ESTORIL - Kiandra Ramadhipa terbaru kembali mencuri perhatian di ajang balap junior dunia. Pembalap Indonesia itu tampil luar biasa di Sirkuit Estoril, Portugal, dengan merebut kemenangan dramatis setelah berulang kali kehilangan posisi dan kembali bangkit hingga tikungan terakhir.
Performa Kiandra Ramadhipa terbaru tersebut menjadi salah satu penampilan paling mengesankan dalam musim perdananya bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team di Moto3 Junior FIM World Championship. Start dari posisi ketujuh tidak membuat pembalap muda Indonesia itu gentar menghadapi ketatnya persaingan di grup terdepan.
Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan mental bertarung Ramadhipa. Dalam balapan yang berlangsung selama 16 lap, posisi pembalap Indonesia itu terus berubah. Berkali-kali turun ke belakang, Ramadhipa selalu menemukan cara untuk kembali ke barisan depan hingga akhirnya merebut kemenangan dengan cara yang spektakuler.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Bikin Geger di Moto3 Silverstone, Bos Dorna Sebut Magnet Baru Motorsport Dunia
Start Ketujuh, Langsung Merangsek ke Depan
Ramadhipa mengawali balapan dari posisi ketujuh setelah mencatat waktu 1 menit 43,818 detik pada kualifikasi. Meski belum mendapatkan posisi terdepan, jaraknya hanya 0,582 detik dari pole position.
Begitu lampu start padam, pembalap bernomor 32 tersebut langsung bergerak agresif. Dari posisi ketujuh, ia melesat ke posisi kelima pada tikungan pertama. Persaingan kemudian semakin sengit karena sejumlah pembalap berkumpul dalam grup depan dengan jarak yang sangat rapat.
Ramadhipa sempat naik ke posisi keempat dan terlibat duel ketat dengan Fernando Bujosa. Keduanya saling bertukar posisi sepanjang balapan. Namun, kehilangan momentum membuat Ramadhipa sempat terlempar hingga posisi keenam.
Alih-alih panik, ia memilih menjaga ritme. Strategi tersebut terbukti efektif. Ramadhipa kembali menyerang ketika peluang terbuka dan secara bertahap naik ke posisi kelima, kemudian keempat.
Ramadhipa Mulai Memburu Kemenangan
Memasuki lap kedelapan, persaingan semakin panas. Ramadhipa berhasil merebut posisi ketiga setelah melakukan sejumlah manuver di lintasan lurus dan tikungan.
Dua pembalap berada di depan. Ramadhipa terus menempel sambil menunggu kesempatan. Momen penting akhirnya datang pada lap kesembilan. Dengan membuka gas penuh di lintasan lurus, ia berhasil melewati satu pembalap, kemudian pembalap lainnya.
Dalam waktu singkat, Ramadhipa berubah dari posisi ketiga menjadi pemimpin balapan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan mudah. Estoril kembali menunjukkan karakter sebagai lintasan yang sulit untuk diprediksi. Slipstream membuat posisi terdepan berkali-kali berpindah tangan.
Ramadhipa sempat turun ke posisi kedua, tetapi langsung merebut kembali pimpinan. Pada lap ke-13, dua pembalap sekaligus berhasil melewatinya sehingga ia turun dari posisi pertama ke posisi ketiga.
Manuver Nekat di Lap Terakhir
Situasi semakin menegangkan ketika balapan memasuki dua lap terakhir. Ramadhipa kembali naik ke posisi kedua dan kemudian mengambil alih pimpinan. Akan tetapi, memasuki lap terakhir, ia kembali kehilangan dua posisi di lintasan lurus.
Ramadhipa berada di posisi ketiga ketika memasuki salah satu titik pengereman berat Estoril. Di sinilah keberaniannya menjadi pembeda.
Ia mengerem lebih dalam dan lebih terlambat untuk melewati satu rival. Setelah itu, Ramadhipa kembali menyerang pembalap di depannya. Dalam satu rangkaian tikungan, dua rival berhasil dilewati sekaligus.
Posisi pertama kembali menjadi miliknya.
Kali ini tidak ada lagi lintasan lurus panjang yang dapat dimanfaatkan rival. Ramadhipa menjaga racing line dengan sempurna dan membawa motornya melewati tikungan terakhir hingga garis finis.
Kemenangan pun menjadi milik pembalap Indonesia tersebut.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Bikin Geger di Moto3 Silverstone, Bos Dorna Sebut Magnet Baru Motorsport Dunia
Merah Putih Berkibar di Portugal
Kemenangan di Estoril menjadi kemenangan pertama Ramadhipa pada musim rookie bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team. Lebih dari sekadar trofi, hasil tersebut menjadi bukti kematangan mental pembalap muda Indonesia dalam menghadapi tekanan.
Bendera Merah Putih berkibar di podium, sementara lagu Indonesia Raya berkumandang di Portugal. Ramadhipa membuktikan bahwa posisi start bukan penentu akhir sebuah balapan.
Dari posisi ketujuh hingga menjadi pemenang, perjuangannya di Estoril menunjukkan satu pesan sederhana: selama garis finis belum dilewati, peluang untuk menang tetap terbuka.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : SPORT3 Indonesia