geleng Kepala, Comeback Gila dari P13 ke P8 di Sachsenring

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Veda Ega Pratama mencuri perhatian di Moto3 Jerman usai melesat dari posisi 13 ke posisi 8 pada lap terakhir. Dani Pedrosa memuji strategi dan mental balap pembalap Indonesia itu. (Pinterest)
Veda Ega Pratama mencuri perhatian di Moto3 Jerman usai melesat dari posisi 13 ke posisi 8 pada lap terakhir. Dani Pedrosa memuji strategi dan mental balap pembalap Indonesia itu. (Pinterest)

BLITAR - Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman menjadi sorotan dunia balap setelah pembalap muda Indonesia itu melakukan comeback luar biasa pada lap terakhir di Sirkuit Sachsenring. Memulai balapan dari posisi ke-13, Veda mampu menembus finis di urutan kedelapan lewat serangkaian manuver berani yang membuat komentator hingga legenda MotoGP, Dani Pedrosa, tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

Hasil tersebut bukan hanya menghadirkan delapan poin penting, tetapi juga memperkuat posisi Veda Ega Pratama dalam persaingan klasemen Moto3 musim ini. Penampilan impresifnya dinilai sebagai bukti bahwa pembalap asal Indonesia itu memiliki mental bertarung dan race craft yang mampu bersaing dengan para talenta terbaik dunia.

Sejak awal balapan, Veda Ega Pratama memang belum menunjukkan agresivitas berlebihan. Ia lebih banyak bertahan di rombongan tengah sambil menjaga ritme dan kondisi ban di lintasan Sachsenring yang dikenal sangat menuntut ketelitian dalam pengereman serta teknik menikung.

Baca Juga: Potensi Kopi Arabika Terus Naik, Petani Bandung Ungkap Cara Tembus Pasar Ekspor dan Kelola 20 Hektare Kebun

Strategi Menahan Diri Berbuah Manis

Sachsenring merupakan salah satu sirkuit paling teknis di kalender Moto3. Dominasi tikungan kiri membuat pembalap harus cermat mengatur penggunaan ban agar tetap memiliki daya cengkeram hingga lap terakhir.

Selama sebagian besar balapan, Veda tampak nyaman berada di sekitar posisi ke-12. Banyak penonton menganggap peluangnya menembus 10 besar semakin kecil karena jarak dengan rombongan depan cukup rapat.

Namun di balik penampilannya yang terlihat tenang, Veda ternyata sedang menjalankan strategi berbeda. Ia tidak memaksakan serangan sejak awal dan memilih menjaga performa ban agar tetap optimal saat memasuki fase penentuan.

Pendekatan tersebut kemudian terbukti menjadi keputusan yang tepat ketika balapan memasuki lap terakhir.

Lap Terakhir yang Mengubah Segalanya

Memasuki putaran terakhir, Veda langsung meningkatkan intensitas serangan. Ia memanfaatkan setiap celah sempit yang tersedia untuk menyalip para rivalnya secara beruntun.

Manuver pertama dilakukan melalui jalur dalam dengan pengereman yang sangat presisi. Aksi tersebut langsung membawanya naik satu posisi tanpa kehilangan momentum.

Tak lama berselang, Veda kembali melakukan pengereman lebih lambat dibanding pembalap di depannya. Teknik tersebut sangat berisiko karena sedikit kesalahan dapat membuat motor melebar atau bahkan terjatuh.

Namun seluruh manuver berhasil dieksekusi dengan bersih. Posisinya terus merangkak hingga masuk ke 10 besar.

Puncak aksi terjadi di dua tikungan terakhir. Saat sebagian besar pembalap memilih jalur aman, Veda justru mengambil racing line yang lebih lebar sebelum memotong ke sisi dalam dengan kecepatan lebih tinggi.

Strategi tersebut membuatnya mampu melewati dua pembalap sekaligus sebelum garis finis dan mengakhiri balapan di posisi kedelapan.

Dani Pedrosa Beri Pujian Tinggi

Legenda MotoGP, Dani Pedrosa, yang bertugas sebagai analis siaran langsung, menjadi salah satu sosok yang paling terkesan dengan aksi Veda.

Menurut Pedrosa, keberhasilan pembalap Indonesia itu bukan semata-mata karena keberanian mengambil risiko, melainkan hasil dari perhitungan matang selama balapan berlangsung.

Ia menilai Veda sengaja menghemat performa ban sejak awal sehingga masih memiliki daya cengkeram maksimal ketika para rival mulai kehilangan traksi pada lap terakhir.

Pedrosa juga menyoroti kemampuan Veda membaca kesalahan lawan. Saat pembalap lain mengerem terlalu dalam demi mempertahankan posisi, Veda justru memilih waktu pengereman yang lebih tepat sehingga dapat keluar tikungan dengan akselerasi lebih baik.

Kemampuan seperti itu dinilai sebagai ciri pembalap yang memiliki kematangan berpikir di bawah tekanan tinggi.

Baca Juga: Potensi Kopi Arabika Masih Cerah, Petani Bandung Ini Berhasil Ekspor hingga Jepang dan Jerman

Hasil Penting bagi Klasemen Moto3

Finis di posisi kedelapan memberikan tambahan delapan poin yang sangat berharga bagi perjalanan Veda musim ini.

Raihan tersebut membuat posisinya semakin kuat dalam klasemen sementara Moto3 sekaligus menjaga peluang besar dalam perebutan gelar Rookie of the Year.

Selain itu, hasil di Sachsenring memperlihatkan bahwa Veda tidak hanya memiliki kecepatan, tetapi juga kecerdasan dalam menyusun strategi balapan.

Kemampuannya menjaga ritme sejak awal sebelum melancarkan serangan pada saat yang paling menentukan menjadi salah satu faktor utama keberhasilannya meraih hasil maksimal.

Bukti Talenta Indonesia di Pentas Dunia

Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman menjadi pembuktian bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level internasional.

Comeback dari posisi ke-13 menuju urutan kedelapan dalam satu lap terakhir merupakan pencapaian yang sangat sulit dilakukan di kelas Moto3, mengingat persaingan antarpembalap berlangsung sangat ketat dengan performa motor yang relatif seimbang.

Pujian dari Dani Pedrosa semakin mempertegas kualitas yang dimiliki Veda. Mantan pembalap MotoGP itu menilai pembalap muda Indonesia tersebut telah menunjukkan mentalitas seorang calon juara melalui keputusan-keputusan yang tenang, presisi, dan efektif di bawah tekanan.

Aksi heroik di Sachsenring pun diprediksi akan menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang musim Moto3. Selain mengamankan poin penting, Veda Ega Pratama juga mengirimkan pesan kuat kepada para rival bahwa Indonesia kini memiliki pembalap muda yang siap menjadi ancaman serius dalam persaingan menuju papan atas Moto3 dunia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : GARIS FINIS
Sachsenring Moto3 Jerman veda ega pratama rookie of the year dani pedrosa