Hiroshi Aoyama Bikin Keputusan Ekstrem, Veda Ega Pratama Diuji dengan Motor 750 cc

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Hiroshi Aoyama menguji Veda Ega Pratama dengan motor 750 cc. Hasil latihan ekstrem itu justru membuat kru terkejut. (PINTEREST)
Hiroshi Aoyama menguji Veda Ega Pratama dengan motor 750 cc. Hasil latihan ekstrem itu justru membuat kru terkejut. (PINTEREST)

JAKARTA - Hiroshi Aoyama membuat keputusan ekstrem dalam sesi latihan tertutup dengan meminta pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengendarai motor berkapasitas 750 cc. Keputusan tersebut awalnya dinilai berisiko karena motor tersebut memiliki bobot dan semburan tenaga jauh lebih besar dibanding motor Moto3 250 cc yang biasa digunakan Veda.

Eksperimen tersebut disebut sebagai langkah untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan fisik dan teknik pembalap muda. Namun, hasil yang diperlihatkan Veda justru membuat kru dan teknisi yang menyaksikan sesi latihan tersebut terkejut.

Motor 750 cc memiliki karakter berbeda dari motor Moto3. Bobotnya lebih berat, sementara torsi yang dihasilkan jauh lebih besar ketika keluar dari tikungan. Kondisi tersebut membuat pembalap membutuhkan kontrol tubuh, kekuatan fisik, serta kemampuan mengatur pengereman yang lebih matang.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Terjatuh di Lap Terakhir Moto3 Junior Jerez

Sejumlah mekanik senior bahkan sempat meragukan keputusan Aoyama. Mereka khawatir perbedaan karakter motor bisa membuat Veda kesulitan mempertahankan kendali, terutama ketika melakukan pengereman keras dan memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi.

Namun, kekhawatiran itu perlahan terjawab ketika Veda mulai melahap putaran demi putaran.

Saat ban belakang motor mulai kehilangan traksi akibat besarnya tenaga yang disalurkan, Veda mampu merespons dengan counter steering secara presisi. Ia juga menunjukkan kontrol tubuh yang tenang ketika motor bergerak agresif di lintasan.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling mencuri perhatian dalam sesi latihan. Veda tidak sekadar berusaha menjaga motor tetap berada di jalur, tetapi juga mulai beradaptasi dengan karakter mesin yang jauh lebih besar.

Dari analisis telemetri yang disebut dalam video, Veda mampu menerapkan teknik trail braking dengan akurasi tinggi. Teknik tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan tekanan rem depan ketika motor mulai masuk ke tikungan.

Cara tersebut membuat proses pengereman berlangsung lebih terkontrol sekaligus membantu menjaga momentum motor ketika memasuki bagian dalam tikungan. Tantangan ini menjadi semakin besar karena bobot motor 750 cc membuat perubahan arah membutuhkan tenaga fisik yang lebih besar.

Performa Veda Bikin Aoyama Terkejut

Hiroshi Aoyama disebut awalnya hanya menjadikan latihan tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan ketahanan fisik dan kekuatan otot inti Veda. Namun, performa yang ditunjukkan justru melampaui perkiraan awal.

Catatan waktu Veda diklaim terus membaik dari putaran ke putaran. Grafik telemetri juga memperlihatkan kecepatan puncak dan kecepatan menikung yang disebut sangat impresif untuk ukuran sesi latihan menggunakan motor berat.

Aoyama bahkan digambarkan sampai menepuk jidat ketika melihat performa tersebut. Ia disebut terkejut karena kemampuan Veda dalam mengendalikan motor besar tidak sesuai dengan kekhawatiran awal para kru.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemampuan Veda memanfaatkan perpindahan bobot tubuh. Ketika memasuki tikungan, ia mampu mengubah distribusi bobot motor dengan cepat untuk membantu menjaga traksi ban belakang ketika kembali membuka gas.

Video tersebut juga menggambarkan adanya tantangan psikologis yang harus dihadapi Veda. Mengendalikan motor dengan tenaga jauh lebih besar membuat batas antara keberanian dan kesalahan menjadi sangat tipis.

Meski demikian, Veda disebut mampu tetap tenang ketika motor mengalami getaran dan slip pada bagian belakang. Kondisi itu justru dimanfaatkan untuk memahami batas traksi ban.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Terjatuh di Lap Terakhir Moto3 Junior Jerez

Jadi Bekal untuk Naik Kelas

Latihan dengan motor 750 cc kemudian disebut berpotensi menjadi fondasi bagi perkembangan karier Veda di masa mendatang. Pengalaman mengendalikan motor yang lebih berat dan bertenaga dapat membantu memperkaya kemampuan teknis serta fisiknya.

Transkrip juga menyebut latihan tersebut sebagai bagian dari perubahan gaya balap Veda. Setelah menjalani simulasi ekstrem, agresivitasnya di zona pengereman disebut menjadi lebih terkontrol tanpa kehilangan kecepatan.

Performa itu sekaligus memunculkan prediksi mengenai peluang Veda untuk berkompetisi di kelas yang lebih tinggi seperti Moto2 hingga MotoGP. Namun, prediksi tersebut masih sebatas analisis dalam video dan belum menjadi kepastian mengenai jenjang karier pembalap muda tersebut.

Bagi Hiroshi Aoyama, eksperimen menggunakan motor 750 cc memberikan gambaran baru mengenai potensi Veda Ega Pratama. Latihan yang semula dianggap berisiko justru memperlihatkan kemampuan adaptasi dan kontrol motor yang menjadi modal penting bagi pembalap muda.

Sesi tersebut pada akhirnya bukan hanya menjadi ujian fisik. Veda juga mendapat tantangan untuk memahami karakter motor dengan tenaga besar, menjaga traksi, mengatur pengereman, serta tetap tenang ketika menghadapi tekanan di lintasan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Manuver Tajam
hiroshi aoyama Motor 750 cc moto3 veda ega pratama balap motor