JEREZ - Kiandra Ramadhipa harus menelan kekecewaan pada race kedua Moto3 Junior World Championship di Circuito de Jerez Ángel Nieto. Pembalap Indonesia itu terjatuh pada lap terakhir setelah terlibat dalam persaingan ketat di grup depan. Insiden tersebut membuat peluangnya meraih hasil tinggi pada balapan kedua sirna.
Kiandra Ramadhipa sebenarnya tampil cukup kuat sepanjang balapan. Start dari posisi yang tidak disebutkan secara jelas dalam transkrip, rider bernomor 32 itu mampu memperbaiki posisinya dan masuk ke dalam persaingan grup terdepan.
Balapan kedua berlangsung dalam kondisi lintasan yang sangat panas. Temperatur trek disebut mencapai sekitar 60 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat grip menjadi tantangan bagi para pembalap Moto3 Junior.
Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Bikin Persaingan Moto3 Junior Barcelona Makin Sengit
Komentator bahkan menilai para rider tidak bisa terus memacu motor hingga batas maksimal dalam kondisi seperti itu. Mereka harus tetap menggunakan perhitungan agar mampu menjaga ban dan motor tetap terkendali sepanjang lomba.
Sejak awal balapan, Leonardo Zanni menjadi salah satu pembalap yang berada di depan. Travis Borg juga langsung memberikan tekanan dan sempat mengambil alih posisi terdepan. Persaingan kemudian berkembang menjadi pertarungan besar yang melibatkan banyak pembalap.
Kiandra secara perlahan menunjukkan kecepatannya. Ketika balapan memasuki pertengahan, ia mulai menembus barisan depan. Salah satu momen penting terjadi ketika Kiandra melakukan manuver di tikungan enam dan berhasil masuk ke posisi podium.
Komentator memberikan apresiasi terhadap keberanian Kiandra dalam melakukan manuver tersebut. Pembalap bernomor 32 itu disebut memiliki racecraft yang sangat baik. Kemampuannya memanfaatkan slipstream juga menjadi salah satu faktor yang membuatnya mampu mengejar rombongan terdepan.
Persaingan kemudian semakin rapat. Bahkan, sempat disebut sekitar 10 pembalap teratas hanya terpaut kurang dari satu detik. Kondisi itu membuat perubahan posisi berlangsung hampir di setiap tikungan.
Kiandra terus berada dalam pertarungan tersebut. Ia sempat menempati posisi ketiga ketika balapan memasuki fase akhir. Namun, posisi itu belum aman karena pembalap lain terus memberikan tekanan dari belakang.
Memasuki dua lap terakhir, situasi semakin sulit diprediksi. David Gonzalez, Singha Pong, Yaroslav Karpushin, Travis Borg, dan Kiandra menjadi bagian dari grup yang memperebutkan posisi teratas.
Pada lap terakhir, Gonzalez sempat memimpin lomba. Para pembalap kemudian bersiap melakukan serangan di sektor-sektor terakhir. Tikungan enam menjadi salah satu titik penting untuk melakukan manuver.
Namun, di tengah persaingan tersebut terjadi insiden yang melibatkan Kiandra dan pembalap lain. Komentator menyebut Plank terjatuh dan membawa Kiandra ikut keluar dari jalur balapan.
“Plank has gone down and taken out Ramadhipa with him,” kata komentator saat menggambarkan insiden tersebut.
Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Bikin Persaingan Moto3 Junior Barcelona Makin Sengit
Kiandra masih mampu menghidupkan kembali motornya setelah terjatuh. Ia kemudian berusaha kembali ke lintasan. Namun, posisi dan waktu yang hilang membuat peluangnya untuk mempertahankan posisi di grup depan praktis berakhir.
Insiden tersebut sangat merugikan karena Kiandra sebelumnya masih berada dalam persaingan untuk meraih hasil tinggi. Bahkan sebelum kecelakaan, ia disebut mampu mendekati posisi terdepan dan menjadi salah satu pembalap yang diperhitungkan dalam perebutan podium.
Setelah Kiandra keluar dari persaingan terdepan, pertarungan kemenangan berlanjut. Yaroslav Karpushin akhirnya mampu mengambil alih posisi pertama pada fase terakhir. David Gonzalez finis kedua, sedangkan Travis Borg mengamankan posisi ketiga.
Hasil race kedua juga mengubah peta klasemen kejuaraan. Setelah balapan tersebut, disebut terjadi tiga arah di puncak klasemen antara Tom Booth-Amos, Carlos Cano, dan Travis Borg. Sementara itu, Kiandra Ramadhipa turun ke posisi keempat dalam klasemen sementara.
Bagi Kiandra, hasil tersebut menjadi akhir yang pahit setelah mampu menunjukkan kecepatan dan keberanian sepanjang balapan. Ia sempat masuk dalam persaingan podium sebelum insiden pada lap terakhir mengubah segalanya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : SPORT3 Indonesia