Hiroshi Aoyama Ubah Strategi Veda Ega Pratama, Motor Moto2 Jadi Senjata Jelang Sachsenring

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Hiroshi Aoyama menyiapkan strategi berbeda untuk Veda Ega Pratama dengan latihan motor Moto2 sebagai persiapan menghadapi Sachsenring. (PINTEREST)
Hiroshi Aoyama menyiapkan strategi berbeda untuk Veda Ega Pratama dengan latihan motor Moto2 sebagai persiapan menghadapi Sachsenring. (PINTEREST)

JAKARTA - Hiroshi Aoyama disebut mengambil langkah berbeda dalam mempersiapkan Veda Ega Pratama menghadapi persaingan berikutnya. Pembalap muda Indonesia itu menjalani latihan menggunakan motor yang dalam rekaman disebut memiliki spesifikasi kelas Moto2.

Keputusan tersebut dilakukan setelah Veda mengalami insiden kehilangan kendali pada seri sebelumnya di Assen, Belanda. Motor berwarna putih polos yang digunakan dalam sesi tersebut sempat menimbulkan berbagai spekulasi karena tidak menggunakan nomor balap maupun tempelan sponsor resmi.

Namun, narasi dalam rekaman menyebut penggunaan motor tersebut bukan sebagai bentuk hukuman. Latihan justru diarahkan untuk mempersiapkan Veda menghadapi karakter lintasan Sachsenring, Jerman, yang menjadi salah satu tantangan berikutnya.

Hiroshi Aoyama disebut memiliki peran penting dalam program tersebut. Sosok yang disebut sebagai manajer tim sekaligus legenda balap Jepang itu terlihat memantau langsung sesi latihan dari area pit.

Kehadiran Aoyama menunjukkan bahwa latihan tersebut mendapat perhatian khusus. Veda tidak hanya dituntut meningkatkan kemampuan mengendalikan motor, tetapi juga membangun kembali fokus setelah mengalami insiden di lintasan.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Terjatuh di Lap Terakhir Moto3 Junior Jerez

Motor Moto2 untuk Menguji Veda

Penggunaan motor kelas Moto2 menjadi bagian paling mencolok dari program latihan Veda. Dalam narasi video, motor tersebut disebut memiliki bobot lebih berat, sasis lebih kaku, serta tenaga yang lebih agresif dibandingkan motor Moto3.

Karakter tersebut membuat Veda harus bekerja lebih keras untuk mengendalikan motor. Pengereman membutuhkan tenaga lebih besar, sementara perpindahan bobot ketika memasuki dan keluar tikungan juga menjadi tantangan tersendiri.

Meski demikian, tujuan latihan disebut bukan mengejar waktu tercepat. Program tersebut lebih diarahkan untuk membiasakan tubuh dan sistem motorik Veda menghadapi tekanan fisik yang lebih tinggi.

Gaya gravitasi, pengereman dalam, serta perubahan arah motor menjadi beberapa aspek yang ingin dilatih. Dengan menghadapi karakter motor yang lebih berat dan bertenaga, Veda diharapkan memiliki kontrol tubuh dan motor yang semakin baik.

Latihan itu juga dikaitkan dengan pemulihan mental. Insiden kecelakaan dapat memengaruhi kepercayaan diri pembalap ketika kembali menghadapi tikungan dengan kecepatan tinggi.

Dengan menggunakan motor yang lebih sulit dikendalikan, Veda disebut dipaksa kembali membangun keberanian dan konsentrasi. Harapannya, ketika kembali ke motor Moto3, dia bisa merasa lebih percaya diri karena karakter motor tersebut relatif lebih ringan dan mudah dikendalikan.

Sachsenring Jadi Target Berikutnya

Program latihan tersebut kemudian diarahkan pada persiapan menghadapi Sachsenring. Lintasan di Jerman itu disebut memiliki karakter yang sangat menuntut kemampuan teknis pembalap.

Dari 14 tikungan yang disebut dalam rekaman, 10 merupakan tikungan kiri dan hanya empat tikungan mengarah ke kanan. Komposisi tersebut membuat pembalap harus mampu menjaga kondisi fisik serta mengelola penggunaan ban dengan baik.

Sachsenring juga disebut tidak terlalu mengandalkan kecepatan puncak. Kemampuan menjaga momentum ketika melewati tikungan menjadi salah satu faktor penting.

Karena itu, latihan menggunakan motor yang lebih berat diharapkan membantu Veda memperkuat kemampuan pengereman. Pembalap nomor 48 tersebut juga dituntut memiliki kontrol gas yang lebih halus ketika keluar dari tikungan agar tidak kehilangan traksi.

Posisi start juga menjadi perhatian. Dalam narasi disebutkan bahwa lintasan Sachsenring yang sempit membuat pembalap dari barisan belakang menghadapi tantangan lebih besar ketika ingin melakukan manuver menyalip.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Terjatuh di Lap Terakhir Moto3 Junior Jerez

Veda karena itu perlu tampil kuat sejak sesi latihan bebas. Tujuannya adalah mendapatkan posisi yang lebih baik untuk menghadapi sesi kualifikasi dan balapan.

Memasuki pertengahan musim 2026, Veda disebut masih berada di papan tengah klasemen. Persaingan poin yang rapat membuat setiap hasil akhir pekan balapan menjadi penting.

Program yang dikaitkan dengan Hiroshi Aoyama menjadi salah satu upaya untuk mengubah situasi tersebut. Latihan menggunakan motor kelas Moto2 bukan sekadar persiapan fisik, tetapi juga diarahkan untuk membangun kembali keyakinan Veda setelah insiden sebelumnya.

Kini, efektivitas strategi tersebut akan diuji di Sachsenring. Veda harus membuktikan apakah latihan ekstrem tersebut mampu membantunya tampil lebih konsisten dan bersaing di barisan depan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : PITLANE GARUDA
hiroshi aoyama Sachsenring moto3 veda ega pratama moto2