Timnas Indonesia Berpeluang Langsung ke Putaran 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Syaratnya!

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:45 WIB
Timnas Indonesia berpeluang langsung ke putaran 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030. Simak faktor penentu dan strategi John Herdman.(pinterest)
Timnas Indonesia berpeluang langsung ke putaran 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030. Simak faktor penentu dan strategi John Herdman.(pinterest)

JAKARTA - Timnas Indonesia berpeluang langsung memulai perjuangan dari putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia. Posisi peringkat FIFA menjadi salah satu faktor yang disebut menentukan jalur tersebut, dengan Indonesia dikabarkan menempati peringkat ke-116 dunia atau posisi ke-21 di Asia. Jika skema yang diberitakan diterapkan, Garuda berkesempatan melewati putaran pertama. Namun, kepastian format dan jalur kualifikasi tetap perlu mengacu pada keputusan resmi FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). 

Kabar ini menjadi perhatian suporter karena dapat memengaruhi persiapan skuad Garuda menghadapi perjalanan panjang menuju Piala Dunia 2030. Meski demikian, memulai kompetisi dari putaran kedua bukan berarti jalan Indonesia menuju putaran final akan menjadi lebih mudah.

Peringkat FIFA Jadi Faktor Penentu

Berdasarkan pemberitaan yang beredar pada 10 Oktober 2026, format awal Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia disebut menyediakan tempat langsung di putaran kedua bagi 26 negara. Sementara itu, 20 negara lainnya harus lebih dahulu menjalani pertandingan putaran pertama untuk memperebutkan tiket ke fase berikutnya. 

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Mana yang Paling Bagus? SLA, LFP, dan NMC Punya Risiko Berbeda

Penentuan peserta putaran kedua tersebut dikabarkan mengacu pada peringkat FIFA. Indonesia disebut berada di posisi ke-116 dunia dan menempati peringkat ke-21 di kawasan Asia. Posisi itu membuat skuad Garuda diproyeksikan memperoleh keuntungan berupa tiket langsung ke putaran kedua.

Jika terealisasi, kesempatan tersebut dapat membantu Indonesia menghemat tenaga dan waktu persiapan karena tidak perlu menjalani pertandingan pada fase awal. Tim pelatih juga bisa memanfaatkan periode persiapan untuk membangun organisasi permainan, meningkatkan kebugaran, dan mematangkan strategi.

Namun, suporter perlu membedakan proyeksi berdasarkan pemberitaan dengan keputusan resmi. Kepastian mengenai format kompetisi, penentuan pot, dan daftar peserta tetap harus menunggu pengumuman otoritas sepak bola terkait.

Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2030 Dinantikan

Undian Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia diberitakan dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Sejumlah negara, seperti Kirgistan, Lebanon, Korea Utara, Malaysia, Kuwait, Filipina, dan India, disebut berpotensi berada dalam kelompok pot yang sama dengan Indonesia. 

Meski demikian, daftar tersebut belum dapat dianggap sebagai pembagian pot final. Posisi setiap negara masih bergantung pada ketentuan resmi dan peringkat yang digunakan untuk proses pengundian.

Bagi Indonesia, mengenali karakter calon lawan menjadi bagian penting dari persiapan. Setiap negara memiliki pendekatan permainan berbeda, mulai dari tim yang mengandalkan penguasaan bola hingga kesebelasan yang mengutamakan pertahanan rapat dan serangan balik cepat.

Karena itu, tim pelatih perlu menyiapkan beberapa skenario permainan. Indonesia tidak cukup hanya memiliki satu strategi, tetapi juga harus mampu beradaptasi ketika menghadapi lawan yang berhasil membatasi ruang gerak pemain atau ketika tim harus mengejar ketertinggalan.

John Herdman Diminta Memperkuat Kedalaman Skuad

Pelatih John Herdman memiliki pekerjaan penting dalam membangun skuad yang kompetitif untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030. Salah satu prioritasnya adalah memastikan para pemain mendapatkan menit bermain yang cukup bersama klub masing-masing.

Pemain yang rutin tampil di kompetisi klub umumnya memiliki kesempatan lebih besar untuk menjaga kebugaran, ritme pertandingan, dan ketajaman permainan. Pemantauan kondisi tersebut perlu dilakukan terhadap pemain yang berkarier di Liga Indonesia maupun kompetisi Eropa.

Pemain diaspora juga berpotensi menjadi bagian penting dari kedalaman skuad Garuda. Namun, pemilihan pemain tetap perlu mempertimbangkan performa terkini, kondisi fisik, kebutuhan posisi, serta kecocokan dengan strategi tim.

Selain itu, Indonesia membutuhkan pelapis berkualitas di setiap posisi. Ketika pemain inti mengalami cedera, terkena sanksi, atau tidak berada dalam kondisi terbaik, tim harus tetap memiliki alternatif yang mampu menjalankan instruksi pelatih.

Langkah Menuju Piala Dunia Tidak Boleh Terhenti

Keuntungan memulai kualifikasi dari putaran kedua, jika dikonfirmasi, harus dimanfaatkan untuk memperkuat persiapan. Konsistensi performa, kedalaman skuad, dan kemampuan membaca permainan lawan akan menjadi faktor penting dalam menentukan perjalanan Indonesia.

Timnas Indonesia juga perlu belajar dari pengalaman kualifikasi sebelumnya. Persaingan di Asia menuntut kesiapan fisik dan mental karena setiap pertandingan dapat menentukan peluang melangkah ke fase berikutnya.

Pada akhirnya, peluang melewati putaran pertama merupakan kabar yang menjanjikan, tetapi belum menjadi jaminan keberhasilan. Garuda tetap harus membuktikan kualitasnya di lapangan melalui persiapan matang, pemilihan pemain yang tepat, dan penampilan konsisten demi menjaga asa tampil di Piala Dunia 2030.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Kualifikasi Piala Dunia 2030 Peringkat FIFA Timnas Indonesia John Herdman piala dunia 2030