Rizki Ridho Ungkap Perjuangan Jadi Pemain Timnas, dari Main di Gang hingga Duet dengan Hansamu

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Rizki Ridho mengungkap perjuangannya menjadi pemain Timnas Indonesia, dari bermain bola di gang hingga menembus Persebaya dan level profesional.(Pinterest)
Rizki Ridho mengungkap perjuangannya menjadi pemain Timnas Indonesia, dari bermain bola di gang hingga menembus Persebaya dan level profesional.(Pinterest)

SURABAYA - Perjalanan Rizki Ridho menjadi pemain Timnas Indonesia ternyata tidak berlangsung instan. Bek kelahiran Surabaya itu mengawali kecintaannya terhadap sepak bola dari permainan sederhana di gang dekat rumah hingga akhirnya menembus level profesional dan menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia.

Rizki Ridho mengungkap perjalanan tersebut dalam sebuah podcast. Ia bercerita bahwa sejak duduk di bangku sekolah dasar, dirinya sudah terbiasa bermain sepak bola bersama teman-temannya. Bahkan, area beton dan pagar rumah warga sempat digunakan sebagai lapangan sekaligus gawang.

Kecintaan Rizki Ridho terhadap sepak bola semakin kuat setelah menyaksikan pertandingan Persebaya secara langsung di Stadion Gelora 10 November. Dari sana, keinginannya untuk menjadi pemain profesional mulai tumbuh. Sosok Hansamu Yama juga menjadi salah satu pemain yang membuatnya termotivasi.

Baca Juga: Free Fire Makin Seru, Rangkaian Kill hingga Quadra Kill Bikin Pertandingan Panas

Tekad Berubah Setelah Gagal Mendapat Menit Bermain

Saat masih muda, perjalanan Rizki tidak selalu mulus. Ia pernah meninggalkan sekolah selama sekitar satu bulan untuk mengikuti latihan di Sampang bersama Persesa. Namun, ketika tim melakukan uji coba melawan Deltras di Sidoarjo, ia tidak mendapatkan kesempatan bermain.

Momen tersebut justru menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Dalam perjalanan pulang, ayahnya meminta Rizki mempertimbangkan kembali pilihannya antara sekolah dan sepak bola. Rizki kemudian memutuskan untuk serius menekuni sepak bola dan meminta dukungan orang tuanya.

"Rido akan kerja keras lagi untuk menggapai ini," demikian tekad yang disampaikan Rizki kepada ayahnya dalam cerita tersebut.

Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Persikoba Batu. Demi mengikuti seleksi dan latihan, Rizki bersama rekannya harus menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Batu dan kembali lagi. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya karena kesempatan bermain menjadi hal yang sangat berarti.

Di Persikoba, Rizki mulai mendapatkan menit bermain secara reguler. Ia bahkan bercerita tentang keterbatasan uang saat itu. Uang yang diterimanya hanya cukup untuk kebutuhan makan sederhana. Ia dan rekannya pernah mengandalkan makanan seadanya agar tetap bisa berlatih.

Dari pengalaman tersebut, Rizki kemudian mendapat kesempatan mengikuti seleksi Persebaya. Awalnya, usianya sempat menjadi persoalan karena seleksi hanya ditujukan untuk pemain kelahiran 1999 dan 2000. Namun, Mat Halil memintanya tetap bertahan dan mengikuti seleksi.

Kesempatan bermain yang diberikan pun sangat singkat. Rizki hanya tampil sekitar dua menit karena situasi pertandingan. Meski demikian, pelatih Bejo Sugiantoro sudah mengenalnya dari kompetisi sebelumnya sehingga ia tetap mendapat kesempatan melanjutkan seleksi.

Dari Persebaya hingga Timnas Indonesia

Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Rizki lolos seleksi dan kemudian menandatangani kontrak bersama Persebaya. Ia mendapat kesempatan tampil di Elite Pro dan terus berkembang hingga akhirnya dipanggil mengikuti seleksi Timnas Indonesia.

Pada seleksi Timnas, Rizki sempat merasa minder karena harus bersaing dengan pemain-pemain yang sebelumnya sudah memiliki pengalaman dan prestasi. Namun, dukungan rekan satu kamar, Fajar Fathurrahman, membuatnya lebih percaya diri.

Baca Juga: Free Fire Kembali Panas, Aksi Kill Beruntun hingga Unstoppable Bikin Video Ini Intens

Rizki akhirnya lolos dan memperkuat Timnas Indonesia di kelompok usia. Ia kemudian ikut dalam perjalanan menuju Vietnam dan meraih posisi ketiga. Setelah itu, kariernya terus berkembang, termasuk memperkuat Timnas dalam kualifikasi Piala Asia.

Perjalanan tersebut juga tidak membuat Rizki merasa puas. Ia mengaku pencapaiannya belum menjadi titik akhir. Menurutnya, mempertahankan posisi sebagai pemain profesional justru membutuhkan kerja lebih keras karena selalu ada pemain muda yang siap menggantikan.

Kebiasaan bekerja keras itu sudah ditanamkan sejak kecil oleh ayahnya. Rizki terbiasa berlari pada pagi hari sebelum sekolah. Bahkan ketika sudah bergabung dengan Persebaya, ia tetap melakukan latihan tambahan sendiri untuk meningkatkan kemampuan fisiknya.

Kini, Rizki telah melewati perjalanan panjang dari bermain sepak bola di gang hingga menjadi pemain profesional dan memperkuat Timnas Indonesia. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika akhirnya bisa berduet dengan Hansamu Yama, pemain yang sejak kecil menjadi idolanya.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Sport77 Official
Rizki Ridho Timnas Indonesia persebaya hansamu yama sepak bola indonesia