Timnas Indonesia Wajib Cetak Gol Cepat, Pengamat Minta John Herdman Ubah Strategi Lawan Singapura di Piala AFF 2026

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Timnas Indonesia memburu kemenangan saat menghadapi Singapura pada laga penentuan Grup A Piala AFF 2026. Gol cepat dan permainan agresif menjadi kunci bagi skuad Garuda untuk menjaga asa lolos ke semifinal.
Timnas Indonesia memburu kemenangan saat menghadapi Singapura pada laga penentuan Grup A Piala AFF 2026. Gol cepat dan permainan agresif menjadi kunci bagi skuad Garuda untuk menjaga asa lolos ke semifinal.

JAKARTA – Timnas Indonesia dituntut tampil lebih agresif saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026. Pengamat sepak bola Rony Pangamanan menilai skuad Garuda wajib mencetak gol cepat dan melakukan perubahan strategi jika ingin mengamankan tiket ke babak semifinal.

Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga Grup A dengan enam poin, tertinggal satu angka dari Singapura yang menempati posisi kedua. Situasi tersebut membuat Rizky Ridho dan kawan-kawan hanya memiliki satu pilihan, yakni meraih kemenangan.

Rony Pangamanan menilai pelatih John Herdman harus berani mengubah pendekatan permainan. Menurutnya, Indonesia tidak bisa tampil terlalu berhati-hati karena hasil imbang tidak akan cukup membawa Garuda ke semifinal.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tumbuh 5,29 Persen, Industri Pengolahan jadi penyumbang terbesar

Ia menyarankan Herdman menurunkan pemain dengan karakter menyerang serta mempertimbangkan perubahan formasi, seperti 4-3-3 atau 4-1-4-1, agar serangan lebih efektif.

"Karena kita butuh menang, maka harus memainkan pemain-pemain dengan karakter lebih menyerang," ujarnya.

Menurut Rony, pemain yang memiliki kemampuan menggiring bola, melakukan penetrasi, dan mengirim umpan silang akurat akan menjadi kunci untuk menyuplai bola kepada striker Michel Becker.

Baca Juga: Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Bikin Siang Gelap, Apakah Indonesia Bisa Melihat?

Meski secara statistik Indonesia lebih agresif dalam menyerang, Rony mengingatkan Singapura memiliki pertahanan yang jauh lebih kokoh.

Sepanjang fase grup, Singapura baru kebobolan satu gol, termasuk ketika sukses menahan Vietnam tanpa gol. Catatan itu menjadi bukti bahwa tim asuhan Gavin Lee memiliki organisasi pertahanan yang disiplin.

Rony menilai Indonesia harus mampu mencetak gol pada 15 hingga 20 menit pertama pertandingan. Gol cepat dinilai akan memaksa Singapura keluar dari zona bertahan sehingga membuka ruang bagi Garuda untuk menambah gol.

"Kalau tidak ada gol sampai babak pertama selesai, pertandingan akan semakin sulit bagi Indonesia," katanya.

Selain lini depan, Rony juga meminta John Herdman mengevaluasi sektor pertahanan. Ia menyarankan kombinasi bek yang lebih solid dengan memasukkan Sandy Walsh jika kondisinya benar-benar bugar.

Menurutnya, koordinasi lini belakang harus diperbaiki agar kesalahan saat kalah dari Vietnam tidak kembali terulang.

Baca Juga: Dilarang Buang Puntung Rokok di Hutan, Polisi dan Perhutani Pasang Banner Cegah Karhutla di Blitar

Di lini tengah, Tom Haye diperkirakan kembali menjadi motor permainan. Namun, Rony mengingatkan Singapura kemungkinan akan menerapkan strategi seperti Vietnam, yakni mempersempit ruang gerak Tom Haye agar distribusi bola Indonesia terhambat.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental seluruh pemain. Menurutnya, John Herdman harus mampu menciptakan suasana positif di ruang ganti agar skuad Garuda bermain tanpa tekanan berlebihan.

Rony optimistis Indonesia tetap memiliki peluang besar meraih kemenangan jika mampu tampil disiplin, agresif sejak menit awal, dan memanfaatkan setiap peluang menjadi gol.

Ia bahkan memprediksi kemenangan tipis 1-0 sudah cukup untuk mengantar Timnas Indonesia melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
Indonesia vs Singapura Michel Becker Timnas Indonesia piala aff 2026 John Herdman