Transfer Gagal Liga Eropa 2025/2026, Paul Pogba hingga Trent Alexander-Arnold Jadi Beban Klub

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:55 WIB

 

Transfer gagal Liga Eropa 2025/2026 menghadirkan banyak kejutan. Trent Alexander-Arnold, Paul Pogba hingga Jonathan David dinilai belum memenuhi ekspektasi.(Pinterest)
Transfer gagal Liga Eropa 2025/2026 menghadirkan banyak kejutan. Trent Alexander-Arnold, Paul Pogba hingga Jonathan David dinilai belum memenuhi ekspektasi.(Pinterest)

JAKARTA – Transfer gagal Liga Eropa 2025/2026 menjadi salah satu cerita yang paling banyak dibahas sepanjang musim. Sejumlah pemain yang didatangkan dengan biaya mahal maupun ekspektasi tinggi justru gagal memberikan kontribusi maksimal akibat cedera, penurunan performa, hingga sulit beradaptasi dengan klub barunya.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Premier League, tetapi juga merambah La Liga, Serie A, Bundesliga, hingga Ligue 1. Beberapa pemain bahkan lebih sering menghabiskan waktu bersama tim medis dibanding tampil di lapangan, sehingga investasi klub berubah menjadi kerugian besar.

Berikut sederet pemain yang dinilai menjadi transfer paling mengecewakan di kompetisi elite Eropa musim 2025/2026.

Baca Juga: Jersey Baru Klub Eropa 2025/2026 Bocor? Ini Desain Chelsea, Barcelona, Real Madrid hingga Liverpool

Trent Alexander-Arnold Belum Menjawab Ekspektasi Real Madrid

Kepindahan Trent Alexander-Arnold dari Liverpool ke Real Madrid sempat dianggap sebagai salah satu transfer terbesar musim panas. Bek kanan Timnas Inggris itu diharapkan memperkuat sektor kanan pertahanan Los Blancos.

Namun, perjalanan Trent di Santiago Bernabeu belum berjalan mulus. Ia beberapa kali dikritik karena dinilai lemah saat bertahan, kurang disiplin menjaga posisi, hingga kesulitan mengikuti ritme permainan La Liga.

Situasi semakin sulit setelah pemain berusia 27 tahun tersebut mengalami cedera hamstring dan robekan otot yang membuatnya kehilangan banyak pertandingan sepanjang musim.

Cedera Menghantui Marc-Andre ter Stegen

Girona berharap peminjaman Marc-Andre ter Stegen mampu meningkatkan kualitas lini belakang mereka.

Harapan itu pupus hanya dalam hitungan hari setelah sang kiper mengalami cedera hamstring serius usai menjalani debutnya.

Akibat cedera tersebut, Ter Stegen diperkirakan harus menepi hingga akhir musim. Girona pun tetap harus menanggung sebagian gaji sang pemain tanpa mendapatkan kontribusi maksimal di lapangan.

Juventus Belum Menikmati Ketajaman Jonathan David

Jonathan David datang ke Juventus dengan status bebas transfer dan diharapkan menjadi solusi baru di lini depan.

Meski demikian, penyerang asal Kanada itu kesulitan menunjukkan ketajamannya. Hingga pertengahan musim, David hanya mampu mencetak lima gol di Serie A.

Ia bahkan sempat menjalani 12 pertandingan liga tanpa mencetak gol, membuat Juventus kembali bergantung pada pemain lain untuk urusan mencetak gol.

Baca Juga: Jersey Baru Klub Eropa 2025/2026 Bocor? Ini Desain Chelsea, Barcelona, Real Madrid hingga Liverpool

Milan Punya Dua Transfer yang Belum Maksimal

AC Milan juga masuk daftar klub yang belum puas dengan pemain rekrutannya.

Christopher Nkunku yang didatangkan dari Chelsea belum mampu tampil konsisten. Penyerang asal Prancis tersebut hanya mencatat lima gol sepanjang musim, angka yang dinilai belum sebanding dengan nilai transfer maupun gaji yang diterimanya.

Selain Nkunku, Ardon Jashari juga belum mampu memenuhi ekspektasi.

Cedera patah fibula pada awal musim membuat proses adaptasinya terhambat. Setelah pulih, ia harus bersaing ketat memperebutkan posisi inti sehingga kontribusinya masih terbatas.

Evan Ferguson dan Noa Lang Sulit Berkembang

AS Roma mendatangkan Evan Ferguson dari Brighton dengan harapan menambah daya gedor lini depan.

Namun, striker muda Republik Irlandia itu hanya mencetak tiga gol sebelum mengalami cedera pergelangan kaki yang memaksanya mengakhiri musim lebih cepat.

Sementara itu, Napoli belum mendapatkan hasil sesuai harapan dari Noa Lang.

Winger asal Belanda tersebut kesulitan mendapatkan tempat utama di bawah Antonio Conte dan akhirnya dipinjamkan ke Galatasaray setelah kontribusinya hanya satu gol serta dua assist.

Job Bellingham Belum Ikuti Jejak Sang Kakak

Borussia Dortmund berharap Job Bellingham mampu mengulang kesuksesan Jude Bellingham.

Akan tetapi, gelandang muda Inggris itu justru mengalami musim debut yang sulit. Dari 25 pertandingan Bundesliga, ia hanya menghasilkan satu assist.

Job juga mendapat sorotan akibat kartu merah dan konflik dengan pelatih yang membuat posisinya di tim semakin tertekan.

Nicolas Jackson dan Paul Pogba Masuk Daftar

Bayern Munchen pun belum memperoleh hasil maksimal dari Nicolas Jackson.

Dipinjam dari Chelsea, striker Senegal itu hanya mengoleksi empat gol sepanjang musim. Minimnya kontribusi membuat Bayern dipastikan tidak akan mempermanenkan statusnya.

Sementara itu, Paul Pogba kembali mengalami nasib buruk setelah bergabung dengan AS Monaco.

Baru saja kembali bermain usai hukuman doping, gelandang asal Prancis tersebut kembali diterpa cedera paha, betis, dan pergelangan kaki. Hingga Maret 2026, Pogba hanya tampil tiga kali dengan total waktu bermain sekitar 30 menit.

Kondisi itu membuat Monaco harus mempertimbangkan ulang masa depan sang pemain karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kontribusi di lapangan.

Musim 2025/2026 menjadi bukti bahwa nama besar dan nilai transfer tinggi belum tentu menjamin kesuksesan. Faktor adaptasi, kebugaran, serta kecocokan dengan sistem permainan tetap menjadi penentu utama berhasil atau tidaknya seorang pemain di klub barunya.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Starting Eleven
Jonathan David Paul Pogba Transfer gagal Liga Eropa ac milan trent alexander-arnold