COMO - Como FC menemukan senjata tambahan dalam upayanya bersaing di papan atas Liga Italia 2026-2027. Bukan hanya mengandalkan pemain depan, tim asuhan Cesc Fabregas juga mulai mendapatkan kontribusi penting dari lini belakang.
Hal itu terlihat ketika Como FC mengalahkan Parma 2-1. Dua gol kemenangan dicetak oleh Jacobo Ramon dan Kaiki Bruno, yang sama-sama merupakan pemain belakang. Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan ketiga secara beruntun bagi Como FC.
Kemenangan atas Parma membuat Como FC mengumpulkan 10 poin dari empat pertandingan. Mereka belum terkalahkan setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Udinese pada pertandingan pembuka.
Como FC kini berada di posisi ketiga klasemen Liga Italia 2026-2027. Performa tersebut menjadi modal positif bagi tim yang sedang membangun konsistensi bersama Fabregas.
Ramon menjadi pemain yang lebih dulu membawa Como FC unggul. Ia mencetak gol pada menit ke-23. Parma kemudian berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi Como FC kembali mencetak gol melalui Kaiki Bruno pada menit ke-83.
Parma hanya mampu membalas melalui David Romero pada menit ke-90+2. Como FC tetap mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan mengamankan tiga poin.
Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 5,75 Persen, Fokus Jaga Rupiah dan Dorong Ekonomi
Fabregas Mulai Melihat Potensi Como FC
Fabregas memberikan perhatian khusus terhadap kemenangan tersebut. Baginya, hasil melawan Parma memiliki arti lebih karena para pemain harus tampil ketika sebagian besar skuad mengalami kelelahan setelah bermain di Liga Champions 2026-2027.
Pelatih asal Spanyol tersebut menilai kemenangan itu menunjukkan bahwa dirinya memiliki banyak pemain yang bisa diandalkan.
“Ini adalah respons yang penting dari tim ini, karena artinya saya bisa mengandalkan semua orang. Saya senang dengan performa anak-anak,” kata Fabregas.
Tidak hanya puas dengan tiga poin, Fabregas juga mulai mendapatkan gambaran mengenai kemampuan timnya. Ia menilai kemenangan tersebut membuatnya semakin memahami potensi Como FC.
“Ini adalah kemenangan yang penting buat saya sebagai pelatih karena saya mulai menyadari tim ini bisa menjadi apa,” ucap Fabregas.
Pernyataan tersebut datang setelah Como FC mampu menjaga tren positifnya di kompetisi domestik. Mereka belum terkalahkan dalam empat pertandingan dan berhasil mengubah hasil imbang pada laga pembuka menjadi tiga kemenangan berturut-turut.
Terinspirasi Arsenal
Dua gol yang dicetak pemain belakang menjadi bagian paling menarik dari kemenangan Como FC. Fabregas ternyata memiliki alasan tersendiri mengapa kontribusi pemain bertahan mendapat perhatian.
Ia mengaku belajar dari Arsenal. Menurut Fabregas, pemain belakang yang mampu mencetak gol dapat memberikan keuntungan tambahan bagi sebuah tim.
Pengalaman melihat Arsenal menjadi juara Liga Inggris menjadi salah satu referensi bagi Fabregas. Ia menilai gol dari pemain belakang dan situasi set piece dapat berperan penting dalam perjalanan sebuah tim menuju kesuksesan.
“Di sepakbola modern, sangat penting untuk memiliki pemain belakang yang bisa mencetak gol. Arsenal menjuarai Liga Inggris karena gol-gol dari pemain belakang dan set piece. Kalau kami bisa menambahkan hal itu, maka akan jadi keuntungan,” tandas Fabregas.
Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 5,75 Persen, Fokus Jaga Rupiah dan Dorong Ekonomi
Kemenangan atas Parma memperlihatkan apa yang dimaksud Fabregas. Como FC tidak harus menunggu kontribusi dari pemain depan untuk menciptakan gol. Ramon dan Kaiki Bruno justru menjadi penentu hasil pertandingan melalui gol mereka.
Bagi Como FC, produktivitas dari lini belakang bisa menjadi tambahan kekuatan dalam menghadapi persaingan. Fabregas kini memiliki alasan untuk mengembangkan aspek tersebut setelah melihat langsung dampaknya ketika menghadapi Parma.
Tren tiga kemenangan beruntun juga membuat Como FC semakin kokoh di papan atas. Dengan 10 poin dari empat laga dan tanpa kekalahan, tim Fabregas menunjukkan awal kompetisi yang positif.
Jika pemain belakang mampu terus memberikan kontribusi di depan gawang, Como FC memiliki opsi tambahan untuk menjaga performa mereka di Liga Italia 2026-2027.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : RCTI