Hiroshi Aoyama Terkejut Lihat Veda Ega Pratama Mengamuk di Lap Terakhir Silverstone

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:10 WIB
Hiroshi Aoyama terkejut melihat aksi Veda Ega Pratama di Silverstone yang melompat dari posisi 10 ke P3 pada lap terakhir. (PINTEREST)
Hiroshi Aoyama terkejut melihat aksi Veda Ega Pratama di Silverstone yang melompat dari posisi 10 ke P3 pada lap terakhir. (PINTEREST)

JAKARTA - Hiroshi Aoyama mendapat kejutan dari Veda Ega Pratama dalam sesi praktis Moto3 di Sirkuit Silverstone. Pembalap muda Indonesia itu sempat berada di posisi ke-10 sebelum melakukan serangan pada lap terakhir dan mengakhiri sesi di urutan ketiga.

Hasil tersebut menjadi perubahan dramatis dalam beberapa menit terakhir. Saat sebagian pembalap mulai kembali ke pit, Veda memilih tetap berada di lintasan. Ia memanfaatkan kondisi trek yang lebih sepi untuk mengejar catatan waktu terbaik.

Strategi itu terbukti efektif. Veda mampu memangkas waktu pada sektor pertama dan terus mempertahankan kecepatannya hingga sektor terakhir. Ketika melintasi garis finis, namanya langsung melonjak tujuh posisi hingga berada di P3.

Dari garasi Honda, Hiroshi Aoyama terus mengikuti pergerakan Veda melalui monitor. Perubahan grafik waktu yang sebelumnya tertahan di zona tengah membuat perhatian Aoyama semakin tertuju kepada pembalap Indonesia tersebut.

Silverstone menjadi tantangan tersendiri bagi Veda. Lintasan ini memiliki karakter panjang dengan sejumlah tikungan cepat dan mengalir. Kondisi angin yang dapat berubah serta temperatur aspal yang dingin juga membuat stabilitas motor menjadi faktor penting.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Estoril, Kini Punya 51 Poin di Moto3 Junior

Veda Hadapi Maximo Quiles

Salah satu momen paling menarik terjadi ketika Veda berhadapan langsung dengan Maximo Quiles. Kedua pembalap berada di lintasan yang sama ketika berusaha memperbaiki catatan waktu.

Quiles mencoba mengambil jalur dalam untuk menutup ruang Veda. Namun, Veda tidak memilih mengerem secara panik. Ia justru mengubah racing line dengan mengambil jalur sedikit lebih lebar sebelum kembali memotong ke arah dalam.

Manuver tersebut membuat Veda berhasil melewati Quiles sebelum memasuki Hanger Straight. Aksi itu menunjukkan kemampuan Veda membaca situasi dan menjaga traksi motor ketika berada dalam tekanan.

Setelah melewati Quiles, Veda masih menghadapi tiga pembalap KTM. Ketiganya sebelumnya tampil kuat dan menguasai sejumlah sektor cepat dalam sesi tersebut.

Veda kemudian memilih pendekatan berbeda. Ia menjaga posisi motor tetap stabil di bagian tengah lintasan dan mengerem secara presisi sebelum melewati apex.

Saat tiga pembalap KTM tersebut kehilangan momentum ketika keluar tikungan, Veda membuka throttle lebih awal. Motor Honda NSF 250R yang dikendarainya kemudian melaju menuju garis finis.

Hasilnya mengejutkan. Veda berhasil menyalip tiga pembalap sekaligus menjelang garis finis dan merebut posisi ketiga. Sementara itu, Quiles hanya mampu menyelesaikan sesi di posisi ketujuh.

Hiroshi Aoyama Periksa Data Telemetri

Setelah sesi selesai, tim Honda langsung melakukan pemeriksaan terhadap data telemetri Veda. Aoyama memperhatikan perbedaan antara lap sebelum terakhir dengan putaran yang membawa Veda ke posisi ketiga.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah teknik pengereman. Veda disebut mampu menjaga tekanan pada tuas rem secara lebih konstan sehingga motor tetap stabil ketika memasuki tikungan.

Data juga memperlihatkan Veda membuka throttle lebih cepat ketika motor mulai ditegakkan. Cara tersebut membantu mengurangi waktu yang hilang ketika memasuki trek lurus.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Estoril, Kini Punya 51 Poin di Moto3 Junior

Keunggulan lain terlihat dari pengelolaan ban. Veda disebut tidak terlalu banyak melakukan koreksi kemudi sehingga penggunaan ban tetap terkendali hingga akhir sesi.

Menariknya, setelah turun dari motor, Veda tidak langsung larut dalam perayaan. Ia justru berdiskusi dengan Aoyama mengenai rasa motor di sektor kedua. Veda menyampaikan bahwa ban depan terasa sedikit licin ketika melewati bagian aspal yang baru ditambal.

Aoyama kemudian memberikan evaluasi mengenai sejumlah sektor yang masih dapat diperbaiki. Posisi ketiga di sesi latihan belum memberikan poin untuk klasemen, sehingga tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa tersebut saat kualifikasi dan balapan.

Bagi Honda, penampilan Veda di Silverstone memberikan gambaran mengenai potensi pembalap muda Indonesia tersebut. Dari posisi ke-10, ia mampu mengubah situasi dalam satu lap dan menutup sesi dengan hasil tiga besar.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : GARIS FINIS
hiroshi aoyama Silverstone moto3 veda ega pratama honda