TULUNGAGUNG - Timnas Indonesia belum selesai dengan Singapura. Setelah gagal melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 akibat ditahan 1-1, skuad Garuda kini mulai menatap peluang membalas hasil tersebut di FIFA ASEAN Cup 2026.
Timnas Indonesia memang harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat di ASEAN Championship. Namun, pelatih John Hertman tidak ingin anak asuhnya terjebak dalam kekecewaan. Fokus langsung diarahkan ke turnamen yang akan berlangsung pada September dan Oktober mendatang.
Timnas Indonesia bahkan berpeluang kembali bertemu Singapura. Jika duel itu terwujud, Hertman memastikan skuad Garuda akan tampil dengan energi berbeda. Kekalahan secara hasil tersebut ingin dijadikan pelajaran penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Keunggulan Indonesia Sirna
Pertandingan melawan Singapura sebenarnya sempat berjalan sesuai harapan Indonesia. Skuad Garuda mampu menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang untuk mencetak gol.
Baca Juga: Persib Bandung Kembali Hadapi Persija, Duel El Clasico Indonesia di Awal Super League 2026-2027.
Indonesia akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-47. Ragnar Oratmangoen menjadi pemain yang membawa Garuda unggul setelah mencetak gol pada awal babak kedua.
Gol tersebut membuat Indonesia berada dalam posisi yang menguntungkan. Tambahan satu gol saja bisa semakin memperbesar peluang skuad Garuda mengamankan kemenangan dan melanjutkan perjalanan di ASEAN Championship 2026.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Singapura meningkatkan tekanan dan akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan melalui Ilhan Fandi pada menit ke-66.
Skor berubah menjadi 1-1. Indonesia kemudian gagal menemukan gol kedua hingga pertandingan berakhir. Hasil imbang tersebut memastikan langkah Garuda terhenti dan tiket semifinal lepas dari genggaman.
Hertman Soroti Dua Masalah
John Hertman melihat pertandingan tersebut sebagai evaluasi besar bagi skuad Garuda. Ada dua aspek yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius, yakni penyelesaian peluang dan kesalahan di lini belakang.
Baca Juga: Persib Bandung Kembali Hadapi Persija, Duel El Clasico Indonesia di Awal Super League 2026-2027
Indonesia dinilai memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Penguasaan permainan juga menjadi salah satu modal positif. Namun, peluang yang didapat tidak mampu dimaksimalkan menjadi gol tambahan.
Masalah lain muncul ketika Indonesia gagal menjaga keunggulan. Kesalahan di lini belakang memberikan kesempatan bagi Singapura untuk menyamakan skor.
Bagi Hertman, situasi tersebut tidak boleh kembali terjadi. Skuad Garuda harus mampu tampil lebih efektif ketika mendapatkan peluang dan lebih disiplin saat bertahan.
Kegagalan itu pun tidak ingin dijadikan alasan untuk terus meratapi hasil. Hertman justru berharap pertandingan tersebut menjadi pengalaman yang dapat meningkatkan mental dan permainan anak asuhnya.
FIFA ASEAN Cup Jadi Panggung Pembuktian
Kini, perhatian Hertman mulai diarahkan ke FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan.
Potensi bertemu Singapura kembali menjadi salah satu cerita menarik. Jika kedua tim kembali berhadapan, Hertman ingin Indonesia datang dengan kondisi yang jauh berbeda.
Pelatih asal Inggris itu bahkan sudah menunjukkan antusiasme menghadapi kemungkinan tersebut. Pertemuan ulang dengan Singapura dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa kegagalan sebelumnya telah memberikan pelajaran.
Persiapan menjadi faktor penting. Timnas Indonesia perlu memperbaiki efektivitas serangan, memaksimalkan peluang, sekaligus mengurangi kesalahan sendiri.
Dengan waktu persiapan yang tersedia sebelum FIFA ASEAN Cup dimulai, Hertman memiliki kesempatan untuk melakukan pembenahan. Evaluasi dari pertandingan melawan Singapura bisa menjadi salah satu dasar dalam membangun permainan Garuda.
Kegagalan di ASEAN Championship 2026 akhirnya bukan sekadar cerita tentang tersingkirnya Indonesia. Hasil tersebut bisa menjadi titik awal bagi skuad Garuda untuk melakukan perubahan.
Kini pertanyaannya, apakah Timnas Indonesia mampu mengubah kekecewaan menjadi motivasi dan membayar kegagalan saat kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026?
Editor : M. Helmi Nurhisam