GIANYAR – Persebaya Surabaya resmi menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Persib Bandung melalui adu penalti dengan skor 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam. Gelar tersebut mengakhiri penantian panjang Bajul Ijo selama 22 tahun untuk kembali meraih trofi nasional.
Pada waktu normal hingga babak tambahan, kedua tim bermain imbang 1-1. Persebaya sempat unggul lebih dahulu melalui Ramadan Sananta sebelum Persib membalas lewat Patricio Matricardi.
Keberhasilan ini menjadi gelar Piala Presiden pertama dalam sejarah Persebaya sekaligus mengakhiri puasa gelar sejak terakhir kali menjuarai Liga Indonesia pada 2004.
Baca Juga: 30 Anak di Kabupaten Blitar Jadi Korban Kekerasan, Kasus Seksual Masih Mendominasi
Persebaya dan Persib Saling Balas Gol di Final
Laga final berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama kesulitan membongkar pertahanan lawan yang tampil disiplin.
Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-20. Rahmat Irianto yang bergerak dari sisi kanan mengirim bola ke depan gawang Persib dan berhasil disambut Ramadan Sananta menjadi gol.
Keunggulan Bajul Ijo hanya bertahan beberapa menit. Persib berhasil menyamakan kedudukan melalui Patricio Matricardi yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Persebaya di dalam kotak penalti.
Baca Juga: Tayo Café Blitar Jadi Pilihan Nongkrong Nyaman, Ada Kopi Kekinian hingga Jus Segar Mulai Rp7 Ribu
Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Persib sempat mengancam melalui peluang Balsa Sekulic yang masih mampu diamankan Ernando Ari.
Di sisi lain, Persebaya juga beberapa kali mencoba menekan pertahanan Maung Bandung. Namun hingga babak pertama berakhir, skor tetap bertahan 1-1.
Memasuki babak kedua hingga perpanjangan waktu, kedua tim terus berupaya mencari gol kemenangan. Sejumlah peluang tercipta, tetapi tidak ada yang mampu mengubah kedudukan.
Baca Juga: Bahaya ODOL Mengintai di Musim Giling, Truk Muatan Tebu Terguling di Jalur Kesamben Blitar
Adu Penalti Tentukan Juara
Setelah bermain imbang selama 120 menit, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, para eksekutor kedua tim tampil cukup tenang. Namun Persebaya akhirnya mampu unggul dengan skor 6-5 dan memastikan trofi juara menjadi milik mereka.
Kemenangan tersebut disambut meriah oleh pemain, ofisial, serta ribuan Bonek dan Bonita yang memberikan dukungan sepanjang turnamen.
Momen tersebut sekaligus menjadi salah satu pencapaian terbesar Persebaya dalam dua dekade terakhir.
Bernardo Tavares Bangga dengan Mental Pemain
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu bertahan hingga akhir pertandingan.
Menurutnya, gelar juara ini memiliki arti sangat penting bagi seluruh elemen klub setelah menunggu selama 22 tahun.
“Kami membawa pulang trofi Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Setelah 22 tahun tanpa trofi besar, penantian itu berakhir hari ini. Persebaya akhirnya kembali memiliki trofi,” ujar Tavares usai pertandingan.
Pelatih asal Portugal tersebut juga mengakui kondisi fisik pemain tidak berada dalam situasi ideal karena waktu pemulihan yang relatif singkat menjelang final.
Meski demikian, ia memuji semangat juang para pemain yang tetap mampu tampil kompetitif hingga adu penalti.
Baca Juga: Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa: Watak, Rezeki, Jodoh, Karier, dan Aura Positif yang Dimiliki
“Saya sangat senang karena hari ini kami menang. Menurut saya, kami memiliki peluang yang lebih baik dibanding lawan. Semangat juang para pemain bertahan sampai akhir pertandingan,” katanya.
Tavares juga memberikan apresiasi kepada Persib Bandung yang dinilainya tampil sangat baik sepanjang turnamen. Ia berharap Maung Bandung dapat meraih hasil positif saat mewakili Indonesia di kompetisi AFC musim ini.
“Persib juga berjuang dengan sangat baik dan layak mendapat apresiasi. Saya mendoakan mereka sukses di kompetisi AFC karena itu penting bagi sepak bola Indonesia,” tuturnya.
Baca Juga: Mutasi Besar Polri Mei 2026, Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkap Penggantinya
Gelar juara Piala Presiden 2026 menjadi awal yang menjanjikan bagi Persebaya menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026-2027. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Bajul Ijo kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola nasional.
source:Youtube/@Pers Lokal
Editor : Dinda Atha Putri Maharani