ARAGON - Veda Ega Pratama harus menerima hasil kurang memuaskan pada Moto3 Aragon 2026. Pembalap Honda Team Asia itu finis di posisi ke-20 setelah memulai balapan dari urutan ke-22.
Hasil tersebut membuat Veda Ega Pratama gagal menambah poin dalam seri Moto3 Aragon 2026. Padahal, pembalap Indonesia bernomor 9 tersebut sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan melakukan recovery dari barisan belakang hingga masuk ke zona poin.
Veda Ega Pratama bahkan sempat menempati posisi ke-15 dalam balapan yang berlangsung di MotorLand Aragon. Namun, persaingan ketat pada rombongan pembalap Moto3 membuat posisinya kembali melorot pada lap-lap berikutnya hingga akhirnya melewati garis finis di P20.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Bikin Keputusan Ekstrem, Veda Ega Pratama Diuji dengan Motor 750 cc
Start dari P22, Veda sempat naik ke P15
Akhir pekan Veda di Aragon sebenarnya sudah berjalan cukup berat sejak sesi kualifikasi. Pembalap Honda Team Asia tersebut harus memulai perjuangan dari Q1.
Veda tidak berhasil menembus empat besar di Q1 untuk melaju ke Q2. Kondisi tersebut membuatnya harus memulai balapan utama dari posisi ke-22.
Situasi lintasan juga menjadi tantangan. Dalam keterangan yang disampaikan Honda Team Asia, kondisi permukaan trek yang cukup licin membuat sejumlah pembalap kesulitan mendapatkan feeling dan kepercayaan diri.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Ubah Strategi Veda Ega Pratama, Motor Moto2 Jadi Senjata Jelang Sachsenring
Meski demikian, posisi start ke-22 tidak membuat Veda kehilangan peluang. Begitu balapan dimulai, pembalap muda Indonesia tersebut langsung berusaha memperbaiki posisinya.
Pada lap ketiga, Veda sudah berhasil naik ke posisi ke-17. Pergerakan tersebut membuat peluang untuk mendapatkan poin kembali terbuka.
Beberapa lap kemudian, Veda bahkan mampu mencapai posisi ke-15. Artinya, pembalap asal Indonesia itu sudah masuk ke zona poin setelah mengawali balapan dari barisan belakang.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Siapkan Latihan Ekstrem Veda Ega Pratama Jelang Sachsenring
Namun, mempertahankan posisi di Moto3 bukan perkara mudah. Jarak antar-pembalap sangat rapat sehingga perubahan posisi dapat terjadi dalam waktu singkat.
Veda kemudian kembali turun ke posisi ke-17 sebelum kehilangan beberapa posisi lainnya. Menjelang akhir balapan, posisinya semakin jauh dari zona poin.
Setelah menyelesaikan 17 lap, Veda akhirnya finis di urutan ke-20 tanpa tambahan poin.
P20 bukan gambaran keseluruhan musim
Secara hasil, P20 jelas menjadi kemunduran bagi Veda. Terlebih, pada seri sebelumnya di Silverstone, ia mampu finis kedelapan setelah memulai balapan dari posisi ke-15.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terkejut Lihat Veda Ega Pratama Mengamuk di Lap Terakhir Silverstone
Namun, satu hasil buruk belum cukup untuk menyimpulkan bahwa performa Veda mengalami penurunan secara keseluruhan.
Musim debutnya di kejuaraan dunia Moto3 justru sudah menghasilkan sejumlah pencapaian penting. Pada balapan keduanya di Brasil, Veda berhasil meraih podium ketiga.
Ia juga beberapa kali memperlihatkan kemampuan melakukan recovery besar. Di Catalunya, Veda memulai balapan dari posisi ke-20 tetapi mampu finis kedelapan.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terperangah, Veda Ega Pratama Lompat ke P3 di Silverstone
Pada Moto3 Ceko, ia juga harus memulai dari posisi ke-20 akibat penalti grid. Veda kemudian tampil agresif dan berhasil mengakhiri balapan di posisi kelima.
Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa pembalap muda Indonesia tersebut memiliki kemampuan untuk bangkit ketika memulai balapan dari posisi sulit.
Turun ke posisi ketujuh klasemen
Dampak P20 di Aragon juga terasa pada klasemen sementara. Sebelum balapan, Veda berada di posisi keenam dengan koleksi 97 poin.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terkejut Lihat Veda Ega Pratama Mengamuk di Lap Terakhir Silverstone
Karena tidak mendapatkan tambahan poin di Aragon, posisinya turun satu tingkat ke urutan ketujuh. Valentin Perone yang finis di posisi kedelapan pada seri tersebut mendapatkan tambahan delapan poin dan mengoleksi 103 poin.
Persaingan di papan atas klasemen Moto3 pun semakin ketat. Setiap poin menjadi penting karena jarak antarpembalap relatif tipis.
Bagi Veda, pekerjaan rumah setelah Aragon bukan hanya memperbaiki hasil balapan. Performa sejak sesi kualifikasi juga perlu mendapat perhatian. Memulai balapan dari P22 membuat pembalap harus mengambil lebih banyak risiko untuk mengejar rombongan depan.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terperangah, Veda Ega Pratama Lompat ke P3 di Silverstone
Meski begitu, Veda masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki posisinya. Usianya yang masih 17 tahun dan statusnya sebagai rookie membuat musim 2026 menjadi bagian penting dalam proses adaptasi menuju level tertinggi balap motor dunia.
Veda sebelumnya merupakan juara Asia Talent Cup 2023 dan runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 sebelum naik ke kejuaraan dunia Moto3.
Karena itu, P20 di Aragon lebih tepat dilihat sebagai satu hasil buruk dalam perjalanan musim debut, bukan kesimpulan atas kemampuan Veda.
Baca Juga: Hiroshi Aoyama Terperangah, Veda Ega Pratama Lompat ke P3 di Silverstone
Tantangan berikutnya adalah bagaimana Veda dan Honda Team Asia merespons hasil tersebut. Jika mampu memperbaiki performa kualifikasi sekaligus menjaga konsistensi saat balapan, peluang untuk kembali merebut posisi 10 besar masih terbuka.
Untuk saat ini, Veda pulang dari Aragon tanpa poin dan turun ke posisi ketujuh klasemen dengan 97 poin. Hasilnya memang mengecewakan, tetapi perjalanan rookie Indonesia tersebut di Moto3 2026 masih jauh dari selesai.
Editor : Rangga Rizki SaputraSumber : @IndogoGpZone-u9h