JAKARTA – Klub Eropa ke Indonesia kembali menjadi sorotan setelah tiga tim elite Benua Biru dipastikan menggelar tur pramusim di Jakarta pada Agustus mendatang. Chelsea, AC Milan, dan Aston Villa akan meramaikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), sekaligus mengakhiri penantian panjang pecinta sepak bola Tanah Air yang sudah lebih dari satu dekade menunggu kedatangan klub-klub papan atas Eropa.
Agenda ini bukan sekadar pertandingan persahabatan. Klub Eropa ke Indonesia dinilai menjadi sinyal bahwa Indonesia kembali dipercaya sebagai salah satu destinasi penting dalam kalender tur pramusim internasional. Kepercayaan tersebut muncul setelah berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari infrastruktur stadion, keamanan pertandingan, hingga potensi pasar sepak bola nasional yang terus berkembang.
Kehadiran tiga klub besar tersebut juga diharapkan membuka jalan bagi tim-tim elite lainnya untuk kembali memasukkan Indonesia ke dalam agenda tur tahunan mereka.
Aston Villa Jadi Pembuka Tur Pramusim
Aston Villa dijadwalkan menjadi tim pertama yang tampil di Jakarta. Wakil Premier League itu akan menghadapi Indonesia All Stars pada 1 Agustus di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Indonesia All Stars disebut akan dihuni pemain-pemain terbaik dari kompetisi domestik, pemain asing yang tampil di Super League, hingga sejumlah pemain diaspora. Laga tersebut menjadi kesempatan langka bagi publik Indonesia untuk menyaksikan langsung aksi klub yang musim lalu tampil impresif di kompetisi Eropa.
Setelah itu, atmosfer sepak bola nasional dipastikan semakin memanas ketika Chelsea menghadapi AC Milan pada 8 Agustus. Duel dua klub legendaris tersebut diprediksi menjadi magnet utama karena mempertemukan dua raksasa yang memiliki jutaan penggemar di Indonesia.
Mengakhiri Penantian Lebih dari Satu Dekade
Kedatangan Chelsea, AC Milan, dan Aston Villa mengakhiri masa penantian panjang sejak AS Roma terakhir kali menggelar agenda resmi di Indonesia pada 2015.
Saat itu, klub Serie A tersebut datang membawa sejumlah bintang seperti Francesco Totti, Daniele De Rossi, hingga Radja Nainggolan dalam acara bertajuk AS Roma Day. Sejak kunjungan itu, nyaris tidak ada lagi klub elite Eropa yang menjadikan Indonesia sebagai lokasi tur pramusim.
Padahal pada era sebelumnya, Indonesia cukup sering disambangi klub-klub besar seperti Liverpool, Juventus, Arsenal, Inter Milan, Bayern Munchen, Ajax Amsterdam hingga PSV Eindhoven.
Sementara negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia justru rutin menjadi tuan rumah pertandingan pramusim klub-klub elite Eropa.
Penyebab Indonesia Lama Tidak Dilirik
Ada beberapa faktor yang membuat Indonesia sempat kehilangan daya tarik di mata klub-klub Eropa.
Salah satunya adalah sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada Indonesia pada 2015 sehingga aktivitas sepak bola nasional sempat terhenti di level internasional. Kondisi tersebut membuat banyak promotor dan klub mengalihkan agenda mereka ke negara lain.
Selain itu, persoalan birokrasi juga menjadi tantangan. Proses perizinan pertandingan internasional dinilai lebih rumit dibanding negara lain, sehingga menyulitkan promotor menyusun agenda jauh hari.
Faktor keamanan juga sempat menjadi perhatian, terutama setelah tragedi Kanjuruhan pada 2022 yang mengundang sorotan dunia. Situasi tersebut membuat sejumlah klub memilih menunda atau membatalkan rencana kunjungan ke Indonesia.
Di sisi lain, negara-negara seperti Singapura mampu memberikan insentif besar melalui dukungan pemerintah untuk menarik klub-klub elite datang menjalani tur pramusim.
Baca Juga: Jersey Piala Dunia 2026 Resmi Terungkap, Adidas, Nike, dan Puma Pamer Desain Paling Unik
Alasan Indonesia Kembali Dipilih
Kini kondisi berubah cukup drastis. Indonesia dinilai berhasil meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan internasional, termasuk saat sukses menggelar laga Timnas Indonesia melawan Argentina pada 2023 yang berlangsung aman dan tertib.
Perbaikan fasilitas Stadion Utama Gelora Bung Karno beserta lapangan latihan juga menjadi nilai tambah. Standar venue yang semakin baik membuat klub-klub Eropa merasa lebih nyaman menjalani persiapan musim baru di Indonesia.
Di sisi lain, promotor lokal juga mulai menawarkan skema bisnis yang lebih kompetitif melalui penjualan tiket digital, kerja sama sponsor, hingga berbagai aktivitas komersial yang menguntungkan kedua belah pihak.
Kombinasi faktor tersebut membuat Indonesia kembali masuk dalam peta tur pramusim internasional.
Jika seluruh rangkaian pertandingan berjalan sukses, bukan tidak mungkin lebih banyak klub elite Eropa akan mengikuti jejak Chelsea, AC Milan, dan Aston Villa. Bahkan, sejumlah laporan menyebut Manchester United menjadi salah satu klub yang mulai mempertimbangkan Indonesia sebagai destinasi tur pramusim pada musim-musim berikutnya.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Starting Eleven