Veda Ega Pratama Makin Cepat di Silverstone, Pembalap Indonesia Amankan Tiket Langsung Q2

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Feda Ega Pratama tampil konsisten di Practice Moto3 Silverstone. Kecepatan dan adaptasinya meningkat hingga berhasil mengamankan tiket langsung menuju Q2.(Pinterest)
Feda Ega Pratama tampil konsisten di Practice Moto3 Silverstone. Kecepatan dan adaptasinya meningkat hingga berhasil mengamankan tiket langsung menuju Q2.(Pinterest)

SILVERSTONE – Performa Veda Ega Pratama di Moto3 kembali menjadi sorotan setelah pembalap muda Indonesia tersebut tampil solid dalam sesi Practice di Sirkuit Silverstone. Setelah sebelumnya menempati posisi keenam pada FP1, Veda mampu menunjukkan kecepatan yang lebih konsisten pada sesi berikutnya.

Veda Ega Pratama tidak sekadar mengejar satu lap cepat. Sepanjang sesi Practice, rider Honda Team Asia itu beberapa kali berada di kelompok terdepan ketika para pembalap saling mempertajam catatan waktu. Konsistensi tersebut menjadi modal penting karena hasil Practice menentukan siapa saja yang mendapatkan akses langsung ke Q2.

Performa Veda sekaligus memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan. Adaptasinya terhadap motor Moto3 semakin baik, sementara keberaniannya menghadapi tikungan cepat Silverstone membuat kecepatannya terlihat lebih kompetitif dibanding beberapa seri sebelumnya.

Baca Juga: Piala AFF 2026: Indonesia Gagal Menang, Singapura Amankan Posisi Runner-up Grup A

FP1 Sudah Berikan Sinyal Positif

Potensi Veda sebenarnya sudah terlihat sejak sesi Free Practice 1. Ia mampu memperbaiki waktu putaran secara bertahap hingga masuk ke posisi empat besar.

Namun, persaingan pada menit-menit terakhir membuat posisinya berubah. Setelah seluruh pembalap menyelesaikan lap terakhir, Veda harus mengakhiri sesi di urutan keenam.

Meski tidak bertahan di empat besar, hasil tersebut menjadi indikasi bahwa Veda memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing dengan pembalap lain di Silverstone.

Hal yang lebih menarik justru terjadi ketika memasuki Practice. Veda terlihat lebih berani sejak awal sesi dan mampu menjaga ritme ketika menghadapi berbagai karakter tikungan di sirkuit tersebut.

Adaptasi Motor Makin Matang

Salah satu faktor yang membuat penampilan Veda terlihat berbeda adalah kemampuannya mengendalikan Honda NSF 250 RW.

Pengalaman berlatih menggunakan motor berkapasitas lebih besar selama berada di Sirkuit Mandalika disebut membantu meningkatkan kemampuan adaptasinya. Veda menjalani latihan dengan motor 600 cc hingga 1.000 cc untuk meningkatkan jam terbang dan kesiapan fisik.

Efeknya mulai terlihat ketika kembali mengendarai motor Moto3. Perpindahan arah terlihat lebih lancar, sementara racing line yang dipilih semakin presisi.

Veda juga mampu mengurangi waktu yang terbuang ketika memasuki apex. Saat keluar dari tikungan, pembalap Indonesia tersebut terlihat lebih percaya diri dalam membuka gas.

Nama Veda Terus Menghiasi Papan Atas

Sesi Practice berlangsung dalam persaingan yang sangat ketat. Perubahan posisi terjadi berkali-kali karena para rider terus melakukan upaya untuk mendapatkan catatan waktu terbaik.

Di tengah situasi tersebut, Veda beberapa kali mampu menempatkan namanya di kelompok pembalap tercepat.

Yang membuat penampilannya semakin menarik adalah konsistensi. Veda tidak hanya muncul di papan atas dalam satu lap, tetapi mampu mempertahankan kecepatannya ketika sesi berlangsung.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian di lingkungan Honda Team Asia. Hiroshi Aoyama, yang turut mendampingi perjalanan Veda, tentu bisa melihat bagaimana proses latihan yang dilakukan selama ini mulai memberikan hasil di lintasan.

Baca Juga: Piala AFF 2026: Indonesia Tertahan Singapura, Vietnam Puncaki Grup A, Ini Klasemen dan Jadwal Semifinal

Mental Veda Diuji Saat Time Attack

Tekanan terbesar datang ketika Practice memasuki fase akhir. Para pembalap mulai menggunakan ban baru untuk melakukan time attack demi mengamankan posisi menuju Q2.

Situasi seperti ini biasanya membuat persaingan semakin ketat. Kesalahan kecil dalam memilih racing line atau kehilangan momentum di salah satu sektor dapat membuat catatan waktu turun secara signifikan.

Namun, Veda mampu menjaga ketenangannya. Ia tidak terburu-buru dan memanfaatkan celah di lintasan untuk mendapatkan lap yang kompetitif.

Catatan sektor yang positif menunjukkan bahwa Veda mampu menjalani putaran cepat dengan kombinasi pengereman, racing line dan akselerasi yang semakin baik.

Tiket Q2 Berhasil Diamankan

Setelah seluruh pembalap menyelesaikan putaran terakhir, Veda berhasil mempertahankan posisinya di zona yang memberikan tiket otomatis menuju Q2.

Hasil ini menjadi pencapaian penting karena Veda dapat melewati Q1 dan langsung memusatkan perhatian pada perebutan posisi start di sesi kualifikasi.

Lolos langsung ke Q2 juga memberikan kesempatan lebih besar bagi Veda untuk memburu posisi grid yang kompetitif. Dengan kecepatan yang sudah terlihat sejak Practice, peluang tersebut tentu menjadi sesuatu yang layak dinantikan.

Performa di Silverstone memperlihatkan bahwa Veda Ega Pratama semakin matang menghadapi persaingan Moto3. Kecepatan, konsistensi, serta kemampuan beradaptasi yang terus berkembang menjadi modal berharga untuk menghadapi sesi kualifikasi dan balapan.

Kini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum tersebut. Jika mampu kembali menemukan ritme terbaik saat kualifikasi, bukan tidak mungkin Veda kembali memberikan kejutan dan membawa nama Indonesia semakin dekat dengan barisan depan Moto3.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : VedaEga MOTO
Q2 Moto3 Silverstone moto3 Honda Team Asia veda ega pratama