BANDUNG - Persib Bandung ACL2 2026/2027 dipastikan melanjutkan perjuangannya di level Asia setelah mengalahkan Manila Digger dengan skor 1-0 pada laga playoff. Kemenangan tersebut mengantarkan Maung Bandung ke fase grup dan menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan yang lebih berat.
Persib disebut akan berada di Grup E bersama klub dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam. Dalam transkrip, ketiga lawan tersebut disebut sebagai FC Seoul, Melbourne Victory, dan Chong Viet FC.
Meski berhasil menang, performa Persib tetap mendapat sejumlah catatan. Dominasi permainan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan efektivitas penyelesaian peluang. Persib dinilai perlu lebih klinis ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi di fase grup.
Baca Juga: Wasit Disorot, Timnas Indonesia U-20 Disebut Layak Dapat Penalti Lawan Malaysia
Persib Dominan, tetapi Kesulitan Mencetak Gol
Persib tampil dominan sepanjang pertandingan melawan Manila Digger. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi gol yang ditunggu baru hadir menjelang pertandingan berakhir.
Gol kemenangan tercipta melalui Mariano Peralta. Dalam analisis yang disampaikan, gol tersebut bukan sekadar keberuntungan. Sebelumnya, Berguno memenangkan duel sehingga Peralta mendapatkan ruang untuk melakukan eksekusi.
Peralta juga disebut menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sistem serangan Persib. Ia mendapatkan tiga peluang dan memberikan empat umpan kunci yang berpotensi menghasilkan gol.
Baca Juga: Timnas Indonesia Disebut Makin Menakutkan di ASEAN Cup 2026, Benarkah?
Meski demikian, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah. Dominasi penguasaan bola tidak akan banyak berarti jika tidak mampu dikonversi menjadi gol.
Persib juga dinilai masih perlu memperbaiki sirkulasi bola ketika melakukan serangan balik. Bola yang terlalu cepat diarahkan ke sisi sayap membuat serangan terkadang bergantung pada kemampuan individu pemain.
Lini Tengah dan Transisi Masih Perlu Diperbaiki
Catatan lain terdapat pada kreativitas lini tengah. Persib dinilai memiliki pemain-pemain kreatif, tetapi koneksi antarpemain belum sepenuhnya terbentuk karena adanya sejumlah pemain baru.
Masuknya Thom Haye pada menit ke-66 dinilai membuat permainan Persib lebih teratur. Ia disebut mampu mengatur tempo dan membuat sirkulasi bola menjadi lebih tenang.
Sementara itu, Ragnar Oratmangoen dinilai masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dengan pemain-pemain lain. Hal tersebut dianggap wajar karena sang pemain baru bergabung dengan tim.
Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Belum Final, Sumarji Bantah Bocoran Pemain
Persib juga harus memperkuat aspek pertahanan dan transisi. Pada babak pertama, Manila Digger masih mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya ketika mendapatkan ruang.
Persib kemudian lebih agresif melakukan pressing pada babak kedua sehingga lawan semakin kesulitan mengembangkan permainan.
Evaluasi tersebut menjadi penting karena kualitas lawan di fase grup ACL2 akan lebih tinggi. Kesalahan kecil dalam bertahan maupun kehilangan bola ketika melakukan transisi dapat dimanfaatkan lawan.
Baca Juga: Persib Bandung Cari Kiper Baru untuk Hadapi Empat Kompetisi Musim 2026-2027
Mental Persib Jadi Modal di Level Asia
Terlepas dari sejumlah kekurangan, mentalitas Persib menjadi salah satu hal positif dari pertandingan tersebut. Tim tetap mempertahankan fokus hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Gol yang datang menjelang pertandingan berakhir kembali menunjukkan daya juang Persib. Pemain tetap berusaha menjalankan permainan meskipun peluang sebelumnya belum menghasilkan gol.
Kemenangan 1-0 tersebut juga dianggap cukup untuk mengantarkan Persib kembali bermain di kompetisi Asia. Fokus berikutnya bukan langsung memikirkan gelar, melainkan bagaimana tim dapat bermain efektif dan kompetitif menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat.
Pelatih Igor Tolic dinilai memiliki pekerjaan penting untuk memperbaiki penyelesaian akhir, memperkuat koneksi antarpemain, serta menyiapkan taktik berdasarkan karakter lawan.
Persib kini telah berada di lingkungan kompetisi Asia. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa tersebut dan menunjukkan bahwa Maung Bandung mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Source YouTube Bola Bung Binder
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo