JAKARTA - Fabregas Como 1907 menjadi sorotan setelah sejumlah pemain yang sebelumnya kesulitan mendapatkan tempat di klub masing-masing justru berkembang pesat setelah bergabung dengan Como dan mendapat sentuhan Cesc Fabregas.
Beberapa pemain yang disebut dalam pembahasan tersebut bahkan sebelumnya hanya menjadi pemain pelapis, dipinjamkan ke klub lain, hingga sempat diturunkan ke tim kedua. Di Como, mereka mendapatkan peran yang lebih sesuai dengan karakter masing-masing.
Perubahan itu bukan hanya terlihat dari performa di lapangan. Nilai pasar sejumlah pemain juga disebut meningkat setelah tampil bersama Como di bawah arahan Fabregas.
Baca Juga: Como 1907 Tak Muncul, Ini Kisah Danau Como yang Menginspirasi Turner
Nico Paz Jadi Pengatur Serangan
Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Nico Paz. Pemain tersebut sebelumnya merupakan bagian dari Real Madrid dan kemudian dilepas ke Como dengan biaya 6 juta euro.
Di bawah Fabregas, Paz ditempatkan sebagai playmaker dengan peran yang lebih fleksibel. Ia dapat bermain sebagai nomor 8 maupun nomor 10. Kebebasan bergerak yang diberikan Fabregas membuat Paz bisa turun menjemput bola sekaligus membantu serangan.
Peran tersebut membuat produktivitas Paz meningkat. Hingga giornata ke-28, ia disebut telah mencetak sembilan gol dan enam assist. Nilai pasarnya juga melonjak hingga 65 juta euro menurut Transfermarkt yang disebut dalam pembahasan.
Selain Paz, ada Lucas Da Cunha yang mengalami perubahan peran cukup signifikan. Pemain yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pemain sayap itu justru dimainkan sebagai pivot atau gelandang bertahan dalam formasi 4-2-3-1.
Fabregas memanfaatkan kemampuan menyerang Da Cunha dari sisi kiri. Ketika menyerang, ia dapat menusuk dari area tersebut, sementara ketika bertahan menjalankan tugas sebagai gelandang.
Pada musim 2023-2024, Da Cunha mencatat tujuh gol dan enam assist. Musim berikutnya, kontribusinya tidak hanya diukur melalui gol dan assist, tetapi juga distribusi umpan, penciptaan peluang, dan kontrol permainan. Nilai pasarnya disebut meningkat menjadi 15 juta euro.
Perrone dan Butez Dapat Peran Penting
Maximo Perrone juga masuk dalam daftar pemain yang berkembang bersama Como. Pemain asal Argentina itu sebelumnya tidak banyak mendapat kesempatan di Manchester City dan sempat menjalani masa peminjaman ke Las Palmas sebelum bergabung dengan Como.
Fabregas membutuhkan gelandang yang mampu mengontrol permainan. Perrone kemudian dipercaya menjadi pengatur tempo sekaligus penghubung antara lini belakang dan lini tengah.
Kemampuannya dalam melakukan scanning dan memberikan umpan vertikal disebut semakin terasah. Fabregas juga mendorong Perrone meningkatkan postur tubuh agar lebih mampu bermain di ruang sempit dan menghadapi situasi permainan ke depan.
Menurut data yang dikutip dalam pembahasan, Perrone telah menciptakan 26 peluang dan mencatat persentase umpan sukses 91,2 persen. Nilai pasarnya kini disebut mencapai 25 juta euro.
Transformasi juga terjadi pada Jean Butez. Kiper asal Prancis itu sebelumnya kesulitan mendapatkan tempat di Royal Antwerp hingga sempat bermain untuk tim B. Ia kemudian bergabung dengan Como pada Januari 2025.
Fabregas membutuhkan kiper yang mampu memainkan bola dengan baik. Butez kemudian menjadi bagian penting dari skema build-up Como. Persentase umpan suksesnya disebut meningkat dari 74,3 persen ketika bermain di Liga Belgia menjadi 82,1 persen bersama Como.
Kemampuan penyelamatannya juga mendapat sorotan. Butez disebut memiliki persentase penyelamatan 77,7 persen serta mencatat 13 clean sheet.
Baca Juga: Como 1907 Tak Muncul, Ini Kisah Danau Como yang Menginspirasi Turner
Jesus Rodriguez dan Douvikas Ikut Bersinar
Jesus Rodriguez menjadi pembelian termahal dalam sejarah Como dalam pembahasan tersebut. Como disebut mengeluarkan hingga 27 juta euro termasuk bonus untuk mendatangkannya dari Real Betis.
Meski sebelumnya hanya mencatat dua gol tanpa assist dalam 21 pertandingan La Liga, Rodriguez berkembang menjadi pemain sayap penting. Fabregas memberinya kebebasan untuk menggiring bola, menusuk, menciptakan peluang, dan mengambil risiko.
Dalam 24 giornata, Rodriguez disebut telah mengemas tujuh assist. Nilai pasarnya juga mencapai 30 juta euro.
Nama terakhir adalah Anastasios Douvikas. Striker asal Yunani tersebut didatangkan Como dengan biaya sekitar 12 juta euro. Fabregas memanfaatkannya sebagai penyerang yang mengandalkan kemampuan membaca ruang dan timing.
Hingga giornata ke-28, Douvikas disebut telah mencetak sembilan gol dan masuk jajaran lima pencetak gol terbanyak Serie A.
Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana Fabregas memberi kepercayaan, peran, serta ruang berkembang kepada para pemainnya. Bukan hanya performa yang berubah, sejumlah pemain Como juga mengalami peningkatan nilai pasar setelah mendapatkan kesempatan bermain yang lebih besar.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Starting Eleven