JAKARTA - Hiroshi Aoyama dibuat terkejut oleh penampilan Veda Ega Pratama dalam sesi latihan Moto3 di Sirkuit Silverstone. Sempat tertahan di posisi ke-10, pembalap muda Indonesia itu melakukan gebrakan pada lap terakhir hingga mampu melompat ke posisi ketiga.
Performa tersebut menjadi salah satu momen paling mencolok dalam sesi praktis. Veda tidak masuk pit ketika sebagian besar pembalap mulai menyelesaikan sesi. Ia memilih tetap berada di lintasan untuk menjalani satu putaran terakhir.
Keputusan itu membuahkan hasil. Veda mampu memangkas catatan waktunya secara signifikan dan melewati tujuh pembalap sekaligus. Posisi ketiga akhirnya menjadi miliknya ketika sesi hampir berakhir.
Hiroshi Aoyama yang memantau jalannya sesi dari garasi Honda pun langsung memperhatikan perubahan pada grafik waktu Veda. Sebelumnya, posisi pembalap Indonesia tersebut cukup lama tertahan di peringkat ke-10.
Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Estoril, Kini Punya 51 Poin di Moto3 Junior
Silverstone sendiri digambarkan sebagai lintasan yang memiliki karakter menantang. Sirkuit tersebut panjang, memiliki banyak tikungan cepat, serta kerap menghadirkan hembusan angin yang berubah-ubah. Kondisi aspal yang dingin juga membuat pembalap dituntut mampu menjaga stabilitas motor ketika melaju dalam kecepatan tinggi.
Manuver Veda Bikin Aoyama Terdiam
Kejutan pertama muncul ketika Veda berhadapan dengan Maximo Quiles. Keduanya berada dalam jarak dekat ketika sama-sama berusaha memperbaiki catatan waktu.
Quiles mencoba mengambil jalur dalam untuk menghambat laju Veda. Namun, Veda tidak panik. Ia justru mengubah racing line, mengambil jalur lebih lebar sebelum memotong kembali ke sisi dalam tikungan.
Manuver tersebut membuat Veda mampu melewati Quiles sebelum memasuki Hanger Straight. Hiroshi Aoyama disebut terdiam melihat aksi tersebut dari monitor.
Teknik itu tidak hanya mengandalkan keberanian saat mengerem. Veda disebut mampu membaca posisi motor Quiles yang kehilangan momentum ketika keluar tikungan.
Setelah melewati Quiles, tantangan berikutnya datang dari tiga pembalap yang menggunakan motor KTM. Ketiganya berada dalam rombongan yang sebelumnya tampil dominan sepanjang sesi.
Veda kemudian memanfaatkan bagian akhir lintasan. Ia menjaga motor tetap stabil ketika memasuki rangkaian tikungan terakhir, kemudian membuka throttle lebih awal saat motor mulai tegak.
Strategi tersebut membuat Veda mampu mendekati rombongan KTM. Pada beberapa meter menjelang garis finis, ia berhasil menyalip mereka dan mengamankan posisi ketiga.
Quiles sendiri gagal memperbaiki catatan waktunya dan harus puas berada di posisi ketujuh.
Hiroshi Aoyama Soroti Teknik Veda
Setelah sesi berakhir, tim Honda kemudian membandingkan data telemetri Veda dengan pembalap lain. Dari analisis tersebut, perhatian Aoyama tertuju pada cara Veda mengendalikan pengereman.
Titik pengereman Veda tidak disebut bergeser terlalu jauh. Namun, tekanan pada tuas rem lebih konstan. Cara tersebut membuat motor tetap stabil ketika memasuki pusat tikungan.
Data juga menunjukkan Veda mampu membuka throttle lebih cepat ketika motor mulai ditegakkan. Keunggulan tersebut membantunya mengurangi kehilangan waktu di lintasan lurus.
Veda juga disebut mampu menjaga kondisi ban dengan lebih baik. Gaya balapnya yang tidak banyak melakukan koreksi kemudi membuat penggunaan ban tetap terkontrol hingga lap terakhir.
Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Estoril, Kini Punya 51 Poin di Moto3 Junior
Bagi Aoyama, ketenangan Veda menjadi salah satu hal paling menonjol. Pembalap muda tersebut tidak menunjukkan kepanikan meski sempat tertahan di posisi ke-10.
Setelah turun dari motor, Veda juga tidak melakukan selebrasi berlebihan. Ia justru berdiskusi dengan Aoyama mengenai karakter motor dan kondisi ban di beberapa sektor.
Aoyama kemudian memberikan evaluasi untuk menghadapi sesi berikutnya. Meski berhasil menembus tiga besar, Veda masih memiliki sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, termasuk catatan waktu di sektor awal.
Posisi ketiga pada sesi latihan memang belum menghasilkan poin kejuaraan. Namun, hasil tersebut memberikan modal penting bagi Veda sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan.
Bagi tim Honda, kejutan Veda di Silverstone menjadi sinyal bahwa pembalap muda Indonesia itu mampu bersaing ketika berada dalam tekanan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan konsistensi tersebut pada sesi kualifikasi dan balapan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : GARIS FINIS