BURIRAM - Feda Ega Pratama Moto3 Thailand 2026 mencuri perhatian setelah finis kelima dalam balapan di Sirkuit Internasional Chang, sementara Hakim Danish harus puas di posisi ke-18. Perbedaan hasil dua rookie Asia Tenggara itu langsung memunculkan sorotan terhadap performa, adaptasi motor, hingga kesiapan keduanya menghadapi persaingan kelas dunia.
Hasil Feda Ega Pratama Moto3 Thailand 2026 menjadi catatan positif bagi Indonesia. Sebaliknya, Hakim Danish menghadapi pekerjaan rumah besar setelah kesulitan menemukan ritme sejak sesi latihan hingga balapan.
Baca Juga: Primbon Jawa Ungkap Cara Menentukan Arah Rezeki, Tak Selalu Harus Ikuti Petunjuk Arah
Feda Ega Pratama Tembus Lima Besar di Thailand
Feda Ega Pratama tampil relatif tenang sepanjang balapan. Pembalap Honda Team Asia tersebut disebut mampu memanfaatkan data dan slipstream untuk menjaga posisi di kelompok depan tanpa terlalu memaksakan motor.
Strategi itu membuahkan hasil. Feda akhirnya finis di posisi kelima dan menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan tuntutan Moto3, terutama ketika berhadapan dengan pembalap yang lebih berpengalaman.
Performa tersebut juga memperlihatkan ketenangan Feda dalam mengelola balapan. Ia mampu menjaga momentum serta mengambil racing line dengan presisi ketika memasuki fase krusial.
Sementara itu, kondisi di garasi MSC Racing berjalan kontras. Hakim Danish harus berjuang keras menghadapi persoalan pada motor yang membuatnya kesulitan mempertahankan kecepatan di lintasan.
Baca Juga: Primbon Jawa Nomor 154 Bahas Arah Rezeki dan Jodoh, Jumat Dianjurkan ke Utara
Hakim Danish Finis P18, Masalah Motor Jadi Sorotan
Hakim Danish mengakhiri balapan Moto3 Thailand 2026 di posisi ke-18. Hasil tersebut membuatnya tertinggal jauh dari Feda yang berhasil mengamankan posisi kelima.
Masalah Hakim disebut sudah terlihat sejak sesi latihan bebas. Ia belum mendapatkan rasa percaya diri yang cukup terhadap bagian depan motor, terutama ketika memasuki tikungan.
Kondisi lintasan Chang yang panas turut menjadi tantangan. Suhu tinggi membuat daya cengkeram ban cepat berubah sehingga kru harus menemukan keseimbangan antara stabilitas pengereman dan kecepatan di lintasan lurus.
Dalam balapan, Hakim juga disebut terjebak di kelompok belakang. Kondisi tersebut membuatnya harus menghadapi turbulensi udara dari motor-motor di depannya dan semakin sulit mendapatkan momentum ketika masuk tikungan.
Usai balapan, Hakim mengakui tantangan yang dihadapinya. “Kecepatan mereka sangat tinggi,” ujarnya, menggambarkan kesulitan menghadapi persaingan di barisan depan.
Baca Juga: Arah Rezeki Sabtu Kliwon, Benarkah Utara Jadi Tujuan Utama? Ini Penjelasannya
Feda vs Hakim Jadi Rivalitas Baru Asia Tenggara
Perbedaan hasil di Thailand membuat rivalitas Feda Ega Pratama dan Hakim Danish kembali menjadi perhatian. Keduanya sama-sama berstatus rookie dan membawa ekspektasi besar dari Indonesia serta Malaysia.
Feda kini memiliki modal kuat setelah berhasil finis kelima. Sebaliknya, Hakim harus segera mengevaluasi teknik pengereman, komunikasi dengan kru, serta kemampuan beradaptasi dengan karakter motor.
Evaluasi setelah balapan juga menjadi bagian penting bagi MSC Racing. Ketidaksesuaian antara gaya balap Hakim yang agresif dan konfigurasi motor untuk karakter lintasan teknikal disebut menjadi salah satu persoalan yang perlu dibenahi.
Namun, hasil satu seri belum menentukan keseluruhan perjalanan musim. Hakim masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performanya, sedangkan Feda harus mempertahankan konsistensi setelah mencatat debut yang menjanjikan.
Persaingan keduanya pun bukan hanya mengenai siapa yang lebih cepat. Kemampuan membaca situasi, menjaga ketenangan, berkomunikasi dengan tim, serta beradaptasi terhadap motor akan menjadi faktor penting sepanjang Moto3 2026.
Balapan di Thailand akhirnya memberikan gambaran awal yang kontras. Feda Ega Pratama pulang dengan finis kelima, sedangkan Hakim Danish membawa pekerjaan rumah setelah berada di posisi ke-18. Musim masih panjang, sehingga respons Hakim pada seri berikutnya akan menjadi bagian penting dari kelanjutan rivalitas dua rookie Asia Tenggara tersebut.
Source: Youtube/@BlackRainbow_777
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri