JAKARTA - Kiandra Ramadhipa terbaru menjadi perhatian setelah pembalap Indonesia itu mengalami insiden pada lap terakhir Race 2 Moto3 Junior World Championship di Sirkuit Jerez. Ramadhipa sebenarnya tampil kompetitif dan sempat masuk dalam persaingan podium sebelum akhirnya terjatuh akibat insiden dengan Yaroslav Karpushin.
Kiandra Ramadhipa terbaru menunjukkan performa menjanjikan sepanjang balapan. Start dari posisi yang cukup baik, pembalap bernomor 32 itu mampu merangsek ke barisan depan dan terlibat dalam pertarungan ketat bersama sejumlah pembalap papan atas. Bahkan, beberapa kali Ramadhipa berhasil menempati posisi ketiga.
Namun, Kiandra Ramadhipa terbaru harus menerima kenyataan pahit pada lap terakhir. Saat rombongan terdepan memasuki bagian akhir balapan, Karpushin melakukan manuver yang membuat keduanya bersenggolan dan Ramadhipa ikut terjatuh. Ia memang berhasil menghidupkan kembali motornya dan melanjutkan balapan, tetapi peluang meraih podium langsung sirna.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Makin Bersinar di Moto3 2026, Bos Dorna Sebut Jadi Magnet Baru Motorsport Dunia
Ramadhipa Sempat Berada di Jalur Podium
Race 2 di Jerez berlangsung dalam kondisi yang cukup berat. Suhu lintasan tinggi membuat grip menjadi tantangan bagi para pembalap. Situasi tersebut membuat balapan diprediksi berlangsung lebih hati-hati, tetapi kenyataannya persaingan justru berlangsung sangat agresif.
Ramadhipa memperlihatkan kemampuan balap yang kuat. Ketika persaingan di rombongan depan mulai terbentuk, pembalap Indonesia itu mampu memanfaatkan slipstream untuk mengejar lawan-lawannya. Ia juga berani melakukan pengereman terlambat ketika peluang menyalip terbuka.
Memasuki pertengahan balapan, Ramadhipa semakin dekat dengan barisan terdepan. Beberapa pembalap bergantian memimpin, sementara posisi kedua hingga keenam terus berubah. Jarak antarpembalap juga sangat tipis sehingga satu kesalahan kecil dapat mengubah posisi secara drastis.
Ramadhipa kemudian berhasil masuk ke posisi podium. Komentator balapan bahkan menyoroti keberaniannya ketika melakukan manuver di tikungan dan menyebut pembalap bernomor 32 tersebut memiliki racecraft yang sangat baik.
Drama Lap Terakhir Mengubah Segalanya
Memasuki lap terakhir, persaingan semakin panas. David Gonzalez, Alvaro Carpe dan beberapa pembalap lain masih berusaha memperebutkan kemenangan. Ramadhipa juga berada dalam rombongan yang memiliki peluang untuk finis di posisi terdepan.
Namun, drama terjadi ketika rombongan memasuki rangkaian tikungan menuju bagian akhir lintasan. Karpushin mencoba melakukan manuver, tetapi gerakannya berujung pada insiden yang turut melibatkan Ramadhipa.
Ramadhipa terjatuh dan harus berusaha menghidupkan kembali motornya. Berbeda dengan beberapa pembalap lain yang langsung tersingkir, ia masih mampu melanjutkan balapan. Sayangnya, waktu yang hilang membuat peluang mendapatkan hasil maksimal menjadi sangat kecil.
Insiden tersebut menjadi pukulan besar karena Ramadhipa sebelumnya berada dalam posisi yang berpotensi memberikan tambahan poin penting bagi klasemen.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Makin Bersinar di Moto3 2026, Bos Dorna Sebut Jadi Magnet Baru Motorsport Dunia
Persaingan Klasemen Semakin Ketat
Hasil Race 2 Jerez juga membuat peta persaingan kejuaraan berubah. Setelah balapan berakhir, posisi teratas klasemen diwarnai persaingan sangat ketat. Bahkan, tiga pembalap berada dalam jumlah poin yang sama di puncak klasemen.
Travis Borg, Carlos Cano, dan Tom Booth-Amos tercatat memiliki perolehan poin yang sama. Kondisi tersebut membuat perebutan gelar semakin sulit diprediksi.
Sementara itu, Ramadhipa harus turun ke posisi keempat klasemen. Hasil tersebut tentu mengecewakan mengingat pembalap Indonesia itu sebelumnya berada di posisi kedua dan menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar.
Meski demikian, perjalanan musim masih panjang. Kemampuan Ramadhipa untuk kembali bangkit akan menjadi sorotan pada seri berikutnya. Dengan racecraft dan kecepatan yang sudah ditunjukkan di Jerez, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk kembali ke papan atas masih terbuka.
Bagi Ramadhipa, insiden di lap terakhir dapat menjadi pengalaman berharga. Jika mampu mengurangi kesalahan dan menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin ia kembali terlibat dalam perebutan kemenangan serta memperbaiki posisi di klasemen.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : SPORT3 Indonesia