JAKARTA - Feda Ega Pratama Moto3 2026 menjadi sorotan bukan hanya karena performanya di lintasan, tetapi juga isu nilai kontrak pembalap muda Asia Tenggara. Sementara Hakim Danish disebut memperoleh kontrak profesional tanpa beban finansial, rincian kontrak Feda bersama Honda Team Asia masih menjadi tanda tanya.
Baca Juga: Sumur 7 Pitu di Pantai Jembatan Panjang Disebut Sakti, Airnya Tawar Meski Dekat Laut
Kontrak Hakim Danish Disebut Tanpa Beban Finansial
Feda Ega Pratama Moto3 2026 dan Hakim Danish menjadi dua nama yang dibahas dalam konteks perubahan peta pembalap Asia Tenggara di kejuaraan dunia. Keduanya disebut berhasil menembus level Moto3 melalui jalur yang berbeda.
Hakim Danish, pembalap asal Terengganu, disebut mendapatkan kontrak profesional bersama MSI Racing Team untuk menjalani musim penuh 2026. Dalam transkrip, kontrak tersebut disebut tidak mengharuskan pembalap menanggung beban finansial besar untuk mengamankan posisi di grid.
Pengurus SIC Racing, Zulfahmi Kairudin, disebut mengonfirmasi bahwa Hakim memperoleh gaji pokok dan bonus performa dari manajemen tim. Ia juga disebut mendapatkan motor yang sebelumnya digunakan Angel Piqueras.
Status tersebut dianggap penting karena pembalap muda dari Asia selama ini kerap dikaitkan dengan kebutuhan membawa sponsor atau dana pribadi. Dalam kasus Hakim, transkrip menyebut dirinya justru diposisikan sebagai investasi berdasarkan kemampuan balap.
Baca Juga: Pesulap Merah Ditantang Buktikan Santet, Berujung Klaim Kabur dan Tantangan Rumah Cash
Nilai Kontrak Feda Masih Menjadi Misteri
Situasi berbeda terjadi pada Feda Ega Pratama. Pembalap Indonesia tersebut disebut memperkuat Honda Team Asia, tetapi rincian nilai kontraknya belum diumumkan secara resmi.
Kondisi itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan skema kontrak yang didanai penuh oleh Honda. Namun, informasi tersebut dalam materi video masih berupa dugaan pengamat dan bukan angka resmi yang telah dikonfirmasi pihak tim.
Transkrip menyebut jalur karier Feda melalui Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup menjadi salah satu alasan munculnya anggapan bahwa ia memiliki nilai tawar tinggi.
Video juga membahas gambaran pendapatan pembalap di kelas Moto3 yang disebut berada di kisaran 30.000 hingga 150.000 euro per tahun. Namun, angka tersebut dipaparkan sebagai data industri dalam materi video dan tidak disertai sumber resmi yang dapat diverifikasi dari transkrip.
Nilai kontrak juga disebut dapat dipengaruhi oleh prestasi, sponsor, biaya operasional, hingga kemampuan pembalap memberikan hasil kompetitif. Karena itu, membandingkan nilai kontrak dua rookie tidak cukup hanya berdasarkan rumor mengenai gaji.
Baca Juga: Arah Rezeki Jumat Menurut Primbon, Ini Panduan untuk Kliwon, Pahing, Pon dan Wage
Performa Feda Unggul dalam Klasemen Sementara
Di tengah perdebatan soal kontrak, performa di lintasan menjadi ukuran yang lebih konkret. Dalam transkrip, Feda disebut menempati posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026 setelah enam seri dengan koleksi 58 poin.
Catatan tersebut menjadikan Feda disebut sebagai rookie terbaik sementara dalam materi video. Ia juga diklaim mampu beradaptasi dengan ban, sasis dan karakter sirkuit Eropa meski baru menjalani musim pertamanya.
Sementara itu, Hakim Danish disebut berada di posisi ke-11 dengan 27 poin. Selisih 31 poin tersebut menjadi salah satu dasar narasi bahwa Feda saat ini memiliki keunggulan performa atas rivalnya.
Meski demikian, posisi klasemen dan nilai kontrak merupakan dua hal berbeda. Performa Feda memang dapat meningkatkan daya tawarnya, tetapi besaran kontrak masa depan tetap bergantung pada keputusan tim, sponsor dan negosiasi resmi.
Rivalitas Feda dan Hakim pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang memiliki kontrak lebih besar. Keduanya juga membawa harapan bagi perkembangan pembalap Asia Tenggara di panggung dunia.
Jika performa Feda terus bertahan hingga akhir musim, hasil tersebut berpotensi menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya. Sementara Hakim masih memiliki kesempatan memperkecil jarak melalui performa di seri-seri berikutnya.
Untuk saat ini, Feda Ega Pratama Moto3 2026 unggul dalam klasemen berdasarkan data yang disebut dalam video, sedangkan nilai kontrak keduanya belum bisa dibandingkan secara pasti karena rincian finansial resmi Feda belum tersedia.
Source: Youtube/@PITLANEGARUDA
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri