Klub Sepak Bola Milik Orang Indonesia Makin Bertambah, Ini 13 Tim Eropa hingga Australia yang Diinvestasi

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Klub sepak bola milik orang Indonesia terus bertambah. Berikut daftar 13 klub di Eropa, Australia, dan Amerika yang dimiliki investor Tanah Air.(ScYoutube)
Klub sepak bola milik orang Indonesia terus bertambah. Berikut daftar 13 klub di Eropa, Australia, dan Amerika yang dimiliki investor Tanah Air.(ScYoutube)

JAKARTA – Klub sepak bola milik orang Indonesia terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pengusaha nasional mulai menanamkan modal di berbagai klub luar negeri sebagai bagian dari ekspansi bisnis sekaligus pengembangan industri olahraga. Investasi tersebut tersebar di kompetisi Inggris, Italia, Belgia, Portugal, Spanyol, Australia hingga Amerika Serikat.

Fenomena klub sepak bola milik orang Indonesia tidak hanya berdampak pada perkembangan klub yang diakuisisi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pemain Indonesia untuk menembus kompetisi internasional. Beberapa klub bahkan menjadi destinasi pemain Timnas Indonesia dalam beberapa musim terakhir.

Seiring meningkatnya investasi, klub sepak bola milik orang Indonesia kini semakin dikenal oleh pencinta sepak bola nasional. Beberapa di antaranya berhasil promosi ke kasta lebih tinggi, sementara lainnya menjadi wadah pembinaan talenta muda Indonesia.

Baca Juga: Radar Blitar Jalin Silaturahmi dengan RS Wava Kesamben, Bahas Peluang Kolaborasi hingga Podcast

Oxford United Jadi Ikon Investasi Indonesia di Inggris

Oxford United menjadi klub yang paling banyak mendapat perhatian publik Indonesia. Erick Thohir bersama Anindya Bakrie resmi menjadi pemegang saham mayoritas setelah menguasai 51 persen saham klub pada September 2022.

Keduanya sebenarnya telah bergabung sebagai investor sejak 2018. Sejak saat itu performa Oxford United terus meningkat hingga sukses promosi ke Championship pada musim 2023/2024.

Nama Oxford United semakin populer di Indonesia setelah diperkuat pemain Timnas Indonesia Marselino Ferdinan dan Ole Romeny.

Como Bangkit Setelah Diambil Alih Hartono Bersaudara

Di Italia, Como menjadi contoh keberhasilan investasi pengusaha Indonesia. Klub tersebut diakuisisi Grup Djarum melalui Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono pada 2019 ketika masih berupaya bangkit dari krisis finansial.

Kini Como kembali tampil kompetitif di Liga Italia. Klub tersebut bahkan sempat mendatangkan mantan bek Manchester United dan Timnas Prancis Raphael Varane serta menunjuk Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala.

Sejumlah Klub Eropa Juga Dimiliki Investor Indonesia

Selain Oxford United dan Como, terdapat beberapa klub Eropa lain yang mendapat dukungan modal dari pengusaha Indonesia.

Lecce di Serie A Italia memiliki investor asal Indonesia, Alvin Sariatmadja, yang bergabung melalui konsorsium pada 2022.

Di Belgia, FCV Dender dimiliki Sihar Sitorus sejak 2018. Klub tersebut berhasil promosi ke Belgian First Division A dan semakin dikenal publik Indonesia setelah merekrut Ragnar Oratmangoen.

Sementara itu, Tranmere Rovers yang bermain di League Two Inggris berada di bawah kepemilikan Santini Group milik keluarga Wanandi sejak 2019.

Di Portugal, Estrela da Amadora juga memiliki investor asal Indonesia melalui Pakuan Football Enterprise. Klub tersebut sukses promosi ke kasta tertinggi Liga Portugal.

Adapun Polillas Ceuta di Spanyol dimiliki Batavia Sports Group sejak 2020. Klub ini dikenal sebagai salah satu jalur pengembangan pemain muda Indonesia menuju Eropa.

 

Australia Jadi Gerbang Pemain Indonesia

Brisbane Roar menjadi salah satu klub yang paling dekat dengan sepak bola Indonesia. Klub peserta A-League tersebut dimiliki Bakrie Group sejak 2012.

Sejumlah pemain Indonesia pernah memperkuat Brisbane Roar, di antaranya Rafael Struick, Yandi Sofyan, dan Sergio van Dijk. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana investasi dapat membuka akses pemain Indonesia ke kompetisi luar negeri.

Klub Besar Dunia yang Pernah Dimiliki Pengusaha Indonesia

Tidak sedikit pengusaha Indonesia yang pernah berinvestasi di klub-klub besar dunia.

Erick Thohir sempat memiliki sekitar 70 persen saham Inter Milan sebelum melepas seluruh kepemilikannya pada 2019. Ia juga pernah menjadi pemegang saham mayoritas DC United di Major League Soccer Amerika Serikat.

Ustaz Yusuf Mansur pernah membeli 10 persen saham Lechia Gdańsk melalui perusahaan Paytren pada 2018, sementara Iman Arif tercatat pernah memiliki sekitar 20 persen saham Leicester City pada periode 2010 hingga 2012.

Bakrie Group juga pernah mengakuisisi klub Belgia CS Visé dan membawa beberapa pemain Indonesia seperti Syamsir Alam serta Manahati Lestusen sebelum akhirnya melepas kepemilikan klub tersebut.

Investasi pengusaha Indonesia di klub sepak bola luar negeri membuktikan bahwa industri sepak bola telah berkembang menjadi sektor bisnis yang bernilai tinggi. Selain memperkuat citra Indonesia di level internasional, langkah tersebut juga membuka jalan lebih luas bagi pemain muda Indonesia untuk membangun karier di kompetisi sepak bola dunia.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Pro Max 1 jt x
Oxford United Klub sepak bola milik orang Indonesia Como erick thohir fcv dender