Hiroshi Aoyama Siapkan Latihan Ekstrem Veda Ega Pratama Jelang Sachsenring

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Hiroshi Aoyama disebut menyiapkan latihan ekstrem untuk Veda Ega Pratama dengan motor spesifikasi Moto2 jelang Sachsenring. (PINTEREST)
Hiroshi Aoyama disebut menyiapkan latihan ekstrem untuk Veda Ega Pratama dengan motor spesifikasi Moto2 jelang Sachsenring. (PINTEREST)

JAKARTA - Hiroshi Aoyama disebut berada di balik program latihan ekstrem yang dijalani pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Dalam rekaman yang menjadi bahan pembahasan, Aoyama disebut memantau langsung sesi latihan menggunakan motor yang diklaim memiliki spesifikasi kelas Moto2.

Latihan tersebut dilakukan setelah Veda Ega Pratama mengalami insiden kehilangan kendali pada seri sebelumnya di Assen, Belanda. Program itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai alasan penggunaan motor misterius berwarna putih tanpa nomor dan sponsor resmi.

Namun, rekaman tersebut menyebut aktivitas itu bukan bentuk hukuman internal. Program tersebut justru digambarkan sebagai bagian dari persiapan untuk menghadapi seri berikutnya, terutama balapan di Sachsenring, Jerman.

Hiroshi Aoyama disebut menjadi sosok penting di balik keputusan tersebut. Mantan juara dunia kelas 250 cc itu terlihat berada di area pit dan memantau pergerakan Veda selama menjalani latihan.

Dalam rekaman, Aoyama digambarkan memiliki metode evaluasi yang ketat. Program latihan agresif tersebut disebut bertujuan menguji kemampuan fisik sekaligus mental Veda setelah mengalami insiden di lintasan.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Cetak Kemenangan Perdana di Estoril, Finis Dramatis di Lap Terakhir

Motor Lebih Besar untuk Latihan Fisik

Hal paling mencolok dari program tersebut adalah penggunaan motor yang disebut memiliki spesifikasi Moto2, bukan motor Moto3 yang digunakan dalam kejuaraan.

Motor dengan kapasitas dan konfigurasi lebih besar itu digambarkan memiliki bobot lebih berat, sasis lebih kaku, serta karakter tenaga yang lebih agresif. Kondisi tersebut membuat Veda harus mengeluarkan kemampuan fisik dan konsentrasi lebih besar ketika mengendalikan motor.

Dalam rekaman, pihak mekanik disebut menegaskan bahwa sasaran latihan bukan mengejar catatan waktu tercepat. Fokus utamanya adalah membiasakan tubuh pembalap menghadapi gaya gravitasi, pengereman keras, serta perpindahan bobot motor yang lebih besar ketika berpindah dari satu tikungan ke tikungan lain.

Latihan tersebut juga dikaitkan dengan aspek mental Veda. Setelah mengalami kecelakaan, pembalap bisa kehilangan kepercayaan diri ketika kembali menghadapi tikungan dengan kecepatan tinggi.

Penggunaan motor yang lebih berat dan bertenaga kemudian disebut sebagai metode untuk mengembalikan keberanian serta fokus pembalap. Harapannya, ketika kembali menggunakan motor Moto3, motor tersebut terasa lebih ringan dan lebih mudah dikendalikan.

Strategi tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang disebut disiapkan tim untuk menghadapi karakter Sachsenring. Lintasan di Jerman itu digambarkan memiliki banyak tikungan dan menuntut kemampuan bermanuver yang tinggi.

Target Menghadapi Sachsenring

Dalam rekaman, Sachsenring disebut sebagai lintasan yang memiliki karakter unik karena sebagian besar tikungannya mengarah ke kiri. Dari 14 tikungan yang disebut dalam narasi, 10 di antaranya merupakan tikungan kiri dan empat lainnya tikungan kanan.

Karakter tersebut membuat pembalap harus memiliki kesiapan fisik dan kemampuan mengelola kondisi ban. Kesalahan kecil dalam menentukan titik pengereman atau jalur masuk tikungan disebut bisa membuat pembalap kehilangan banyak waktu.

Karena itu, latihan menggunakan motor yang lebih berat diharapkan membantu Veda meningkatkan kemampuan pengereman dan kontrol motor. Teknik pengereman yang lebih dalam serta kontrol gas ketika keluar tikungan menjadi bagian penting dari persiapan tersebut.

Rekaman juga menyebut posisi start memiliki arti penting di Sachsenring. Lintasan yang relatif sempit membuat pembalap yang memulai balapan dari barisan belakang disebut akan menghadapi tantangan lebih besar untuk melakukan overtaking.

Veda pun disebut perlu tampil kuat sejak sesi latihan bebas agar memiliki peluang mendapatkan posisi start yang menguntungkan. Target tersebut berkaitan dengan upaya memperbaiki hasil di tengah persaingan klasemen yang disebut masih sangat ketat.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Cetak Kemenangan Perdana di Estoril, Finis Dramatis di Lap Terakhir

Pada pertengahan musim 2026, Veda digambarkan masih berada di area papan tengah klasemen. Setiap tambahan poin disebut sangat penting karena jarak antar-pembalap di kelompok tersebut cukup rapat.

Program yang dikaitkan dengan Hiroshi Aoyama akhirnya menjadi pertaruhan besar bagi Veda. Latihan ekstrem tersebut diharapkan bukan hanya meningkatkan kesiapan fisik, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri setelah insiden sebelumnya.

Kini, hasil dari persiapan itu akan ditentukan ketika Veda kembali turun ke lintasan. Sachsenring menjadi arena pembuktian apakah pendekatan agresif yang disebut dirancang Aoyama mampu membantu pembalap muda Indonesia tersebut tampil lebih kompetitif.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : PITLANE GARUDA
hiroshi aoyama Sachsenring moto3 veda ega pratama balap motor