Kuliner Malang 2026 yang Wajib Dicoba Ada yang Berusia Lebih dari 100 Tahun

MALANG - Kota Malang bukan hanya menawarkan udara sejuk dan destinasi wisata, tetapi juga punya kekayaan kuliner yang sulit dilewatkan. Beragam makanan legendaris masih bertahan hingga sekarang dan menjadi bagian dari daya tarik kota ini.
Bagi wisatawan yang sedang mencari kuliner Malang, pilihannya sangat beragam. Mulai dari nasi ganjes, sego sambal, pecel, rawon, sate, tahu lontong, hingga jajanan tradisional bisa ditemukan di berbagai sudut Kota Malang.
Menariknya, sejumlah kuliner Malang tersebut memiliki sejarah panjang. Beberapa tempat bahkan sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan mempertahankan resep keluarga secara turun-temurun. Berikut sejumlah rekomendasi yang bisa masuk daftar wisata kuliner saat berkunjung ke Malang.
Kuliner Legendaris dengan Cita Rasa Khas
Warung Mekar Jaya di Jalan Soekarno Hatta menjadi salah satu pilihan yang menarik. Warung ini dikenal sebagai salah satu pelopor nasi ganjes, yakni nasi gurih yang dipadukan dengan irisan daun jeruk, ikan teri dan berbagai pilihan lauk seperti cakalang, cumi, sapi hingga telur dadar.
Konsepnya sederhana seperti warung kaki lima. Namun, popularitasnya membuat pengunjung rela mengantre. Harga nasi ganjes juga relatif terjangkau, mulai Rp16 ribu.
Pencinta makanan pedas dapat mencoba Sego Sambal Cak U di Jalan Simpang Raya Langsep. Keunikan sambalnya terletak pada tambahan irisan kacang panjang mentah dan tempe yang memberikan sensasi renyah. Lauknya pun beragam, mulai ayam goreng, lele, udang, cakalang, cumi hitam hingga paru balado.
Ada pula Pecel Kawi Hj Musilah di Jalan Kawi. Tempat makan yang telah beroperasi sejak 1975 ini menawarkan pecel dengan bumbu kacang kental, perpaduan rasa manis, gurih dan pedas. Sayuran seperti kangkung, kacang panjang, kembang turi dan tauge disajikan bersama tempe goreng serta rempeyek.
Rawon hingga Orem-Orem yang Jadi Identitas Malang
Bagi penggemar makanan berkuah, Rawon Rampal bisa menjadi pilihan. Kedai yang telah berjualan sejak 1957 ini dikenal dengan kuah rawon berwarna pekat dan aroma khas keluak. Proses memasaknya masih menggunakan tungku kayu dan arang sehingga memberikan karakter rasa tersendiri.
Sementara itu, Warung Lama Haji Ridwan di kawasan Pasar Besar menawarkan menu yang sarat sejarah. Resep keluarga yang diwariskan hingga generasi ketiga tetap dipertahankan. Pengunjung dapat mencicipi nasi rawon, sate kompi, sate usus sapi, nasi gulai daging hingga nasi campur.
Kuliner khas Malang lainnya adalah orem-orem. Hidangan ini berupa potongan tempe yang disiram kuah santan kental. Penggunaan tempe semangit membuat aromanya lebih kuat. Orem-orem khas Arema di Jalan Galunggung disebut telah menjadi pilihan warga sejak 1995.

