Fabregas Como 1907 Tak Puas dengan Hasil Imbang di Kandang Udinese

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Fabregas Como 1907 menilai timnya layak menang meski imbang 1-1 melawan Udinese. Respons dan mentalitas Como jadi sorotan. (PINTEREST)
Fabregas Como 1907 menilai timnya layak menang meski imbang 1-1 melawan Udinese. Respons dan mentalitas Como jadi sorotan. (PINTEREST)

UDINE - Fabregas Como 1907 menunjukkan mentalitas berbeda saat mengawali musim baru Serie A. Bertandang ke markas Udinese, Como 1907 harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1. Namun, hasil tersebut tidak membuat Cesc Fabregas kecewa.

Pelatih Como 1907 itu justru melihat banyak hal positif dari penampilan timnya. Fabregas menilai anak asuhnya bahkan memiliki peluang untuk membawa pulang tiga poin dari pertandingan tersebut.

Hasil imbang menjadi pembuka perjalanan Como 1907 di Serie A. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal karena Udinese mampu memberikan tekanan kepada tim tamu.

Baca Juga: Como 1907 Jadi Sorotan, Danau Como Punya Jejak Sejarah yang Panjang

Fabregas Soroti Respons Como 1907

Udinese lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Hasan Kamara. Gol tersebut membuat Como 1907 berada dalam situasi sulit.

Namun, Como tidak kehilangan kendali. Setelah turun minum, permainan tim asuhan Fabregas berubah menjadi lebih agresif. Tekanan yang terus diberikan akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-54 melalui Dovikas.

Skor 1-1 membuat pertandingan semakin terbuka. Como 1907 terlihat lebih berani mengontrol permainan dan mencoba menciptakan peluang untuk mencetak gol kedua.

Fabregas tidak sepakat dengan anggapan bahwa Como tampil buruk sebelum kebobolan. Menurut penilaiannya, tim sebenarnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik hingga pertandingan memasuki menit ke-21.

Bagi Fabregas, satu gol dari lawan tidak seharusnya membuat keseluruhan penampilan Como dinilai negatif. Hal yang lebih penting adalah bagaimana sebuah tim merespons ketika berada dalam situasi tertinggal.

Respons tersebut diperlihatkan Como pada babak kedua. Mereka meningkatkan intensitas serangan, bermain lebih agresif, dan terus mencari peluang untuk membalikkan keadaan.

Satu Poin Tetap Bernilai

Pertandingan akhirnya tetap terbuka sampai menit-menit terakhir. Udinese beberapa kali mendapatkan kesempatan melalui serangan balik berbahaya. Bahkan, tuan rumah memiliki peluang emas untuk mencetak gol kemenangan menjelang laga berakhir.

Namun, kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan sehingga skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir.

Bagi sebagian pihak, hasil imbang mungkin dianggap sebagai kesempatan yang terbuang. Tetapi Fabregas memiliki pandangan berbeda. Ia mengingatkan bahwa mendapatkan poin di kandang Udinese bukan perkara mudah.

Fabregas juga menilai Como 1907 sebenarnya layak mendapatkan kemenangan jika melihat jalannya pertandingan. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa standar sang pelatih terhadap timnya sudah semakin tinggi.

Como tidak lagi hanya dituntut mampu bertahan. Fabregas ingin timnya berkembang menjadi kesebelasan yang mampu memenangkan pertandingan seperti ketika menghadapi Udinese.

Selain hasil pertandingan, proses adaptasi pemain baru juga menjadi perhatian. Como 1907 memiliki sejumlah pemain baru yang masih harus menyesuaikan diri dengan sistem permainan tim.

Baca Juga: Como 1907 Jadi Sorotan, Danau Como Punya Jejak Sejarah yang Panjang

Fabregas meminta proses tersebut tidak dinilai hanya dari satu pertandingan. Menurutnya, pemain baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi karena memiliki karakter, pengalaman, dan kebiasaan bermain yang berbeda.

Meski demikian, Fabregas mengaku menyukai penampilan para pemain barunya. Hal tersebut menjadi sinyal bahwa sang pelatih melihat fondasi yang cukup menjanjikan dari skuad yang dimilikinya.

Pertandingan melawan Udinese akhirnya memberikan gambaran awal mengenai Como 1907. Tim masih memiliki sejumlah pekerjaan untuk menemukan keseimbangan dan mengintegrasikan pemain-pemain baru.

Namun, satu hal terlihat jelas. Como mampu bangkit setelah tertinggal dan tetap berusaha mengejar kemenangan hingga akhir pertandingan.

Bagi Fabregas, mentalitas tersebut menjadi modal penting. Como 1907 mungkin belum tampil sempurna, tetapi mereka menunjukkan bahwa tidak mudah menyerah ketika berada dalam tekanan.

Perjalanan musim ini masih panjang. Como 1907 harus menghadapi tantangan yang lebih besar, termasuk persaingan di Serie A. Dengan standar Fabregas yang semakin tinggi, hasil imbang di markas Udinese bukan sekadar satu poin, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk melangkah lebih jauh.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : PCB SPORT AND NEWS
Fabregas Como 1907 Udinese serie a cesc fabregas Como 1907