JAKARTA - Feda Ega Pratama Moto3 2026 bakal menghadapi rivalitas menarik dengan Hakim Danis dari Malaysia. Keduanya sama-sama datang sebagai rookie setelah tampil di Red Bull Rookies Cup 2025, tetapi Hakim mendapat dukungan menarik karena bergabung dengan MT Helmets MSI, tim yang musim lalu mengantar Angel Piqueras menjadi runner-up dunia.
Baca Juga: 10 Alasan Samsung Galaxy A07 Layak Dibeli, HP Rp1 Jutaan dengan Fitur Lengkap
Feda dan Hakim Sama-Sama Naik Kelas ke Moto3
Feda Ega Pratama Moto3 2026 akan membawa nama Indonesia bersama Honda Team Asia. Sementara itu, Hakim Danis menjadi wakil Malaysia yang bergabung dengan MT Helmets MSI.
Keduanya disebut mendapatkan tiket menuju Moto3 setelah menunjukkan performa kuat di Red Bull Rookies Cup 2025. Karena itu, persaingan kedua pembalap Asia Tenggara tersebut sudah menjadi perhatian bahkan sebelum musim baru dimulai.
Feda dikenal sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang memiliki kemampuan balap menjanjikan. Di sisi lain, Hakim datang dengan modal tim yang dinilai kompetitif serta dukungan teknis yang menjadi salah satu sorotan utama.
Rivalitas tersebut bahkan mulai disebut sebagai derby antara pembalap Indonesia dan Malaysia. Namun, persaingan keduanya tidak akan hanya ditentukan oleh asal negara atau popularitas.
Baca Juga: Pesulap Merah Ditantang Buktikan Santet, Berujung Klaim Kabur dan Tantangan Rumah Cash
Zulfahmi Minta Hakim Fokus Kalahkan Rekan Setim
Hakim Danis mendapat arahan khusus dari Zulfahmi Khairudin, mentor sekaligus manajernya yang memiliki pengalaman di dunia balap motor.
Alih-alih meminta Hakim langsung memikirkan persaingan dengan Feda, Zulfahmi disebut meminta pembalap Malaysia tersebut lebih dulu fokus menghadapi rekan setimnya, Ryusei Yamanaka.
Yamanaka memiliki pengalaman lebih panjang di Moto3. Karena itu, kemampuan Hakim dalam mengimbangi atau mengalahkan rekan setimnya dinilai dapat menjadi tolok ukur awal untuk melihat kesiapan sang rookie menghadapi persaingan kelas dunia.
Strategi tersebut juga bertujuan menjaga fokus Hakim. Ia tidak perlu terbebani target untuk langsung mengalahkan Feda atau pembalap lain sebelum memahami karakter Moto3 dan beradaptasi dengan lingkungan tim barunya.
Zulfahmi disebut menginginkan persaingan sehat di dalam garasi. Jika Hakim mampu tampil kompetitif melawan Yamanaka, kepercayaan dirinya akan semakin kuat menghadapi lawan dari tim lain.
Baca Juga: Arah Rezeki Berdasarkan Weton Menurut Primbon Jawa, Cek Arah Usaha Anda
Hakim Dapat Paket Motor dan Kru yang Kompetitif
Salah satu keuntungan Hakim Danis pada Moto3 2026 adalah dukungan teknis dari MT Helmets MSI. Dalam transkrip, Hakim disebut bukan hanya mendapatkan motor yang sebelumnya digunakan Angel Piqueras, tetapi juga bekerja dengan kru yang memiliki pengalaman kompetitif.
Piqueras disebut berhasil mengakhiri musim sebelumnya sebagai runner-up dunia. Karena itu, motor dan lingkungan teknis yang diwarisi Hakim menjadi modal penting untuk menjalani musim pertamanya.
Meski memperoleh fasilitas kompetitif, Zulfahmi disebut tidak ingin memberikan target berlebihan kepada anak didiknya. Tekanan sebagai rookie dianggap sudah cukup besar sehingga Hakim diharapkan lebih fokus memberikan performa terbaik.
Namun, target podium tetap menjadi gambaran ambisi yang diharapkan. Jika Hakim mampu memanfaatkan motor, kru dan pengalaman tim dengan baik, peluang untuk bersaing di barisan depan tentu akan semakin terbuka.
Situasi tersebut membuat Feda Ega Pratama Moto3 2026 harus menghadapi rookie Malaysia dengan paket yang tidak bisa diremehkan. Feda membawa bakat dan pengalaman balapnya bersama Honda Team Asia, sedangkan Hakim memiliki dukungan teknis dari tim yang musim sebelumnya tampil kompetitif.
Pada akhirnya, keunggulan motor dan tim tidak otomatis menjamin hasil balapan. Hakim tetap harus membuktikan kemampuannya di lintasan, sementara Feda harus menunjukkan bahwa bakat dan kecepatannya mampu menghadapi tekanan rookie dengan paket kompetitif.
Musim Moto3 2026 pun berpotensi menghadirkan persaingan menarik antara dua pembalap muda Asia Tenggara tersebut. Pertarungan Feda dan Hakim bukan hanya soal siapa yang lebih cepat, tetapi juga bagaimana masing-masing pembalap beradaptasi, menjaga konsistensi dan mengelola tekanan sepanjang musim.
Source: Youtube/SportBalapID
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri