JAKARTA - Red Bull Rookies Cup 2026 memasuki jeda musim panas dengan persaingan gelar yang semakin menarik. Setelah lima seri atau 10 balapan digelar, Beñat Fernandez masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 148 poin. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena para rival terus membayangi.
Red Bull Rookies Cup 2026 juga menjadi panggung penting bagi pembalap Indonesia, Kiandra Ramadhipa. Rider bernomor 32 itu berhasil menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan 101 poin. Performa Ramadhipa sepanjang musim menunjukkan perkembangan yang menjanjikan sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk kembali memiliki wakil kuat menuju jenjang MotoGP.
Sementara itu, Red Bull Rookies Cup 2026 masih menyisakan dua seri terakhir. Ryota Ogiwara menjadi pesaing terdekat Fernandez dengan 131 poin. Dengan demikian, selisih keduanya hanya 17 poin. Ramadhipa juga masih berpeluang memperbaiki posisinya karena tertinggal 30 poin dari Ogiwara dan 47 poin dari Fernandez.
Baca Juga: Damkar Kabupaten Blitar Minta Klarifikasi Polres, Siapkan Tes Urine Massal
Fernandez Masih Berkuasa di Puncak
Beñat Fernandez tampil konsisten sejak seri pembuka di Jerez. Pembalap asal Spanyol itu mampu mengumpulkan poin penting hampir di setiap balapan sehingga berhasil mempertahankan posisi teratas.
Konsistensi menjadi kekuatan utama Fernandez. Sejumlah kemenangan dan podium membuat perolehan poinnya terus bertambah. Keunggulan tersebut menjadi modal besar menghadapi dua seri terakhir yang akan menentukan siapa pembalap yang berhak mengakhiri musim sebagai juara.
Namun, Fernandez tidak bisa terlalu nyaman. Ryota Ogiwara terus memberikan tekanan dari posisi kedua. Pembalap Jepang bernomor 97 tersebut sempat menunjukkan performa luar biasa dengan meraih kemenangan ganda di Mugello.
Sayangnya, hasil kurang maksimal di Sachsenring membuat Ogiwara kehilangan momentum. Jaraknya dengan Fernandez pun melebar menjadi 17 poin.
Kiandra Ramadhipa Jadi Ancaman dari Indonesia
Di tengah dominasi pembalap Eropa dan Jepang, Kiandra Ramadhipa menjadi salah satu kejutan musim ini. Pembalap Indonesia tersebut kini berada di peringkat ketiga dengan 101 poin.
Ramadhipa tampil impresif dalam beberapa seri. Ia berhasil meraih kemenangan pada Race 2 di Jerez dan kembali menunjukkan kecepatannya saat tampil di Sachsenring. Kemenangan Race 2 di Sachsenring menjadi salah satu pencapaian paling mencolok Ramadhipa pada musim 2026.
Dua kemenangan tersebut memperlihatkan bahwa Ramadhipa memiliki kemampuan untuk bersaing dalam perebutan posisi terdepan. Hasil itu sekaligus memperkuat harapan publik Indonesia terhadap pembalap muda yang berpotensi melangkah ke jenjang balap dunia yang lebih tinggi.
Meski sempat mendapatkan hasil kurang maksimal di sejumlah balapan, Ramadhipa mampu menjaga perolehan poin sehingga tetap bertahan di tiga besar klasemen sementara.
Persaingan Menuju Dua Seri Terakhir
Red Bull MotoGP Rookies Cup merupakan salah satu kompetisi pembinaan penting bagi pembalap muda. Seluruh peserta menggunakan motor KTM 250cc empat langkah dengan spesifikasi setara. Kondisi tersebut membuat kemampuan individu menjadi faktor penting dalam menentukan hasil balapan.
Kemampuan mengatur pengereman, memilih racing line, menjaga ritme, hingga melakukan duel secara langsung menjadi bekal penting bagi para pembalap. Selain itu, kesempatan berlomba di sirkuit yang juga digunakan dalam kalender MotoGP memberikan pengalaman berharga sebelum mereka naik ke level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Damkar Kabupaten Blitar Minta Klarifikasi Polres, Siapkan Tes Urine Massal
Musim 2026 juga memiliki nilai khusus karena menjadi tahun ke-20 Red Bull MotoGP Rookies Cup. Kompetisi tersebut kembali mempertemukan talenta muda dari berbagai negara dalam satu persaingan yang ketat.
Setelah seri Sachsenring pada Juli, kompetisi kini memasuki jeda sebelum kembali berlangsung di Misano, Italia, pada 11-13 September 2026. Seri tersebut menjadi kesempatan bagi Ogiwara dan Ramadhipa untuk memangkas jarak dengan Fernandez.
Persaingan kemudian ditutup di Red Bull Ring, Austria, pada 18-20 September. Dua seri terakhir itu bakal menjadi penentu perebutan gelar musim ini.
Dengan selisih 47 poin dari Fernandez, peluang Ramadhipa untuk menjadi juara memang cukup berat. Namun, posisi ketiga masih membuka kesempatan bagi pembalap Indonesia tersebut untuk menutup musim dengan peringkat lebih tinggi.
Jika mampu mempertahankan konsistensi dan kembali meraih kemenangan, Ramadhipa berpeluang memberikan kejutan besar. Performa dua seri terakhir akan menjadi penentu apakah Fernandez mampu mempertahankan keunggulannya atau justru mendapat tekanan hingga balapan penutup.