Fabregas Como 1907 Dapat Dukungan Penuh, Mirwan Suarso Tak Takut Ancaman FFP

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Fabregas Como 1907 mendapat dukungan penuh Mirwan Suarso di tengah belanja besar, renovasi stadion, dan ancaman FFP. (PINTEREST)
Fabregas Como 1907 mendapat dukungan penuh Mirwan Suarso di tengah belanja besar, renovasi stadion, dan ancaman FFP. (PINTEREST)

COMO - Fabregas Como 1907 menjadi proyek besar yang terus berkembang setelah klub tersebut mendapat dukungan penuh dari Presiden Mirwan Suarso. Di tengah agresivitas belanja pemain dan ancaman Financial Fair Play (FFP), Como memilih tetap melanjutkan pembangunan klub bersama Cesc Fabregas.

Sikap Mirwan Suarso menjadi perhatian setelah dirinya menyampaikan bahwa Como tidak perlu takut apabila suatu saat harus mendapatkan denda akibat pelanggaran aturan finansial. Jika memang hukuman tersebut harus diterima, klub disebut siap menghadapinya sesuai aturan yang berlaku.

Pernyataan itu muncul ketika Mirwan berbicara mengenai kondisi finansial Como. Dalam pembahasan tersebut, ia disebut telah berkoordinasi dengan pihak UEFA terkait persoalan finansial klub. Menurutnya, posisi Como masih aman sehingga proyek pengembangan klub tetap berjalan.

Baca Juga: Como 1907 Jadi Sorotan, Danau Como Punya Jejak Sejarah yang Panjang

Belanja Besar Como dan Bayang-Bayang FFP

Ambisi Como terlihat dari aktivitas mereka di bursa transfer. Setelah berhasil menembus Liga Champions, klub yang disebut dimiliki Jarum Group itu terus memperkuat skuad.

Como disebut baru merampungkan transfer Trevoh Chalobah dari Chelsea dengan nilai mencapai 30 juta euro. Angka tersebut membuat total belanja klub pada musim panas ini berada di kisaran 57,5 juta euro.

Jika ditarik tiga tahun ke belakang, total pengeluaran Como bahkan disebut mencapai sekitar 345 juta euro atau sekitar Rp7,11 triliun. Dalam periode tersebut, Como masuk empat besar klub dengan pengeluaran terbesar di Serie A.

Besarnya investasi tidak hanya berasal dari transfer pemain. Klub juga harus menanggung gaji pemain dan staf serta mengeluarkan biaya untuk proyek renovasi stadion dan fasilitas latihan.

Situasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai potensi sanksi FFP. Namun, Mirwan tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan. Sikap tersebut sempat dianggap arogan karena Como dinilai memiliki kekuatan finansial besar dibandingkan sejumlah klub Italia lainnya.

Namun, pandangan berbeda juga muncul. Sikap Mirwan disebut lebih mencerminkan keinginan Como untuk mematuhi aturan. Klub tidak ingin memperoleh perlakuan khusus hanya karena memiliki hubungan tertentu atau masih berstatus sebagai klub yang sedang berkembang.

Jika aturan menetapkan adanya hukuman, Como disebut siap menerimanya.

Fabregas Jadi Pusat Proyek Como

Dukungan Como tidak hanya terlihat dari aktivitas transfer. Klub juga disebut memberikan kepercayaan besar kepada Fabregas sejak awal.

Ketika Fabregas belum memiliki lisensi, Como tetap menunggunya hingga sang pelatih memperoleh lisensi resmi. Kepercayaan tersebut kemudian dilanjutkan melalui dukungan dalam urusan transfer dan pembangunan infrastruktur.

Stadion Giuseppe Sinigaglia juga mendapat perhatian. Como disebut melakukan renovasi agar stadion tersebut memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam Liga Champions. Kapasitas stadion yang sebelumnya sekitar 12.000 penonton ditargetkan meningkat menjadi sekitar 35.000 penonton.

Fasilitas latihan klub juga direnovasi secara menyeluruh agar lebih mendukung kebutuhan sepak bola modern.

Seluruh pembangunan tersebut dinilai berkaitan erat dengan kebutuhan Fabregas sebagai pelatih. Dengan pemain yang sesuai dengan identitas permainan serta fasilitas yang mendukung, Fabregas memiliki ruang lebih besar untuk menerapkan ide sepak bolanya.

Karena itu, dukungan Mirwan menjadi salah satu alasan Fabregas disebut berani bertahan di Como meski mendapat perhatian dari sejumlah klub besar.

Baca Juga: Como 1907 Jadi Sorotan, Danau Como Punya Jejak Sejarah yang Panjang

Target Como Terus Naik

Perkembangan Como juga terlihat dari target klub yang terus meningkat. Awalnya, target mereka adalah promosi. Setelah tercapai, Como kemudian membidik posisi 10 besar Serie A dan kembali berhasil mewujudkannya.

Target berikutnya adalah tiket Liga Champions. Pencapaian itu akhirnya kembali terealisasi.

Setelah mencapai Liga Champions untuk pertama kalinya, Como disebut tidak ingin kembali menjadi tim papan tengah. Standar klub kini mulai diarahkan pada posisi papan atas.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana Como membangun proyek secara bertahap. Dukungan finansial, pembangunan infrastruktur, serta kepercayaan kepada Fabregas menjadi bagian penting dari ambisi tersebut.

Dengan target yang terus meningkat, Como kini memasuki fase baru. Klub bukan lagi sekadar mengejar promosi atau bertahan di papan tengah, tetapi mulai menempatkan diri sebagai tim yang memiliki ambisi lebih besar di Serie A dan kompetisi Eropa.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Starting Eleven Momen
Fabregas Como 1907 Mirwan Suarso liga champions cesc fabregas Como 1907