JAKARTA – Klub sepak bola milik orang Indonesia kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Dalam lebih dari satu dekade terakhir, sejumlah pengusaha nasional mulai menanamkan investasi di berbagai klub luar negeri. Mulai dari Liga Inggris, Serie A Italia, Liga Belgia, Portugal, Spanyol, Australia hingga Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, jejak investor Indonesia semakin luas.
Keberadaan klub sepak bola milik orang Indonesia menjadi bukti bahwa industri sepak bola telah berkembang menjadi sektor bisnis global yang menjanjikan. Tak sedikit klub yang mengalami peningkatan prestasi setelah mendapatkan suntikan modal dari investor asal Indonesia.
Selain berorientasi pada bisnis, investasi di klub sepak bola milik orang Indonesia juga memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional. Sejumlah pemain Indonesia mendapat kesempatan berkarier di luar negeri melalui klub-klub yang memiliki keterkaitan dengan investor Tanah Air.
Oxford United Jadi Investasi yang Paling Menarik Perhatian
Oxford United menjadi klub yang paling populer di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Erick Thohir bersama Anindya Bakrie resmi menjadi pemegang saham mayoritas setelah mengakuisisi 51 persen saham klub pada 27 September 2022.
Meski demikian, keduanya sebenarnya telah menjadi investor sejak 2018. Performa Oxford United terus membaik hingga akhirnya berhasil promosi ke Championship pada musim 2023/2024.
Popularitas klub berjuluk The U's tersebut juga meningkat setelah mendatangkan pemain Timnas Indonesia Marselino Ferdinan dan Ole Romeny.
Como Berhasil Bangkit dari Krisis
Di Italia, Como menjadi salah satu kisah sukses investasi pengusaha Indonesia. Grup Djarum melalui Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono mengambil alih klub tersebut pada 2019 untuk menyelamatkannya dari krisis keuangan.
Hasilnya mulai terlihat dalam beberapa musim terakhir. Como berhasil kembali bersaing di kasta tertinggi Liga Italia dan menarik perhatian dunia setelah mendatangkan Raphael Varane serta menunjuk Cesc Fabregas sebagai pelatih.
Daftar Klub yang Masih Dimiliki Investor Indonesia
Selain Oxford United dan Como, sejumlah klub lain juga berada di bawah kepemilikan atau memiliki investor asal Indonesia.
Lecce di Serie A Italia memiliki investor Alvin Sariatmadja melalui konsorsium yang masuk pada 2022.
FCV Dender di Belgia dimiliki Sihar Sitorus sejak 2018 dan kini bermain di kasta tertinggi Liga Belgia. Klub ini semakin dikenal setelah merekrut Ragnar Oratmangoen.
Tranmere Rovers di Inggris dimiliki Santini Group milik keluarga Wanandi sejak 2019.
Brisbane Roar di Australia sepenuhnya dimiliki Bakrie Group sejak 2012. Klub tersebut pernah diperkuat Rafael Struick, Yandi Sofyan, dan Sergio van Dijk.
Polillas Ceuta di Spanyol berada di bawah kepemilikan Batavia Sports Group, sedangkan Estrela da Amadora di Portugal mendapat dukungan investasi dari Pakuan Football Enterprise.
Baca Juga: Radar Blitar Jalin Silaturahmi dengan RS Wava Kesamben, Bahas Peluang Kolaborasi hingga Podcast
Inter Milan hingga DC United Pernah Dimiliki Erick Thohir
Nama Erick Thohir menjadi salah satu tokoh Indonesia yang paling dikenal di dunia sepak bola internasional.
Pada 2013, ia mengakuisisi sekitar 70 persen saham Inter Milan dan menjadi Presiden klub raksasa Serie A tersebut. Kepemilikan itu kemudian dilepas secara bertahap hingga seluruh saham dijual pada 2019.
Selain Inter Milan, Erick Thohir juga pernah menjadi pemegang saham mayoritas DC United, klub peserta Major League Soccer Amerika Serikat.
Leicester City dan Lechia Gdańsk Juga Pernah Diinvestasi
Investasi pengusaha Indonesia tidak berhenti di sana. Ustaz Yusuf Mansur pernah membeli 10 persen saham Lechia Gdańsk melalui Paytren pada 2018, meski kemudian melepasnya beberapa tahun setelah Egy Maulana Vikri meninggalkan klub.
Mantan Ketua Badan Tim Nasional PSSI, Iman Arif, juga pernah memiliki sekitar 20 persen saham Leicester City pada periode 2010 hingga 2012.
Bakrie Group pun sempat mengakuisisi CS Visé di Belgia dan membawa sejumlah pemain Indonesia, seperti Syamsir Alam serta Manahati Lestusen, untuk merasakan kompetisi Eropa.
Fenomena semakin banyaknya investor Indonesia yang memiliki saham klub luar negeri menunjukkan bahwa sepak bola kini menjadi salah satu sektor investasi yang menjanjikan. Di sisi lain, langkah tersebut turut memperbesar peluang pemain Indonesia untuk menembus kompetisi internasional sekaligus memperkuat citra Indonesia di dunia olahraga global.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Pro Max 1 jt x