Veda Ega Pratama Terbaru Makin Disorot Usai Comeback Gila di Moto3 Inggris

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:20 WIB
Veda Ega Pratama terbaru mencuri perhatian usai finis ke-9 dari start ke-15 di Moto3 Inggris. Simak comeback dan isu masa depannya! (PINTEREST)
Veda Ega Pratama terbaru mencuri perhatian usai finis ke-9 dari start ke-15 di Moto3 Inggris. Simak comeback dan isu masa depannya! (PINTEREST)

SILVERSTONE - Veda Ega Pratama terbaru kembali menjadi perbincangan setelah tampil impresif pada Moto3 Inggris 2026. Pembalap muda Indonesia itu berhasil mengubah posisi start ke-15 menjadi finis kesembilan dalam balapan di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).

Veda Ega Pratama terbaru menunjukkan kemampuan bangkit setelah hasil kualifikasi yang mengecewakan. Berada jauh dari barisan depan, Veda justru tampil tenang saat balapan dan mampu merebut posisi demi posisi. Performanya menjadi salah satu sorotan dari seri ke-12 Moto3 2026.

Veda Ega Pratama terbaru juga dikaitkan dengan isu masa depan yang menarik. Dalam video sumber, performa pembalap Honda Team Asia tersebut disebut membuat sejumlah figur penting paddock memperhatikan potensinya. Nama Valentino Rossi dan Jorge Martinez bahkan muncul dalam pembahasan mengenai kemungkinan masa depan Veda.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07 Punya Helio G99 dan UFS, tapi 4 Kekurangan Ini Perlu Dipertimbangkan

Start dari Posisi 15 Tidak Menghalangi Veda

Veda sebenarnya menunjukkan kecepatan sejak sesi latihan. Dalam transkrip video disebutkan bahwa ia mampu menempati posisi tiga besar pada sesi practice dengan catatan waktu 2 menit 9,639 detik.

Performa tersebut cukup menjanjikan bagi seorang rookie yang baru menghadapi karakter Silverstone. Lintasan sepanjang dan cepat itu menuntut pembalap memiliki keberanian sekaligus ketepatan dalam menentukan titik pengereman.

Namun, situasi berubah ketika kualifikasi berlangsung. Veda dan tim disebut terlalu lama menunggu kesempatan mendapatkan slipstream. Ketika keluar ke lintasan, kepadatan pembalap membuat Veda kesulitan memperoleh satu putaran bersih.

Kesalahan strategi tersebut membuat Veda harus menerima posisi start ke-16. Setelah Maximo Quiles mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi, posisi Veda kemudian naik menjadi ke-15 untuk balapan utama.

Aksi Overtake Veda Jadi Sorotan

Begitu lampu start padam, Veda langsung mengambil risiko terukur. Ia berhasil melewati beberapa pembalap pada awal balapan dan dengan cepat mendekati posisi 10 besar.

Pada akhir lap pertama, Veda sudah berada di posisi ke-11. Perjalanannya kemudian tidak mudah. Motor Honda yang dikendarainya disebut kesulitan menghadapi kecepatan motor KTM dan CF Moto ketika memasuki lintasan lurus.

Veda bahkan sempat kembali turun ke posisi ke-13. Namun, ia tidak terburu-buru melakukan manuver yang berisiko. Pembalap Indonesia tersebut memilih menjaga ritme dan menunggu kesempatan.

Strategi itu berbuah hasil pada dua lap terakhir. Veda mulai melancarkan serangan dengan memanfaatkan kesalahan dan celah yang dibuat para rival ketika memasuki tikungan. Ia berhasil merebut beberapa posisi hingga akhirnya menyentuh garis finis di urutan kesembilan.

Dari posisi start ke-15, Veda berarti berhasil memperbaiki enam posisi. Hasil tersebut sekaligus memberikan tambahan poin penting dalam perjalanannya pada musim rookie Moto3.

Masa Depan Veda Jadi Perhatian

Performa di Silverstone kemudian memunculkan pembahasan mengenai masa depan Veda. Transkrip video menyebut Jorge Martinez dari Aspar memberikan perhatian khusus terhadap gaya balap pembalap Indonesia tersebut.

Veda dinilai memiliki kemampuan membaca balapan, mengatur ban, serta tetap tenang ketika berada dalam rombongan padat. Karakter tersebut menjadi modal penting bagi pembalap muda yang ingin bersaing di level tertinggi.

Video juga menyebut nama Valentino Rossi dalam pembahasan mengenai potensi Veda. Rossi digambarkan memberikan apresiasi terhadap kemampuan Veda dan menilai pembalap muda tersebut akan lebih mudah berkembang jika mendapatkan paket motor yang kompetitif.

Namun, klaim tersebut belum disertai pernyataan resmi yang dapat diverifikasi dari sumber independen. Begitu pula dengan isu kepindahan Veda ke Aspar. Sampai materi yang diberikan, belum terdapat konfirmasi resmi mengenai tawaran kontrak untuk musim 2027.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07 Punya Helio G99 dan UFS, tapi 4 Kekurangan Ini Perlu Dipertimbangkan

Veda Harus Menjaga Konsistensi

Kemenangan Moto3 Inggris sendiri diraih David Almansa. Álvaro Carpe finis kedua, sedangkan Valentín Perrone menempati posisi ketiga.

Meski gagal meraih podium, Veda mendapatkan sesuatu yang tidak kalah penting. Finis kesembilan setelah memulai balapan dari posisi ke-15 memperlihatkan kemampuan bertarungnya ketika menghadapi situasi sulit.

Kini, konsistensi menjadi pekerjaan rumah Veda. Jika mampu mengulangi performa seperti di Silverstone sekaligus memperbaiki hasil kualifikasi, peluang untuk bersaing lebih dekat dengan barisan depan akan semakin terbuka.

Performa di Inggris juga menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Publik Indonesia tentu berharap pembalap muda tersebut mampu terus berkembang dan menjadikan musim 2026 sebagai pijakan menuju karier yang lebih besar di Moto3.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Garis Finish
Veda Ega Pratama Terbaru Moto3 Inggris 2026 Silverstone veda ega pratama moto3 2026